Selasa, 08 Maret 2011

Pemain Harus Berani Duel

Putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) akhir pekan ini akan dimulai. Persib Bandung akan mengawali putaran kedua dengan bertandang ke kandang Semen Padang, Sabtu (5/3) malam.

Meski bertajuk laga tandang, penggawa Maung Bandung merasa optimistis. Mereka yakin Persib bisa pulang membawa tiga angka atau minimal meraih hasil seri di Padang.

"Kalau saya ingin balas kok. Harus balas. Minimal kami draw di sana," tutur Pelatih Persib Daniel Roekito kepada wartawan di Stadion Persib, Kamis (3/3) pagi sebelum Persib berangkat ke Padang.

Daniel rupanya ingin membalas hasil imbang saat Semen Padang bertamu ke Stadion Siliwangi di akhir putaran kedua. Saat itu, Persib dipaksa mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1.

Sebagai bekal, Daniel memboyong 19 pemain ke Padang. Tiga pemain anyar Persib, bek tengah Abanda Herman, gelandang tengah asal Jepang Matsunaga Shohei dan playmaker asal Montenegro Miljan Radovic menjadi senjata andalan anyar bagi Persib.

Agar bisa meraih tiga angka, ia ingin para pemain bisa tampil fight saat bertanding. Jangan sampai pemain merasa takut karena bermain di kandang lawan. "Pemain harus berani duel," ucap mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.

Andalkan Pemain Asing Baru

Andalkan Pemain Asing Baru
AHMAD YANI,(GM)-
Kehadiran tiga pemain asing baru diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap penampilan Persib Bandung pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Penampilan menjanjikan Abanda Herman (Kamerun), Matsunaga Shohei (Jepang), dan Miljan Radovic (Montenegro) selama dua pekan masa persiapan menjelang putaran kedua, diharapkan bisa ditunjukkan pada pertandingan Persib yang sesungguhnya.

Kendati masih menunggu pengesahan statusnya dari PT Liga Indonesia (LI), kontribusi positif ketiga pemain asing anyar Persib ini diharapkan sudah diberikan sejak laga pembuka putaran kedua ketika Eka Ramdani dan kawan-kawan dijamu Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3).

Setidaknya, harapan besar tersebut disampaikan Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah yang memimpin rombongan tim bertolak ke Padang, Kamis (3/3). "Selama masa latihan, penampilan mereka cukup bagus. Kita ingin para pemain asing baru tersebut bisa menunjukkan kelasnya pada pertandingan yang sesungguhnya," kata Dedy di pelataran parkir Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Kamis (3/3).

Dedy mengatakan, ketiga pemain asing anyar Persib tersebut harus bekerja keras bersama para pemain lama untuk memenangkan setiap pertandingan, termasuk ketika menghadapi Semen Padang. "Mungkin tidak akan mudah, tapi kita berharap Persib bisa menang di Padang," kata Dedy.

Belakang dan tengah

Di tempat yang sama, harapan besar terhadap kehadiran pemain asing baru itu juga dilontarkan asisten pelatih Persib, Robby Darwis. Mantan kapten Persib dan tim nasional ini mengatakan, kehadiran bek jangkung asal Kamerun, Abanda Herman bisa menutupi lubang di sektor pertahanan Persib yang selama ini menjadi sorotan publik sepak bola Bandung.

"Dengan postur ideal dan kemampuannya berkomunikasi, saya harapkan Abanda bisa memperkuat lini pertahanan Persib. Selama ini, kita lemah dalam antisipasi bola crossing. Saya harapkan kelemahan itu bisa ditutup Abanda," kata Robby.

Sementara itu, kehadiran Matsunaga dan Radovic diharapkan bisa memberikan banyak pilihan di lini tengah Persib yang selama ini hanya bertumpu kepada Eka Ramdani.

"Selain melapis Eka, Matsunaga dan Radovic pun piawai dalam memanfaatkan bola-bola mati. Sejauh ini, proses adaptasi mereka pun saya lihat tidak menghadapi masalah," kata Daniel.

Perbaiki Konsentrasi Pemain

Terlepas dari kepemimpinan wasit Armando Pribadi yang dinilai merugikan, Persib Bandung harus memperbaiki konsentrasi para pemainnya. Gol balasan Semen Padang di waktu injury time, diduga akibat kosentrasi pemain yang menurun.

"Jika konsentrasi pemain tidak terganggu, gol balasan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Ini yang harus diperbaiki Persib," ujar mantan pemain Persib Bandung, Nandang Kurnaedi kepada "GM", Minggu (6/3).

Diungkapkan Nandang, harus diakui wasit yang memimpin laga Semen Padang kontra Persib memang telah menggangu konsentrasi para pemain. Tambahan waktu 6 menit merupakan hal tak lazim. Selain itu, permainan keras Semen Padang juga turut membuat konsentrasi pemain pecah.

"Hal ini yang tidak boleh terulang. Pemain harus mampu berkonsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan," tuturnya.

Hal itu juga terkait mental para pemain. Diakui Nandang, mental para pemain Persib memang telah mengalami peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya. Suntikan tiga pemain baru ternyata membawa dampak positif.

"Tetapi mental pemain Persib terlihat sedikit menurun di menit-menit akhir. Padahal itu merupakan masa kritis bagi tim yang tengah memimpin. Ini juga harus kembali diingatkan oleh pelatih," ujar Nandang.

Oleh karenanya, Nandang meminta agar wasit tidak terlalu dijadikan alasan. "Kita semua tahu kualitas wasit Liga Super Indonesia. Oleh karenanya kita harus siap dan tidak menjadikannya sebagai alasan," tegasnya.

Kendati demikian, hadirnya tiga pemain baru, Abanda Herman, Matsunaga Shoei, dan Miljan Radovic mampu membawa Persib ke posisi yang lebih baik.

"Kini tinggal perlu ditingkatkan kerja sama antarpemain. Matsunaga sudah sangat menonjol. Itu memberikan dampak positif bagi tim. Jika bisa lebih ditingkatkan maka Pesib akan lebih baik lagi," tukasnya.

"Wasit Tidak Adil, Mengejutkan!"

DEBUT perdana dengan permainan keras dan wasit yang tidak adil, ternyata cukup mengejutkan bagi gelandang Persib Bandung asal Motenegro, Mijlan Radovic. Mijlan mengaku tidak menyangka hal itu akan dialaminya saat menghadapi Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3) lalu.

"Sangat berbeda dengan di Montenegro. Ini pengalaman bagi saya," ujarnya saat tiba di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Minggu (6/3).

Tapi sebagai pemain profesional yang telah bermain di Siprus, Turki, Bosnia, dan Montenegro, Miljan mengaku akan beradaptasi dengan situasi tersebut.

"Saya akan berusaha beradaptasi dengan situasi seperti itu, terutama dengan wasit. Wasit di sini bertindak sangat beda dengan di Eropa. Tetapi itu tidak masalah bagi saya," ujarnya.

Seperti diketahui, wasit Armando Pribadi dinilai lebih sering merugikan Persib. Beberapa keputusannya mungkin sangat jarang ditemui Miljan saat berlaga di Eropa.

Tetapi selain akan mencoba beradaptasi dengan kondisi itu, Miljan pun mengaku tidak terlalu memikirkannya. Bagi pemain yang pernah merumput di klub Sivasspor Turki ini, hal yang lebih penting adalah berusaha bermain sebaik mungkin untuk Persib. "Saya akan berusaha meningkatkan penampilan. Saya harap bisa bermain lebih baik lagi," katanya.

Dengan hadirnya, Miljan, lini tengah Persib memang cukup hidup. Meski cukup berumur, melalui kakinya, distribusi bola ke lini depan menjadi lebih banyak. Sayang, umpannya masih kurang akurat.

"Semoga saya bisa lebih beradaptasi lagi dengan Atep, Eka, dan lainnya. Sehingga Persib bisa meraih kemenangan di laga berikutnya," harap pemain kelahiran 18 Oktober 1975 ini.

Bobotoh juga mengharapkan hal yang sama. Semoga di laga berikutnya, Miljan bisa membawa kemenangan bagi Persib.

Pelita Jaya-Persib Tetap di Karawang

Asisten Pelatih Pelita Jaya, Djadjang Nurdjaman mengaku sama sekali belum mendengar adanya wacana menggelar pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung saat menjamu Persib, Sabtu (12/3) mendatang. Sejauh ini, Pelita Jaya tetap merencanakan pertandingan melawan Persib di kandang mereka, Stadion Singaperbangsa Karawang.

"Saya belum mendengar itu (wacana main di Stadion Si Jalak Harupat, red). Sejauh ini (pertandingan) masih direncanakan dimainkan di Karawang," kata Djadjang ketika dikonfirmasi "GM", Senin (7/5).

Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM", isu tersebut mencuat karena adanya kemungkinan pihak kepolisian setempat tidak akan mengeluarkan izin pertandingan lantaran pada musim lalu, pertemuan kedua tim berakhir rusuh.

Minimnya kapasitas Stadion Singaperbangsa yang hampir bisa dipastikan tidak akan bisa menampung animo bobotoh yang bakal datang, juga dinilai rawan. Pertandingan musim lalu pun sempat diwarnai insiden jebolnya pagar pembatas penonton di tribun timur yang mencederai sejumlah suporter.

Selain Stadion Si Jalak Harupat, menjelang pertandingan melawan Semen Padang, Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah mengaku sempat mendengar kabar kalau Pelita Jaya akan menjamu Persib di Cilegon, Banten. "Tapi, sejauh ini kita belum mengetahui kepastiannya," kata Dedy.

Usai sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (7/3), Manajer Persib, H. Umuh Muchtar pun mengaku belum mengetahui tentang rencana tempat pertandingan melawan Pelita Jaya. "Sampai sekarang, kita belum tahu," katanya.

Yakin di Karawang

Sementara itu, asisten pelatih Persib, Robby Darwis meyakini, Pelita Jaya akan tetap menjamu Persib di Karawang. "Kalau pertimbangannya pemasukan dari tiket, saya kira yang dibutuhkan Pelita Jaya sekarang bukan uang, tapi poin. Karena itu, saya yakin pertandingan melawan Pelita Jaya akan tetap di Karawang," kata Robby.

Di tempat yang sama, Sekretaris Tim Persib, Yudiana mengatakan, karena belum ada pemberitahuan apa pun, baik dari PT Liga Indonesia (PT LI) maupun Panpel Pelita Jaya, pihaknya tetap berpatokan pertandingan tetap dimainkan di Karawang. "Tapi untuk kepastiannya, saya akan segera menghubungi pihak Panpel Pelita Jaya," kata Yudiana.

Daniel Tetap Kritik Matsunaga

Meski banyak kalangan memuji penampilan Matsunaga Shohei pada partai debutnya melawan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3), namun pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito tetap melontarkan kritik buat pemain berpaspor Jepang ini.

Pelatih asal Rembang ini mengatakan, Sho --sapaan akrabnya-- hanya bagus ketika menguasai bola, tapi tidak pada saat bola di kaki lawan. Kritikan Daniel terhadap Matsunaga itu dilontarkan usai memimpin sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (7/3).

"Hari ini (kemarin, red) yang saya lakukan adalah mengevaluasi seluruh kekurangan dalam pertandingan kemarin (lawan Semen Padang, red). Khusus Matsunaga, dia pemain yang bagus. Tapi hanya pada saat menguasai bola. Kalau bola ada di kaki lawan, beberapa kali ia hanya membuntuti. Hal itu yang terus saya ingatkan kepada Matsunaga," katanya.

Sebelumnya, Daniel juga sempat mengkritik pergerakan Matsunaga yang terlalu "ngacak". "Pergerakannya memang bagus. Tapi masih terlalu ngacak. Sepak bola 'kan tidak bisa seperti itu. Semuanya bisa diatur," ujarnya.

Lini pertahanan

Selain Matsunaga, Daniel juga menyoroti lini pertahanan timnya yang menurut pendapat orang sudah mengalami perbaikan. Meskipun tidak membantah, Daniel mengatakan, ia harus terus memperbaiki sektor pertahanan, khususnya saat melakukan zona marking.

"Kekurangan lainnya zona marking. Dalam pertandingan kemarin (lawan Semen Padang, red) saya melihat Maman (Abdurahman) masih terlalu renggang saat menjaga lawan. Begitu juga dengan pemain belakang lainnya. Hal itu tidak boleh terjadi lagi, karena dengan pertahanan yang kurang rapat, para pemain lawan punya kesempatan bergerak. Itu juga terus saya perbaiki menjelang lawan Pelita Jaya," tutur mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.

Menurut pandangan Daniel, perbaikan sistem zona marking para pemain belakangnya mutlak diperlukan karena Pelita Jaya punya seorang Mohd. Safee bin Mohd. Sali yang menyukai bola-bola terobosan yang tajam. "Saya harus siapkan pemain belakang untuk mengantisipasi itu," katanya. 

Persib Diizinkan Jamu Persija di Jalak Harupat

Bandung - Persib mendapatkan izin menjamu Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), Jumat (18/3/2011) mendatang.

Sekretaris Panpel Persib Bandung Budi Bram Rachman mengatakan, surat izin tersebut, dikeluarkan langsung Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Selasa (8/3/2011) serta ditandatangani Kadisbudpar Kabupaten Bandung, Marlan SIp, MSi dengan nomor: 426.22/168/Bid-OR, tertanggal 8 Maret.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang telah ikut mendukung Persib yang akan bertanding melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat," kata Bram saat dihubungi INILAH.COM melalui ponselnya, Selasa (8/3/2011).

Dengan keluarnya izin penggunaan stadion tersebut, panpel akan segera mengurus izin penyelenggaraan pertandingan ke Polres Bandung. Sebab, kata dia, salah satu syarat memulai perizinan adalah dengan adanya surat keputusan penggunaan stadion. "Besok kita tinggal mengurus soal izin dari pihak kepolisian," ucapnya.

Soal pernyataan sikap dari panpel dan bobotoh seperti diinginkan pihak kapolrestabes Bandung panpel siap melakukannya. "Selama ini kami selalu siap dan selalu ada pernyataan, hanya tinggal dari bobotohnya saja. Kami berharap semuanya berjalan lancar, dan bobotoh pun saya rasa tidak ada masalah. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar," harap Bram.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung Marlan mengatakan, izin penggunaan stadion akan diberikan pada setiap pertandingan, tidak sekaligus sampai akhir kompetisi. Laga perdana akan dijadikan patokan izin-izin selanjutnya.

"Jika pada pertandingan nanti dan selanjutnya berjalan lancar, aman dan tertib, kami mempersilakan Persib menggunakan stadion seterusnya. Tapi sebaliknya, jika ada kerusuhan atau perusakan fasilitas stadion oleh oknum bobotoh, kami akan tinjau ulang lagi izin untuk pertandingan berikutnya," tegasnya. 

Polisi Minta Jaminan Panpel

Pihak kepolisian meminta jaminan Panpel Persib yang ingin menggelar pertandingan kandang putaran II Liga Super Indonesia (LSI) "Maung Bandung" di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung.

"Apakah panpel bisa menjamin tidak terjadi peristiwa seperti yang sudah-sudah?" ujar Kapolres Bandung, AKBP Hendro Pandowo saat ditemui "GM" di Graha Bhayangkara, Jln. Cicendo, Senin (7/3).

Pihaknya bisa memberi izin pertandingan jika panpel mampu meyakinkan polisi dan menjamin tak akan ada kerusuhan penonton. "Kalau dijamin tidak akan ada kerusuhan bisa saja diizinkan," katanya.

Tidak hanya kepada panpel, kepolisian juga meminta masing-masing bobotoh atau kelompok suporter melalui koordinatornya untuk berkomitmen tidak akan melakukan kerusuhan, apalagi perusakan. "Panpel 'kan pasti tahu koordinator tiap kelompok," katanya.

Hendro Pandowo mengimbau bobotoh untuk bersikap sportif atas hasil pertandingan yang dijalani Persib. "Apa pun hasilnya, bobotoh harus siap menang dan siap kalah. Intinya junjung tinggi nilai sportivitas," imbaunya.

Hendro menambahkan, jika terjadi kerusuhan atau perusakan fasilitas umum oleh oknum bobotoh, jelas akan ada pihak yang dirugikan. "Yang rugi pasti masyarakat," tandasnya.

Panpel Persib Bandung memang telah mendapatkan izin dari pemerintah setempat selaku pemilik Stadion Si Jalak Harupat. Namun untuk menggelar sebuah pertandingan, panpel juga harus memiliki izin keamanan dari pihak kepolisian.

Hendro mengaku akan berkoordinasi dengan pihak lain, seperti Pemkab Bandung. Jika memang Pemkab Bandung telah mengizinkan dan panpel serta bobotoh memberikan jaminan, izin untuk menggelar pertandingan bisa saja dikeluarkan.

Kendati demikian, Hendro mengaku siap jika nantinya Persib menggunakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai tempat pertandingan kandang. "Kita sih siap kalau pertandingannya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Namun tentu semuanya berjalan tertib, tidak ada tindakan yang merugikan masyarakat," tegasnya.

Sabtu, 22 Januari 2011

"Saya Tidak Menghina"

PERTANDINGAN Persisam Putra melawan Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (20/1), memasuki menit ke-76. Skor masih imbang 0-0. Di layar ANTV, sebuah adegan yang sangat mengejutkan terjadi. Striker Persib, Cristian Gonzales tertegun menatap wasit Suharto, yang mengacungkan kartu merah ke arahnya.

Apa yang terjadi? Puluhan bobotoh yang hadir di acara nonton bareng Viking Persib Club di pelataran parkir Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, kebanyakan menggelengkan kepala.

Sebab di layar kaca sama sekali tak tertangkap adegan pelanggaran yang dilakukan Gonzales hingga membuatnya harus diganjar kartu merah.

"Kita juga bingung dan tidak tahu, kenapa wasit menghukum Gonzales dengan kartu merah," ujar asisten pelatih Persib, Robby Darwis ketika ditanya "GM" tentang penyebab keluarnya kartu merah dari saku Suharto untuk Gonzales.

Belakangan, situs simamaung.com melaporkan, striker berjuluk "El Loco" ini diganjar kartu merah langsung karena dianggap melontarkan kata-kata yang menghina asisten wasit.

Dugaan itu, tentu saja dibantah striker timnas Indonesia itu. Gonzales bahkan mengaku bingung dengan keputusan sang pengadil.

"Terus terang, saya tidak tahu kenapa wasit seperti itu. Kenapa mereka selalu berbuat tidak benar kepada Persib? Padahal saya tidak bilang apa-apa kepada wasit atau hakim garis. Ini benar-benar aneh," ujarnya.

Gonzales menuturkan, kartu merah langsung yang diterimanya dari Suharto tersebut, merupakan kejadian pertama sepanjang kariernya di Indonesia sejak tahun 2003. Akibat kartu merah itu, Gonzales dipastikan bakal absen pada saat Persib menjamu Arema Indonesia di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (23/1)

Gonzales Diusir Wasit Gara-gara Umpatan Monyet?

Bomber andalan Persib Cristian Gonzales dituduh melontarkan kata kasar pada asisten wasit, sehingga diusir dari lapangan saat Persib bertanding versus Persisam kemarin.

Gonzales dituduh mengucapkan kata Monyet kepada asisten wasit. Namun pemain bernomor punggung 99 ini langsung membantahnya. "Itu bola di belakang," kata Gonzales mengulang kata-katanya.

Sayangnya, kata Gonzales, wasit mengartikan lain. "Tapi mungkin wasit mengartikannya lain, saya tidak mengerti. Ya inilah wajah sepakbola Indonesia," pungkasnya.

Ia menambahkan, selama 9 tahun berkarir sebagai pemain sepak bola di Indonesia, belum pernah sekali pun mendapatkan kartu merah langsung tanpa dikenai kartu kuning sebelumnya.

Namun ia mengaku hanya bisa pasrah dan tak dapat berbuat apa-apa dengan keputusan aneh wasit tersebut. Untuk selanjutnya ia menyerahkan segalanya kepada manajemen Persib jika nantinya akan mengajukan protes lewat banding ke PT Liga Indonesia.

"Saya harus lebih konsentrasi lagi, ini pelajaran buat saya. Dipertandingan nanti melawan Arema FC (Minggu 23 Januari 2011) saya tidak bisa main, saya akan suport di luar lapangan saja. Mudah-mudahan Persib bisa meraih poin," terangnya.

Pengakuan Gonzales juga dibenarkan kapten tim Persib Eka Ramdani yang saat itu posisinya tak jauh dari pemain berjuluk El Loco itu.

"Gonzales memang tak mengeluarkan kata kasar, dia hanya bilang itu bola dibelakang, tapi kenapa dia malah dikasih kartu merah, saya tidak mengerti," ucapnya.

Di menit 75, sebelum diusir dari lapangan, Gonzales memang sempat berbincang dengan pelatih Persib Daniel Roekito saat disaat pertandingan terhenti karena Baihakki Bin Khaizan mendapatkan pertolongan usai dihajar pemain depan Persisam.

Setelah itu, ia terlihat mengeluarkan kata-kata kepada hakim garis sambil berjalan menuju lapangan. Diusirnya Gonzales memang menjadi puncak kekesalan kubu Persib.

Sebelumnya, banyak sekali keputusan wasit yang begitu merugikan Maung Bandung. Misalnya saja, setiap kali menyerang, hakim garis atau asisten wasit selalu saja mengangkat bendera tanda offside. Padahal, beberapa kali pemain Persib lolos dari perangkap offside

Persib Meralat Ancaman Mundur dari LSI

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku siap melayangkan protes ke PSSI terkait diusirnya Cristian Gonzales oleh wasit Suharto pada laga Persib vs Persisam kemarin.

"Soal kekalahan saya rasa itu tidak bisa diganggu gugat kalau pun mengajukan protes akan sia-sia. Tapi untuk kartu merah Gonzales, kita akan lihat dan akan kami bahas, jika memungkinkan untuk dilakukan banding kami akan lakukan," ucap Umuh, Jumat (21/1/2011).

Umuh juga meralat soal ancaman mundur dari Liga Super Indonesia (LSI). Usai pertandingan itu, Umuh hanya membandingkan soal wasit LSI dan Liga Primer Indonesia (LPI), yang dianggapnya lebih profesional.

“Jadi bukannya kami akan mundur, tolong jangan diterjemahkan seperti itu. Secepatnya kami akan bahas kejadian ini, dan mudah-mudahan menghasilkan rekomendasi positif buat perkembangan sepakbola nasional," terangnya.

Soal kekecewaan pemain, manajemen dan bobotoh, Umuh memakluminya. Sebab Persib memang jelas-jelas dicurangi wasit. Namun ia mengajak seluruh elemen di tubuh Persib menyikapinya dengan positif, demi kemajuan sepakbola nasional.

"Kami paham dengan kekecewaan yang dirasakan bobotoh. Tapi kita ambil sisi positifnya saja, mudah-mudahan kejadi di Samarinda ini jadi bahan koreksi untuk PSSI agar kedepannya lebih baik lagi,” ucapnya.

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mulai melirik kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Hal tersebut dilakukannya setelah persib kembali dirugikan wasit pada pertandingan tandang melawan Persisam Putra Samarinda, Kamis (20/1/2011).

Sejak Perserikatan, Wasit Selalu Rugikan Persib

Mantan Pemain Persib Bandung Dede Iskandar menganggap biasa soal keberpihakan wasit terhadap tuan rumah saat Persib Bandung bertanding.

Meski demkian, ia menyayangkan tragedi yang melanda bekas timnya itu saat ditaklukan Persisam Putra Samarinda 1-0 di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (20/1/2011) sore.

"Wasit di LSI (Liga Super Indonesia) memang seperti itu, selalu menguntungkan tuan rumah. Setiap wasit, pasti akan mendapat jamuan dari tuan rumah sebelum pertandingan. Dan itu sepertinya sudah menjadi tradisi sejak zaman perserikatan," kata Dede saat dihubungi Jumat (21/1/2011).

Dede mengakui permainan Persib pada pertandingan tersebut jauh lebih baik dibanding lawannya. Namun karena wasit merusak pertandingan dengan mengusir Cristian Gonzales tanpa alasan jelas, mental pemain Persib langsung turun.

"Kalau mental pemain sudah drop otomatis konsentrasi mereka juga ikut buyar. Jangankan satu menit, setengah menit juga bisa kebobolan kalau konsentrasi pemain sudah buyar," tandasnya.

Bermain di kandang lawan, menurut Dede, apapun bisa saja terjadi. Dede pun mempunyai pengalaman pahit dikerjai oleh wasit semasa dirinya masih berkostum biru-biru dan berposisi sebagai bek kiri Maung Bandung.

"Saat itu, saya pernah menjegal pemain lawan di luar kotak penalti, tapi wasit malah memberikan penalti. Bahkan ada yang lebih parah, ada pemain yang tidak disentuh tiba-tiba jatuh sendiri, kita malah dikasih penalti," cerita Dede.

Karena kecurangan wasit ini sudah menahun, menurut Dede, menjadi percuma klub memiliki pemain berkualitas. "Wasit harus segera dibenahi, sebab persoalan utama kompetisi kita ini adalah wasit, sehingga wajar saja kalau timnas kita terus terpuruk karena kompetisinya memang seperti ini," tegasnya.

Daniel Roekito Keluhkan Jadwal yang Sangat Padat

Persib Bandung tidak akan tampil full team pada laga kandang menjamu Arema Indonesia pada Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011 di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (23/1).

Absennya ujung tombak Cristian Gonzales yang mendapat kartu merah dari Wasit Suharto pada laga kontra Persisam Putra Samarinda Kamis (20/1) membuat kekuatan lini depan Persib berkurang. Di sisi lain, para pemain Persib juga tengah diliputi kelelahan fisik dan psikologis seusai melakoni tiga laga tandang luar pulau Jawa dalam tempo sembilan hari.

"Besok (Sabtu ini-red.) para pemain akan menjalani pemulihan fisik. Kita hanya latihan kebugaran. Lawan Arema kekuatan tim secara keseluruhan minimal harus bisa 80 persen," kata Pelatih Persib, Daniel Rukito yang ditemui sesaat setelah tiba di Stadion Persib, Jln. Achmad Yani Kota Bandung, Jumat (21/1), seusai melakoni tiga laga tandang di luar Jawa.

Mantan Pelatih Persiba Balikpapan dan Persik Kediri itu juga mengeluhkan ketatnya jadwal pertandingan LSI yang membuat Persib harus melakoni empat laga termasuk tiga laga tandang di luar Jawa dalam sebelas hari.

"Gila memang. Sebelas hari kita harus main empat kali. Dengan jadwal superketat seperti itu kondisi fisik pemain tentu tidak akan bisa maksimal," ucapnya.

Daniel berharap, pada pertandingan berikutnya ada perubahan jadwal. Seperti diketahui, dalam sembilan belas hari ke depan "Maung Bandung" juga harus melakoni tiga laga kandang dan dua partai tandang di Papua.

Meski begitu Daniel sendiri memang mewanti-wanti para pemainnya untuk tetap kerja keras dan konsentrasi penuh dalam setiap pertandingan. Meski pihaknya masih menyimpan kekecewaannya terhadap kinerja wasit Suharto yang dinilainya dapat mengacaukan kondisi psikologis para pemain, ia tetap meminta para pemainnya tampil penuh motivasi di kandang sendiri.

"Bagaimanapun kita harus menang jika main di kandang. Bandung rumah kita, kita harus bisa tunjukkan permainan yang terbaik dengan motivasi yang tinggi," ujar Daniel.

Sementara itu, mengenai hasil dari tiga laga tandang dengan satu kemenangan, Daniel mengatakan, hasil tersebut sudah maksimal. Daniel juga menjadikan tiga partai tersebut sebagai ujian bagi kualitas mental tim yang hampir dua bulan terakhir ditanganinya.

Dari sisi permainan, Daniel melihat Persib sudah mulai menunjukkan grafik menanjak. "Kita terapkan rotasi pemain dan itu berefek bagus bagi kinerja tim. Pemain muda juga cukup bagus dan potensial bagi tim," katanya.

Raih Kemenangan dengan Sportif

Persib Bandung ingin meraih kemenangan atas Arema Indonesia dengan cara sportif pada Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2010-2011, Minggu (23/1) malam ini di Stadion Siliwangi Bandung. Persib ingin membuktikan, mereka bisa menang tanpa ada faktor nonteknis sebagai tuan rumah.

Pelatih Persib Daniel Roekito menuturkan hal itu setelah uji coba lapangan di Stadion Siliwangi, Sabtu (22/1). "Enggak ada yang istimewa pada pertandingan nanti. Yang jelas, ini rumah kita. Persib harus memenangi pertandingan ini. Namun, saya enggak mau dengan cara yang tidak sportif. Kemenangan harus diraih dengan kerja keras dan disiplin, jangan kasih lawan kesempatan untuk menyerang kita," tuturnya.

Menurut Daniel, bermain di kandang bukan berarti kemenangan akan dibantu dengan faktor lain. Dia tidak ingin memikirkan hal nonteknis tersebut. Daniel hanya fokus membenahi tim agar segera pulih dari kekalahan lalu, untuk menghadapi Arema.

"Saya enggak mikir soal wasit. Saya sejak dulu enggak pernah protes, yang penting saya tahu pemain saya benar. Mengenai wasit, saya punya pengurus, biarkan mereka mengurusnya," ucap pelatih yang menangani Persib sejak Desember itu.

Mantan pelatih Persiba Balikpapan itu mengatakan, pihaknya saat ini memulihkan kelelahan pemainnya setelah menjalani tur Sumatra dan Kalimantan.

Seperti pada pertandingan sebelumnya, pada laga hari ini, Daniel kembali akan memberikan kejutan dengan rotasi pemain dari lini depan hingga lini belakang. "Rotasi pasti ada. Kita kecapaian setelah dalam 11 hari kita main 4 kali dengan perjalanan yang cukup jauh. Ini sudah enggak normal. Oleh karena itu, pinter-pinter bagaimana saya menjaga kondisi pemain dengan rotasi," ujarnya.

Menurut dia, semua pemain dipersiapkan dari setiap lini, begitu pula dengan pengganti Gonzales. Daniel mengatakan, Persib memiliki stok pemain berlimpah yang bisa mengganti peran Gonzales seperti Rachmat Afandi, Hilton Moreira, dan Pablo Frances. Sementara itu, Johan Yoga tidak bisa diturunkan karena sudah terdaftar di skuad Persib U-21.

Mengenai absennya Gonzales, menurut Daniel, tentu memberikan keuntungan bagi lawan. Namun, bagi Persib, hengkangnya kapten tim Arema Piere Njanka pun menjadi keuntungan. "Persib dan Arema memiliki keuntungan. Namun, saya tekankan bahwa Persib jangan tertumpu pada satu orang, yang penting kekompakan dan kemauan tim," katanya.

Daniel mengakui, dia tidak menyiapkan taktik khusus. Di mata Daniel, bagaimanapun kondisi Arema saat ini dengan pelatih baru Miroslave Janu, tidak ada yang berbeda. Ia sudah mengenal karakter juara kompetisi musim lalu itu. "Arema bagus, kemarin mereka bisa menekuk Persiba 3-0. Selama ini mereka tampil ngotot. Jadi, Persib harus lebih ngotot," ujarnya.

Daniel juga menambahkan, tidak ada pemain Arema yang perlu pengawalan ketat. Menurut Daniel, semua pemain "Singo Edan" harus diwaspadai.

Sementara itu, pelatih Arema Miroslav Janu bertekad tidak akan pulang dengan tangan hampa. Menurut dia, Persib merupakan tim yang tidak boleh disepelekan meskipun baru mengantongi 7 poin dari 8 pertandingan dan menempati posisi ke-14. "Saya lihat permainan Persib terakhir cukup bagus," tutur Janu yang ditemui seusai uji coba lapangan di Stadion Siliwangi.

Menurut Janu, absennya Gonzales memang menguntungkan Arema, tetapi Arema pun kehilangan pemain belakang Zulkifli Syukur yang sama-sama pemain Timnas. 

Energi Bobotoh

Energi Bobotoh

KEMBALI tampil di Stadion Siliwangi menjadi beban yang sangat berat bagi Hilton Mauro Moreira. Tentu bobotoh sangat berharap Persib bisa memetik kemenangan setelah "Maung Bandung" mengalami kekalahan pahit saat melawan Persisam Putra Samarinda, Kamis (20/1).

Bagi Hilton, laga melawan Arema Indonesia, Minggu (23/1) ini merupakan kali pertama ia beraksi di Stadion Siliwangi setelah absen pada enam pertandingan sehabis pemulihan cedera robek ligamen pada April 2010 lalu.

Hilton mengakui ada atmosfer yang berbeda dengan adanya nyanyian dukungan yang datang dari tribun penonton. Dukungan bobotoh menjadi suntikan energi positif bagi penampilan keempatnya bersama Persib pada musim ini.

Saat melawan "Singo Edan", Hilton juga akan kehilangan partnernya, Cristian Gonzales, yang diganjar hukuman kartu merah ketika lawan Persisam. Dalam dua musim ini, Hilton dan Gonzales merupakan duet penyerang Persib yang cukup diperhitungkan lawan. Lelaki asal Brasil kelahiran 27 Februari 1981 ini dikenal sebagai penyuplai umpan-umpan akurat kepada kaki kiri Gonzales.

"Enggak ada Gonzales memang ada perbedaan. Dia memiliki naluri mencetak gol yang luar bisa. Tetapi hal itu jangan dijadikan masalah. Ada atau tidak ada Gonzales sama saja. Masih ada penyerang lain yang sama bagusnya seperti Fandi (Rachmat Afandi), Pablo Frances. Namun, saya tidak tahu siapa yang akan diturunkan nanti," tutur ayah satu anak itu.

Mengenai kekuatan lini depan Persib, mantan pemain Deltras Sidoarjo itu mengakui, ketika ia kembali membela Persib terdapat perbedaan. Ketika di bawah Jaya Hartono, Persib selalu menerapkan dua striker. Kini, Daniel Roekito menempatkan tiga striker.

"Kalau ingin menyerang, kita gunakan tiga striker dengan formasi 4-3-3. Kalau ingin sedikit bertahan hanya dengan dua penyerang seperti dalam skema 3-5-2. Saya enggak masalah, pelatih sudah tahu bagaimana meracik timnya. Yang penting kita bisa main bagus," ujar pemain asal Sao Paulo Brasil itu.

Hilton mengakui, dia masih memiliki kekurangan setelah mengalami cedera. Menurut dia, fisiknya secara umum sudah kuat, rasa sakit sehabis cedera sudah hilang. "Namun, memang saya sedikit kaku di lapangan, saya masih kurang cepat. Butuh lima kali pertandingan untuk mengembalikan performa saya seperti sebelumnya. Saya harus terus konsentrasi dan mencari solusi," kata pemilik nomor punggung 10 itu.

Menghadapi Arema, Hilton tidak ingin terlalu memikirkan kekuatan lawan meskipun Arema merupakan tim yang kuat. Bagi Hilton, sebagai tuan rumah Persib harus lebih kuat apalagi dengan hadirnya bobotoh. "Yang penting tim kita saja dulu. Saya enggak mau memikirkan lawan seperti apa karena yang terpenting kita yang harus tanggung jawab atas tim ini," ujarnya.