Putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) akhir pekan ini akan dimulai. Persib Bandung akan mengawali putaran kedua dengan bertandang ke kandang Semen Padang, Sabtu (5/3) malam.
Meski bertajuk laga tandang, penggawa Maung Bandung merasa optimistis. Mereka yakin Persib bisa pulang membawa tiga angka atau minimal meraih hasil seri di Padang.
"Kalau saya ingin balas kok. Harus balas. Minimal kami draw di sana," tutur Pelatih Persib Daniel Roekito kepada wartawan di Stadion Persib, Kamis (3/3) pagi sebelum Persib berangkat ke Padang.
Daniel rupanya ingin membalas hasil imbang saat Semen Padang bertamu ke Stadion Siliwangi di akhir putaran kedua. Saat itu, Persib dipaksa mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1.
Sebagai bekal, Daniel memboyong 19 pemain ke Padang. Tiga pemain anyar Persib, bek tengah Abanda Herman, gelandang tengah asal Jepang Matsunaga Shohei dan playmaker asal Montenegro Miljan Radovic menjadi senjata andalan anyar bagi Persib.
Agar bisa meraih tiga angka, ia ingin para pemain bisa tampil fight saat bertanding. Jangan sampai pemain merasa takut karena bermain di kandang lawan. "Pemain harus berani duel," ucap mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.
Persib Salamina
Selasa, 08 Maret 2011
Andalkan Pemain Asing Baru
Andalkan Pemain Asing Baru
AHMAD YANI,(GM)-
Kehadiran tiga pemain asing baru diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap penampilan Persib Bandung pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Penampilan menjanjikan Abanda Herman (Kamerun), Matsunaga Shohei (Jepang), dan Miljan Radovic (Montenegro) selama dua pekan masa persiapan menjelang putaran kedua, diharapkan bisa ditunjukkan pada pertandingan Persib yang sesungguhnya.
Kendati masih menunggu pengesahan statusnya dari PT Liga Indonesia (LI), kontribusi positif ketiga pemain asing anyar Persib ini diharapkan sudah diberikan sejak laga pembuka putaran kedua ketika Eka Ramdani dan kawan-kawan dijamu Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3).
Setidaknya, harapan besar tersebut disampaikan Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah yang memimpin rombongan tim bertolak ke Padang, Kamis (3/3). "Selama masa latihan, penampilan mereka cukup bagus. Kita ingin para pemain asing baru tersebut bisa menunjukkan kelasnya pada pertandingan yang sesungguhnya," kata Dedy di pelataran parkir Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Kamis (3/3).
Dedy mengatakan, ketiga pemain asing anyar Persib tersebut harus bekerja keras bersama para pemain lama untuk memenangkan setiap pertandingan, termasuk ketika menghadapi Semen Padang. "Mungkin tidak akan mudah, tapi kita berharap Persib bisa menang di Padang," kata Dedy.
Belakang dan tengah
Di tempat yang sama, harapan besar terhadap kehadiran pemain asing baru itu juga dilontarkan asisten pelatih Persib, Robby Darwis. Mantan kapten Persib dan tim nasional ini mengatakan, kehadiran bek jangkung asal Kamerun, Abanda Herman bisa menutupi lubang di sektor pertahanan Persib yang selama ini menjadi sorotan publik sepak bola Bandung.
"Dengan postur ideal dan kemampuannya berkomunikasi, saya harapkan Abanda bisa memperkuat lini pertahanan Persib. Selama ini, kita lemah dalam antisipasi bola crossing. Saya harapkan kelemahan itu bisa ditutup Abanda," kata Robby.
Sementara itu, kehadiran Matsunaga dan Radovic diharapkan bisa memberikan banyak pilihan di lini tengah Persib yang selama ini hanya bertumpu kepada Eka Ramdani.
"Selain melapis Eka, Matsunaga dan Radovic pun piawai dalam memanfaatkan bola-bola mati. Sejauh ini, proses adaptasi mereka pun saya lihat tidak menghadapi masalah," kata Daniel.
AHMAD YANI,(GM)-
Kehadiran tiga pemain asing baru diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap penampilan Persib Bandung pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Penampilan menjanjikan Abanda Herman (Kamerun), Matsunaga Shohei (Jepang), dan Miljan Radovic (Montenegro) selama dua pekan masa persiapan menjelang putaran kedua, diharapkan bisa ditunjukkan pada pertandingan Persib yang sesungguhnya.
Kendati masih menunggu pengesahan statusnya dari PT Liga Indonesia (LI), kontribusi positif ketiga pemain asing anyar Persib ini diharapkan sudah diberikan sejak laga pembuka putaran kedua ketika Eka Ramdani dan kawan-kawan dijamu Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3).
Setidaknya, harapan besar tersebut disampaikan Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah yang memimpin rombongan tim bertolak ke Padang, Kamis (3/3). "Selama masa latihan, penampilan mereka cukup bagus. Kita ingin para pemain asing baru tersebut bisa menunjukkan kelasnya pada pertandingan yang sesungguhnya," kata Dedy di pelataran parkir Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Kamis (3/3).
Dedy mengatakan, ketiga pemain asing anyar Persib tersebut harus bekerja keras bersama para pemain lama untuk memenangkan setiap pertandingan, termasuk ketika menghadapi Semen Padang. "Mungkin tidak akan mudah, tapi kita berharap Persib bisa menang di Padang," kata Dedy.
Belakang dan tengah
Di tempat yang sama, harapan besar terhadap kehadiran pemain asing baru itu juga dilontarkan asisten pelatih Persib, Robby Darwis. Mantan kapten Persib dan tim nasional ini mengatakan, kehadiran bek jangkung asal Kamerun, Abanda Herman bisa menutupi lubang di sektor pertahanan Persib yang selama ini menjadi sorotan publik sepak bola Bandung.
"Dengan postur ideal dan kemampuannya berkomunikasi, saya harapkan Abanda bisa memperkuat lini pertahanan Persib. Selama ini, kita lemah dalam antisipasi bola crossing. Saya harapkan kelemahan itu bisa ditutup Abanda," kata Robby.
Sementara itu, kehadiran Matsunaga dan Radovic diharapkan bisa memberikan banyak pilihan di lini tengah Persib yang selama ini hanya bertumpu kepada Eka Ramdani.
"Selain melapis Eka, Matsunaga dan Radovic pun piawai dalam memanfaatkan bola-bola mati. Sejauh ini, proses adaptasi mereka pun saya lihat tidak menghadapi masalah," kata Daniel.
Perbaiki Konsentrasi Pemain
Terlepas dari kepemimpinan wasit Armando Pribadi yang dinilai merugikan, Persib Bandung harus memperbaiki konsentrasi para pemainnya. Gol balasan Semen Padang di waktu injury time, diduga akibat kosentrasi pemain yang menurun.
"Jika konsentrasi pemain tidak terganggu, gol balasan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Ini yang harus diperbaiki Persib," ujar mantan pemain Persib Bandung, Nandang Kurnaedi kepada "GM", Minggu (6/3).
Diungkapkan Nandang, harus diakui wasit yang memimpin laga Semen Padang kontra Persib memang telah menggangu konsentrasi para pemain. Tambahan waktu 6 menit merupakan hal tak lazim. Selain itu, permainan keras Semen Padang juga turut membuat konsentrasi pemain pecah.
"Hal ini yang tidak boleh terulang. Pemain harus mampu berkonsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan," tuturnya.
Hal itu juga terkait mental para pemain. Diakui Nandang, mental para pemain Persib memang telah mengalami peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya. Suntikan tiga pemain baru ternyata membawa dampak positif.
"Tetapi mental pemain Persib terlihat sedikit menurun di menit-menit akhir. Padahal itu merupakan masa kritis bagi tim yang tengah memimpin. Ini juga harus kembali diingatkan oleh pelatih," ujar Nandang.
Oleh karenanya, Nandang meminta agar wasit tidak terlalu dijadikan alasan. "Kita semua tahu kualitas wasit Liga Super Indonesia. Oleh karenanya kita harus siap dan tidak menjadikannya sebagai alasan," tegasnya.
Kendati demikian, hadirnya tiga pemain baru, Abanda Herman, Matsunaga Shoei, dan Miljan Radovic mampu membawa Persib ke posisi yang lebih baik.
"Kini tinggal perlu ditingkatkan kerja sama antarpemain. Matsunaga sudah sangat menonjol. Itu memberikan dampak positif bagi tim. Jika bisa lebih ditingkatkan maka Pesib akan lebih baik lagi," tukasnya.
"Jika konsentrasi pemain tidak terganggu, gol balasan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Ini yang harus diperbaiki Persib," ujar mantan pemain Persib Bandung, Nandang Kurnaedi kepada "GM", Minggu (6/3).
Diungkapkan Nandang, harus diakui wasit yang memimpin laga Semen Padang kontra Persib memang telah menggangu konsentrasi para pemain. Tambahan waktu 6 menit merupakan hal tak lazim. Selain itu, permainan keras Semen Padang juga turut membuat konsentrasi pemain pecah.
"Hal ini yang tidak boleh terulang. Pemain harus mampu berkonsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan," tuturnya.
Hal itu juga terkait mental para pemain. Diakui Nandang, mental para pemain Persib memang telah mengalami peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya. Suntikan tiga pemain baru ternyata membawa dampak positif.
"Tetapi mental pemain Persib terlihat sedikit menurun di menit-menit akhir. Padahal itu merupakan masa kritis bagi tim yang tengah memimpin. Ini juga harus kembali diingatkan oleh pelatih," ujar Nandang.
Oleh karenanya, Nandang meminta agar wasit tidak terlalu dijadikan alasan. "Kita semua tahu kualitas wasit Liga Super Indonesia. Oleh karenanya kita harus siap dan tidak menjadikannya sebagai alasan," tegasnya.
Kendati demikian, hadirnya tiga pemain baru, Abanda Herman, Matsunaga Shoei, dan Miljan Radovic mampu membawa Persib ke posisi yang lebih baik.
"Kini tinggal perlu ditingkatkan kerja sama antarpemain. Matsunaga sudah sangat menonjol. Itu memberikan dampak positif bagi tim. Jika bisa lebih ditingkatkan maka Pesib akan lebih baik lagi," tukasnya.
"Wasit Tidak Adil, Mengejutkan!"
DEBUT perdana dengan permainan keras dan wasit yang tidak adil, ternyata cukup mengejutkan bagi gelandang Persib Bandung asal Motenegro, Mijlan Radovic. Mijlan mengaku tidak menyangka hal itu akan dialaminya saat menghadapi Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3) lalu.
"Sangat berbeda dengan di Montenegro. Ini pengalaman bagi saya," ujarnya saat tiba di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Minggu (6/3).
Tapi sebagai pemain profesional yang telah bermain di Siprus, Turki, Bosnia, dan Montenegro, Miljan mengaku akan beradaptasi dengan situasi tersebut.
"Saya akan berusaha beradaptasi dengan situasi seperti itu, terutama dengan wasit. Wasit di sini bertindak sangat beda dengan di Eropa. Tetapi itu tidak masalah bagi saya," ujarnya.
Seperti diketahui, wasit Armando Pribadi dinilai lebih sering merugikan Persib. Beberapa keputusannya mungkin sangat jarang ditemui Miljan saat berlaga di Eropa.
Tetapi selain akan mencoba beradaptasi dengan kondisi itu, Miljan pun mengaku tidak terlalu memikirkannya. Bagi pemain yang pernah merumput di klub Sivasspor Turki ini, hal yang lebih penting adalah berusaha bermain sebaik mungkin untuk Persib. "Saya akan berusaha meningkatkan penampilan. Saya harap bisa bermain lebih baik lagi," katanya.
Dengan hadirnya, Miljan, lini tengah Persib memang cukup hidup. Meski cukup berumur, melalui kakinya, distribusi bola ke lini depan menjadi lebih banyak. Sayang, umpannya masih kurang akurat.
"Semoga saya bisa lebih beradaptasi lagi dengan Atep, Eka, dan lainnya. Sehingga Persib bisa meraih kemenangan di laga berikutnya," harap pemain kelahiran 18 Oktober 1975 ini.
Bobotoh juga mengharapkan hal yang sama. Semoga di laga berikutnya, Miljan bisa membawa kemenangan bagi Persib.
"Sangat berbeda dengan di Montenegro. Ini pengalaman bagi saya," ujarnya saat tiba di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Minggu (6/3).
Tapi sebagai pemain profesional yang telah bermain di Siprus, Turki, Bosnia, dan Montenegro, Miljan mengaku akan beradaptasi dengan situasi tersebut.
"Saya akan berusaha beradaptasi dengan situasi seperti itu, terutama dengan wasit. Wasit di sini bertindak sangat beda dengan di Eropa. Tetapi itu tidak masalah bagi saya," ujarnya.
Seperti diketahui, wasit Armando Pribadi dinilai lebih sering merugikan Persib. Beberapa keputusannya mungkin sangat jarang ditemui Miljan saat berlaga di Eropa.
Tetapi selain akan mencoba beradaptasi dengan kondisi itu, Miljan pun mengaku tidak terlalu memikirkannya. Bagi pemain yang pernah merumput di klub Sivasspor Turki ini, hal yang lebih penting adalah berusaha bermain sebaik mungkin untuk Persib. "Saya akan berusaha meningkatkan penampilan. Saya harap bisa bermain lebih baik lagi," katanya.
Dengan hadirnya, Miljan, lini tengah Persib memang cukup hidup. Meski cukup berumur, melalui kakinya, distribusi bola ke lini depan menjadi lebih banyak. Sayang, umpannya masih kurang akurat.
"Semoga saya bisa lebih beradaptasi lagi dengan Atep, Eka, dan lainnya. Sehingga Persib bisa meraih kemenangan di laga berikutnya," harap pemain kelahiran 18 Oktober 1975 ini.
Bobotoh juga mengharapkan hal yang sama. Semoga di laga berikutnya, Miljan bisa membawa kemenangan bagi Persib.
Pelita Jaya-Persib Tetap di Karawang
Asisten Pelatih Pelita Jaya, Djadjang Nurdjaman mengaku sama sekali belum mendengar adanya wacana menggelar pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung saat menjamu Persib, Sabtu (12/3) mendatang. Sejauh ini, Pelita Jaya tetap merencanakan pertandingan melawan Persib di kandang mereka, Stadion Singaperbangsa Karawang.
"Saya belum mendengar itu (wacana main di Stadion Si Jalak Harupat, red). Sejauh ini (pertandingan) masih direncanakan dimainkan di Karawang," kata Djadjang ketika dikonfirmasi "GM", Senin (7/5).
Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM", isu tersebut mencuat karena adanya kemungkinan pihak kepolisian setempat tidak akan mengeluarkan izin pertandingan lantaran pada musim lalu, pertemuan kedua tim berakhir rusuh.
Minimnya kapasitas Stadion Singaperbangsa yang hampir bisa dipastikan tidak akan bisa menampung animo bobotoh yang bakal datang, juga dinilai rawan. Pertandingan musim lalu pun sempat diwarnai insiden jebolnya pagar pembatas penonton di tribun timur yang mencederai sejumlah suporter.
Selain Stadion Si Jalak Harupat, menjelang pertandingan melawan Semen Padang, Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah mengaku sempat mendengar kabar kalau Pelita Jaya akan menjamu Persib di Cilegon, Banten. "Tapi, sejauh ini kita belum mengetahui kepastiannya," kata Dedy.
Usai sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (7/3), Manajer Persib, H. Umuh Muchtar pun mengaku belum mengetahui tentang rencana tempat pertandingan melawan Pelita Jaya. "Sampai sekarang, kita belum tahu," katanya.
Yakin di Karawang
Sementara itu, asisten pelatih Persib, Robby Darwis meyakini, Pelita Jaya akan tetap menjamu Persib di Karawang. "Kalau pertimbangannya pemasukan dari tiket, saya kira yang dibutuhkan Pelita Jaya sekarang bukan uang, tapi poin. Karena itu, saya yakin pertandingan melawan Pelita Jaya akan tetap di Karawang," kata Robby.
Di tempat yang sama, Sekretaris Tim Persib, Yudiana mengatakan, karena belum ada pemberitahuan apa pun, baik dari PT Liga Indonesia (PT LI) maupun Panpel Pelita Jaya, pihaknya tetap berpatokan pertandingan tetap dimainkan di Karawang. "Tapi untuk kepastiannya, saya akan segera menghubungi pihak Panpel Pelita Jaya," kata Yudiana.
"Saya belum mendengar itu (wacana main di Stadion Si Jalak Harupat, red). Sejauh ini (pertandingan) masih direncanakan dimainkan di Karawang," kata Djadjang ketika dikonfirmasi "GM", Senin (7/5).
Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM", isu tersebut mencuat karena adanya kemungkinan pihak kepolisian setempat tidak akan mengeluarkan izin pertandingan lantaran pada musim lalu, pertemuan kedua tim berakhir rusuh.
Minimnya kapasitas Stadion Singaperbangsa yang hampir bisa dipastikan tidak akan bisa menampung animo bobotoh yang bakal datang, juga dinilai rawan. Pertandingan musim lalu pun sempat diwarnai insiden jebolnya pagar pembatas penonton di tribun timur yang mencederai sejumlah suporter.
Selain Stadion Si Jalak Harupat, menjelang pertandingan melawan Semen Padang, Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah mengaku sempat mendengar kabar kalau Pelita Jaya akan menjamu Persib di Cilegon, Banten. "Tapi, sejauh ini kita belum mengetahui kepastiannya," kata Dedy.
Usai sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (7/3), Manajer Persib, H. Umuh Muchtar pun mengaku belum mengetahui tentang rencana tempat pertandingan melawan Pelita Jaya. "Sampai sekarang, kita belum tahu," katanya.
Yakin di Karawang
Sementara itu, asisten pelatih Persib, Robby Darwis meyakini, Pelita Jaya akan tetap menjamu Persib di Karawang. "Kalau pertimbangannya pemasukan dari tiket, saya kira yang dibutuhkan Pelita Jaya sekarang bukan uang, tapi poin. Karena itu, saya yakin pertandingan melawan Pelita Jaya akan tetap di Karawang," kata Robby.
Di tempat yang sama, Sekretaris Tim Persib, Yudiana mengatakan, karena belum ada pemberitahuan apa pun, baik dari PT Liga Indonesia (PT LI) maupun Panpel Pelita Jaya, pihaknya tetap berpatokan pertandingan tetap dimainkan di Karawang. "Tapi untuk kepastiannya, saya akan segera menghubungi pihak Panpel Pelita Jaya," kata Yudiana.
Langganan:
Postingan (Atom)