Putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) akhir pekan ini akan dimulai. Persib Bandung akan mengawali putaran kedua dengan bertandang ke kandang Semen Padang, Sabtu (5/3) malam.
Meski bertajuk laga tandang, penggawa Maung Bandung merasa optimistis. Mereka yakin Persib bisa pulang membawa tiga angka atau minimal meraih hasil seri di Padang.
"Kalau saya ingin balas kok. Harus balas. Minimal kami draw di sana," tutur Pelatih Persib Daniel Roekito kepada wartawan di Stadion Persib, Kamis (3/3) pagi sebelum Persib berangkat ke Padang.
Daniel rupanya ingin membalas hasil imbang saat Semen Padang bertamu ke Stadion Siliwangi di akhir putaran kedua. Saat itu, Persib dipaksa mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1.
Sebagai bekal, Daniel memboyong 19 pemain ke Padang. Tiga pemain anyar Persib, bek tengah Abanda Herman, gelandang tengah asal Jepang Matsunaga Shohei dan playmaker asal Montenegro Miljan Radovic menjadi senjata andalan anyar bagi Persib.
Agar bisa meraih tiga angka, ia ingin para pemain bisa tampil fight saat bertanding. Jangan sampai pemain merasa takut karena bermain di kandang lawan. "Pemain harus berani duel," ucap mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.
Selasa, 08 Maret 2011
Andalkan Pemain Asing Baru
Andalkan Pemain Asing Baru
AHMAD YANI,(GM)-
Kehadiran tiga pemain asing baru diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap penampilan Persib Bandung pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Penampilan menjanjikan Abanda Herman (Kamerun), Matsunaga Shohei (Jepang), dan Miljan Radovic (Montenegro) selama dua pekan masa persiapan menjelang putaran kedua, diharapkan bisa ditunjukkan pada pertandingan Persib yang sesungguhnya.
Kendati masih menunggu pengesahan statusnya dari PT Liga Indonesia (LI), kontribusi positif ketiga pemain asing anyar Persib ini diharapkan sudah diberikan sejak laga pembuka putaran kedua ketika Eka Ramdani dan kawan-kawan dijamu Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3).
Setidaknya, harapan besar tersebut disampaikan Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah yang memimpin rombongan tim bertolak ke Padang, Kamis (3/3). "Selama masa latihan, penampilan mereka cukup bagus. Kita ingin para pemain asing baru tersebut bisa menunjukkan kelasnya pada pertandingan yang sesungguhnya," kata Dedy di pelataran parkir Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Kamis (3/3).
Dedy mengatakan, ketiga pemain asing anyar Persib tersebut harus bekerja keras bersama para pemain lama untuk memenangkan setiap pertandingan, termasuk ketika menghadapi Semen Padang. "Mungkin tidak akan mudah, tapi kita berharap Persib bisa menang di Padang," kata Dedy.
Belakang dan tengah
Di tempat yang sama, harapan besar terhadap kehadiran pemain asing baru itu juga dilontarkan asisten pelatih Persib, Robby Darwis. Mantan kapten Persib dan tim nasional ini mengatakan, kehadiran bek jangkung asal Kamerun, Abanda Herman bisa menutupi lubang di sektor pertahanan Persib yang selama ini menjadi sorotan publik sepak bola Bandung.
"Dengan postur ideal dan kemampuannya berkomunikasi, saya harapkan Abanda bisa memperkuat lini pertahanan Persib. Selama ini, kita lemah dalam antisipasi bola crossing. Saya harapkan kelemahan itu bisa ditutup Abanda," kata Robby.
Sementara itu, kehadiran Matsunaga dan Radovic diharapkan bisa memberikan banyak pilihan di lini tengah Persib yang selama ini hanya bertumpu kepada Eka Ramdani.
"Selain melapis Eka, Matsunaga dan Radovic pun piawai dalam memanfaatkan bola-bola mati. Sejauh ini, proses adaptasi mereka pun saya lihat tidak menghadapi masalah," kata Daniel.
AHMAD YANI,(GM)-
Kehadiran tiga pemain asing baru diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap penampilan Persib Bandung pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Penampilan menjanjikan Abanda Herman (Kamerun), Matsunaga Shohei (Jepang), dan Miljan Radovic (Montenegro) selama dua pekan masa persiapan menjelang putaran kedua, diharapkan bisa ditunjukkan pada pertandingan Persib yang sesungguhnya.
Kendati masih menunggu pengesahan statusnya dari PT Liga Indonesia (LI), kontribusi positif ketiga pemain asing anyar Persib ini diharapkan sudah diberikan sejak laga pembuka putaran kedua ketika Eka Ramdani dan kawan-kawan dijamu Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3).
Setidaknya, harapan besar tersebut disampaikan Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah yang memimpin rombongan tim bertolak ke Padang, Kamis (3/3). "Selama masa latihan, penampilan mereka cukup bagus. Kita ingin para pemain asing baru tersebut bisa menunjukkan kelasnya pada pertandingan yang sesungguhnya," kata Dedy di pelataran parkir Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Kamis (3/3).
Dedy mengatakan, ketiga pemain asing anyar Persib tersebut harus bekerja keras bersama para pemain lama untuk memenangkan setiap pertandingan, termasuk ketika menghadapi Semen Padang. "Mungkin tidak akan mudah, tapi kita berharap Persib bisa menang di Padang," kata Dedy.
Belakang dan tengah
Di tempat yang sama, harapan besar terhadap kehadiran pemain asing baru itu juga dilontarkan asisten pelatih Persib, Robby Darwis. Mantan kapten Persib dan tim nasional ini mengatakan, kehadiran bek jangkung asal Kamerun, Abanda Herman bisa menutupi lubang di sektor pertahanan Persib yang selama ini menjadi sorotan publik sepak bola Bandung.
"Dengan postur ideal dan kemampuannya berkomunikasi, saya harapkan Abanda bisa memperkuat lini pertahanan Persib. Selama ini, kita lemah dalam antisipasi bola crossing. Saya harapkan kelemahan itu bisa ditutup Abanda," kata Robby.
Sementara itu, kehadiran Matsunaga dan Radovic diharapkan bisa memberikan banyak pilihan di lini tengah Persib yang selama ini hanya bertumpu kepada Eka Ramdani.
"Selain melapis Eka, Matsunaga dan Radovic pun piawai dalam memanfaatkan bola-bola mati. Sejauh ini, proses adaptasi mereka pun saya lihat tidak menghadapi masalah," kata Daniel.
Perbaiki Konsentrasi Pemain
Terlepas dari kepemimpinan wasit Armando Pribadi yang dinilai merugikan, Persib Bandung harus memperbaiki konsentrasi para pemainnya. Gol balasan Semen Padang di waktu injury time, diduga akibat kosentrasi pemain yang menurun.
"Jika konsentrasi pemain tidak terganggu, gol balasan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Ini yang harus diperbaiki Persib," ujar mantan pemain Persib Bandung, Nandang Kurnaedi kepada "GM", Minggu (6/3).
Diungkapkan Nandang, harus diakui wasit yang memimpin laga Semen Padang kontra Persib memang telah menggangu konsentrasi para pemain. Tambahan waktu 6 menit merupakan hal tak lazim. Selain itu, permainan keras Semen Padang juga turut membuat konsentrasi pemain pecah.
"Hal ini yang tidak boleh terulang. Pemain harus mampu berkonsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan," tuturnya.
Hal itu juga terkait mental para pemain. Diakui Nandang, mental para pemain Persib memang telah mengalami peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya. Suntikan tiga pemain baru ternyata membawa dampak positif.
"Tetapi mental pemain Persib terlihat sedikit menurun di menit-menit akhir. Padahal itu merupakan masa kritis bagi tim yang tengah memimpin. Ini juga harus kembali diingatkan oleh pelatih," ujar Nandang.
Oleh karenanya, Nandang meminta agar wasit tidak terlalu dijadikan alasan. "Kita semua tahu kualitas wasit Liga Super Indonesia. Oleh karenanya kita harus siap dan tidak menjadikannya sebagai alasan," tegasnya.
Kendati demikian, hadirnya tiga pemain baru, Abanda Herman, Matsunaga Shoei, dan Miljan Radovic mampu membawa Persib ke posisi yang lebih baik.
"Kini tinggal perlu ditingkatkan kerja sama antarpemain. Matsunaga sudah sangat menonjol. Itu memberikan dampak positif bagi tim. Jika bisa lebih ditingkatkan maka Pesib akan lebih baik lagi," tukasnya.
"Jika konsentrasi pemain tidak terganggu, gol balasan tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Ini yang harus diperbaiki Persib," ujar mantan pemain Persib Bandung, Nandang Kurnaedi kepada "GM", Minggu (6/3).
Diungkapkan Nandang, harus diakui wasit yang memimpin laga Semen Padang kontra Persib memang telah menggangu konsentrasi para pemain. Tambahan waktu 6 menit merupakan hal tak lazim. Selain itu, permainan keras Semen Padang juga turut membuat konsentrasi pemain pecah.
"Hal ini yang tidak boleh terulang. Pemain harus mampu berkonsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan," tuturnya.
Hal itu juga terkait mental para pemain. Diakui Nandang, mental para pemain Persib memang telah mengalami peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya. Suntikan tiga pemain baru ternyata membawa dampak positif.
"Tetapi mental pemain Persib terlihat sedikit menurun di menit-menit akhir. Padahal itu merupakan masa kritis bagi tim yang tengah memimpin. Ini juga harus kembali diingatkan oleh pelatih," ujar Nandang.
Oleh karenanya, Nandang meminta agar wasit tidak terlalu dijadikan alasan. "Kita semua tahu kualitas wasit Liga Super Indonesia. Oleh karenanya kita harus siap dan tidak menjadikannya sebagai alasan," tegasnya.
Kendati demikian, hadirnya tiga pemain baru, Abanda Herman, Matsunaga Shoei, dan Miljan Radovic mampu membawa Persib ke posisi yang lebih baik.
"Kini tinggal perlu ditingkatkan kerja sama antarpemain. Matsunaga sudah sangat menonjol. Itu memberikan dampak positif bagi tim. Jika bisa lebih ditingkatkan maka Pesib akan lebih baik lagi," tukasnya.
"Wasit Tidak Adil, Mengejutkan!"
DEBUT perdana dengan permainan keras dan wasit yang tidak adil, ternyata cukup mengejutkan bagi gelandang Persib Bandung asal Motenegro, Mijlan Radovic. Mijlan mengaku tidak menyangka hal itu akan dialaminya saat menghadapi Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3) lalu.
"Sangat berbeda dengan di Montenegro. Ini pengalaman bagi saya," ujarnya saat tiba di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Minggu (6/3).
Tapi sebagai pemain profesional yang telah bermain di Siprus, Turki, Bosnia, dan Montenegro, Miljan mengaku akan beradaptasi dengan situasi tersebut.
"Saya akan berusaha beradaptasi dengan situasi seperti itu, terutama dengan wasit. Wasit di sini bertindak sangat beda dengan di Eropa. Tetapi itu tidak masalah bagi saya," ujarnya.
Seperti diketahui, wasit Armando Pribadi dinilai lebih sering merugikan Persib. Beberapa keputusannya mungkin sangat jarang ditemui Miljan saat berlaga di Eropa.
Tetapi selain akan mencoba beradaptasi dengan kondisi itu, Miljan pun mengaku tidak terlalu memikirkannya. Bagi pemain yang pernah merumput di klub Sivasspor Turki ini, hal yang lebih penting adalah berusaha bermain sebaik mungkin untuk Persib. "Saya akan berusaha meningkatkan penampilan. Saya harap bisa bermain lebih baik lagi," katanya.
Dengan hadirnya, Miljan, lini tengah Persib memang cukup hidup. Meski cukup berumur, melalui kakinya, distribusi bola ke lini depan menjadi lebih banyak. Sayang, umpannya masih kurang akurat.
"Semoga saya bisa lebih beradaptasi lagi dengan Atep, Eka, dan lainnya. Sehingga Persib bisa meraih kemenangan di laga berikutnya," harap pemain kelahiran 18 Oktober 1975 ini.
Bobotoh juga mengharapkan hal yang sama. Semoga di laga berikutnya, Miljan bisa membawa kemenangan bagi Persib.
"Sangat berbeda dengan di Montenegro. Ini pengalaman bagi saya," ujarnya saat tiba di Mes Persib, Jln. Ahmad Yani, Minggu (6/3).
Tapi sebagai pemain profesional yang telah bermain di Siprus, Turki, Bosnia, dan Montenegro, Miljan mengaku akan beradaptasi dengan situasi tersebut.
"Saya akan berusaha beradaptasi dengan situasi seperti itu, terutama dengan wasit. Wasit di sini bertindak sangat beda dengan di Eropa. Tetapi itu tidak masalah bagi saya," ujarnya.
Seperti diketahui, wasit Armando Pribadi dinilai lebih sering merugikan Persib. Beberapa keputusannya mungkin sangat jarang ditemui Miljan saat berlaga di Eropa.
Tetapi selain akan mencoba beradaptasi dengan kondisi itu, Miljan pun mengaku tidak terlalu memikirkannya. Bagi pemain yang pernah merumput di klub Sivasspor Turki ini, hal yang lebih penting adalah berusaha bermain sebaik mungkin untuk Persib. "Saya akan berusaha meningkatkan penampilan. Saya harap bisa bermain lebih baik lagi," katanya.
Dengan hadirnya, Miljan, lini tengah Persib memang cukup hidup. Meski cukup berumur, melalui kakinya, distribusi bola ke lini depan menjadi lebih banyak. Sayang, umpannya masih kurang akurat.
"Semoga saya bisa lebih beradaptasi lagi dengan Atep, Eka, dan lainnya. Sehingga Persib bisa meraih kemenangan di laga berikutnya," harap pemain kelahiran 18 Oktober 1975 ini.
Bobotoh juga mengharapkan hal yang sama. Semoga di laga berikutnya, Miljan bisa membawa kemenangan bagi Persib.
Pelita Jaya-Persib Tetap di Karawang
Asisten Pelatih Pelita Jaya, Djadjang Nurdjaman mengaku sama sekali belum mendengar adanya wacana menggelar pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung saat menjamu Persib, Sabtu (12/3) mendatang. Sejauh ini, Pelita Jaya tetap merencanakan pertandingan melawan Persib di kandang mereka, Stadion Singaperbangsa Karawang.
"Saya belum mendengar itu (wacana main di Stadion Si Jalak Harupat, red). Sejauh ini (pertandingan) masih direncanakan dimainkan di Karawang," kata Djadjang ketika dikonfirmasi "GM", Senin (7/5).
Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM", isu tersebut mencuat karena adanya kemungkinan pihak kepolisian setempat tidak akan mengeluarkan izin pertandingan lantaran pada musim lalu, pertemuan kedua tim berakhir rusuh.
Minimnya kapasitas Stadion Singaperbangsa yang hampir bisa dipastikan tidak akan bisa menampung animo bobotoh yang bakal datang, juga dinilai rawan. Pertandingan musim lalu pun sempat diwarnai insiden jebolnya pagar pembatas penonton di tribun timur yang mencederai sejumlah suporter.
Selain Stadion Si Jalak Harupat, menjelang pertandingan melawan Semen Padang, Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah mengaku sempat mendengar kabar kalau Pelita Jaya akan menjamu Persib di Cilegon, Banten. "Tapi, sejauh ini kita belum mengetahui kepastiannya," kata Dedy.
Usai sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (7/3), Manajer Persib, H. Umuh Muchtar pun mengaku belum mengetahui tentang rencana tempat pertandingan melawan Pelita Jaya. "Sampai sekarang, kita belum tahu," katanya.
Yakin di Karawang
Sementara itu, asisten pelatih Persib, Robby Darwis meyakini, Pelita Jaya akan tetap menjamu Persib di Karawang. "Kalau pertimbangannya pemasukan dari tiket, saya kira yang dibutuhkan Pelita Jaya sekarang bukan uang, tapi poin. Karena itu, saya yakin pertandingan melawan Pelita Jaya akan tetap di Karawang," kata Robby.
Di tempat yang sama, Sekretaris Tim Persib, Yudiana mengatakan, karena belum ada pemberitahuan apa pun, baik dari PT Liga Indonesia (PT LI) maupun Panpel Pelita Jaya, pihaknya tetap berpatokan pertandingan tetap dimainkan di Karawang. "Tapi untuk kepastiannya, saya akan segera menghubungi pihak Panpel Pelita Jaya," kata Yudiana.
"Saya belum mendengar itu (wacana main di Stadion Si Jalak Harupat, red). Sejauh ini (pertandingan) masih direncanakan dimainkan di Karawang," kata Djadjang ketika dikonfirmasi "GM", Senin (7/5).
Berdasarkan informasi yang didapatkan "GM", isu tersebut mencuat karena adanya kemungkinan pihak kepolisian setempat tidak akan mengeluarkan izin pertandingan lantaran pada musim lalu, pertemuan kedua tim berakhir rusuh.
Minimnya kapasitas Stadion Singaperbangsa yang hampir bisa dipastikan tidak akan bisa menampung animo bobotoh yang bakal datang, juga dinilai rawan. Pertandingan musim lalu pun sempat diwarnai insiden jebolnya pagar pembatas penonton di tribun timur yang mencederai sejumlah suporter.
Selain Stadion Si Jalak Harupat, menjelang pertandingan melawan Semen Padang, Wakil Manajer Persib, H. Dedy Firmansyah mengaku sempat mendengar kabar kalau Pelita Jaya akan menjamu Persib di Cilegon, Banten. "Tapi, sejauh ini kita belum mengetahui kepastiannya," kata Dedy.
Usai sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (7/3), Manajer Persib, H. Umuh Muchtar pun mengaku belum mengetahui tentang rencana tempat pertandingan melawan Pelita Jaya. "Sampai sekarang, kita belum tahu," katanya.
Yakin di Karawang
Sementara itu, asisten pelatih Persib, Robby Darwis meyakini, Pelita Jaya akan tetap menjamu Persib di Karawang. "Kalau pertimbangannya pemasukan dari tiket, saya kira yang dibutuhkan Pelita Jaya sekarang bukan uang, tapi poin. Karena itu, saya yakin pertandingan melawan Pelita Jaya akan tetap di Karawang," kata Robby.
Di tempat yang sama, Sekretaris Tim Persib, Yudiana mengatakan, karena belum ada pemberitahuan apa pun, baik dari PT Liga Indonesia (PT LI) maupun Panpel Pelita Jaya, pihaknya tetap berpatokan pertandingan tetap dimainkan di Karawang. "Tapi untuk kepastiannya, saya akan segera menghubungi pihak Panpel Pelita Jaya," kata Yudiana.
Daniel Tetap Kritik Matsunaga
Meski banyak kalangan memuji penampilan Matsunaga Shohei pada partai debutnya melawan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim Padang, Sabtu (5/3), namun pelatih Persib Bandung, Daniel Roekito tetap melontarkan kritik buat pemain berpaspor Jepang ini.
Pelatih asal Rembang ini mengatakan, Sho --sapaan akrabnya-- hanya bagus ketika menguasai bola, tapi tidak pada saat bola di kaki lawan. Kritikan Daniel terhadap Matsunaga itu dilontarkan usai memimpin sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (7/3).
"Hari ini (kemarin, red) yang saya lakukan adalah mengevaluasi seluruh kekurangan dalam pertandingan kemarin (lawan Semen Padang, red). Khusus Matsunaga, dia pemain yang bagus. Tapi hanya pada saat menguasai bola. Kalau bola ada di kaki lawan, beberapa kali ia hanya membuntuti. Hal itu yang terus saya ingatkan kepada Matsunaga," katanya.
Sebelumnya, Daniel juga sempat mengkritik pergerakan Matsunaga yang terlalu "ngacak". "Pergerakannya memang bagus. Tapi masih terlalu ngacak. Sepak bola 'kan tidak bisa seperti itu. Semuanya bisa diatur," ujarnya.
Lini pertahanan
Selain Matsunaga, Daniel juga menyoroti lini pertahanan timnya yang menurut pendapat orang sudah mengalami perbaikan. Meskipun tidak membantah, Daniel mengatakan, ia harus terus memperbaiki sektor pertahanan, khususnya saat melakukan zona marking.
"Kekurangan lainnya zona marking. Dalam pertandingan kemarin (lawan Semen Padang, red) saya melihat Maman (Abdurahman) masih terlalu renggang saat menjaga lawan. Begitu juga dengan pemain belakang lainnya. Hal itu tidak boleh terjadi lagi, karena dengan pertahanan yang kurang rapat, para pemain lawan punya kesempatan bergerak. Itu juga terus saya perbaiki menjelang lawan Pelita Jaya," tutur mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.
Menurut pandangan Daniel, perbaikan sistem zona marking para pemain belakangnya mutlak diperlukan karena Pelita Jaya punya seorang Mohd. Safee bin Mohd. Sali yang menyukai bola-bola terobosan yang tajam. "Saya harus siapkan pemain belakang untuk mengantisipasi itu," katanya.
Pelatih asal Rembang ini mengatakan, Sho --sapaan akrabnya-- hanya bagus ketika menguasai bola, tapi tidak pada saat bola di kaki lawan. Kritikan Daniel terhadap Matsunaga itu dilontarkan usai memimpin sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Senin (7/3).
"Hari ini (kemarin, red) yang saya lakukan adalah mengevaluasi seluruh kekurangan dalam pertandingan kemarin (lawan Semen Padang, red). Khusus Matsunaga, dia pemain yang bagus. Tapi hanya pada saat menguasai bola. Kalau bola ada di kaki lawan, beberapa kali ia hanya membuntuti. Hal itu yang terus saya ingatkan kepada Matsunaga," katanya.
Sebelumnya, Daniel juga sempat mengkritik pergerakan Matsunaga yang terlalu "ngacak". "Pergerakannya memang bagus. Tapi masih terlalu ngacak. Sepak bola 'kan tidak bisa seperti itu. Semuanya bisa diatur," ujarnya.
Lini pertahanan
Selain Matsunaga, Daniel juga menyoroti lini pertahanan timnya yang menurut pendapat orang sudah mengalami perbaikan. Meskipun tidak membantah, Daniel mengatakan, ia harus terus memperbaiki sektor pertahanan, khususnya saat melakukan zona marking.
"Kekurangan lainnya zona marking. Dalam pertandingan kemarin (lawan Semen Padang, red) saya melihat Maman (Abdurahman) masih terlalu renggang saat menjaga lawan. Begitu juga dengan pemain belakang lainnya. Hal itu tidak boleh terjadi lagi, karena dengan pertahanan yang kurang rapat, para pemain lawan punya kesempatan bergerak. Itu juga terus saya perbaiki menjelang lawan Pelita Jaya," tutur mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.
Menurut pandangan Daniel, perbaikan sistem zona marking para pemain belakangnya mutlak diperlukan karena Pelita Jaya punya seorang Mohd. Safee bin Mohd. Sali yang menyukai bola-bola terobosan yang tajam. "Saya harus siapkan pemain belakang untuk mengantisipasi itu," katanya.
Persib Diizinkan Jamu Persija di Jalak Harupat
Bandung - Persib mendapatkan izin menjamu Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), Jumat (18/3/2011) mendatang.
Sekretaris Panpel Persib Bandung Budi Bram Rachman mengatakan, surat izin tersebut, dikeluarkan langsung Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Selasa (8/3/2011) serta ditandatangani Kadisbudpar Kabupaten Bandung, Marlan SIp, MSi dengan nomor: 426.22/168/Bid-OR, tertanggal 8 Maret.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang telah ikut mendukung Persib yang akan bertanding melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat," kata Bram saat dihubungi INILAH.COM melalui ponselnya, Selasa (8/3/2011).
Dengan keluarnya izin penggunaan stadion tersebut, panpel akan segera mengurus izin penyelenggaraan pertandingan ke Polres Bandung. Sebab, kata dia, salah satu syarat memulai perizinan adalah dengan adanya surat keputusan penggunaan stadion. "Besok kita tinggal mengurus soal izin dari pihak kepolisian," ucapnya.
Soal pernyataan sikap dari panpel dan bobotoh seperti diinginkan pihak kapolrestabes Bandung panpel siap melakukannya. "Selama ini kami selalu siap dan selalu ada pernyataan, hanya tinggal dari bobotohnya saja. Kami berharap semuanya berjalan lancar, dan bobotoh pun saya rasa tidak ada masalah. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar," harap Bram.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung Marlan mengatakan, izin penggunaan stadion akan diberikan pada setiap pertandingan, tidak sekaligus sampai akhir kompetisi. Laga perdana akan dijadikan patokan izin-izin selanjutnya.
"Jika pada pertandingan nanti dan selanjutnya berjalan lancar, aman dan tertib, kami mempersilakan Persib menggunakan stadion seterusnya. Tapi sebaliknya, jika ada kerusuhan atau perusakan fasilitas stadion oleh oknum bobotoh, kami akan tinjau ulang lagi izin untuk pertandingan berikutnya," tegasnya.
Sekretaris Panpel Persib Bandung Budi Bram Rachman mengatakan, surat izin tersebut, dikeluarkan langsung Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Selasa (8/3/2011) serta ditandatangani Kadisbudpar Kabupaten Bandung, Marlan SIp, MSi dengan nomor: 426.22/168/Bid-OR, tertanggal 8 Maret.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang telah ikut mendukung Persib yang akan bertanding melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat," kata Bram saat dihubungi INILAH.COM melalui ponselnya, Selasa (8/3/2011).
Dengan keluarnya izin penggunaan stadion tersebut, panpel akan segera mengurus izin penyelenggaraan pertandingan ke Polres Bandung. Sebab, kata dia, salah satu syarat memulai perizinan adalah dengan adanya surat keputusan penggunaan stadion. "Besok kita tinggal mengurus soal izin dari pihak kepolisian," ucapnya.
Soal pernyataan sikap dari panpel dan bobotoh seperti diinginkan pihak kapolrestabes Bandung panpel siap melakukannya. "Selama ini kami selalu siap dan selalu ada pernyataan, hanya tinggal dari bobotohnya saja. Kami berharap semuanya berjalan lancar, dan bobotoh pun saya rasa tidak ada masalah. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar," harap Bram.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung Marlan mengatakan, izin penggunaan stadion akan diberikan pada setiap pertandingan, tidak sekaligus sampai akhir kompetisi. Laga perdana akan dijadikan patokan izin-izin selanjutnya.
"Jika pada pertandingan nanti dan selanjutnya berjalan lancar, aman dan tertib, kami mempersilakan Persib menggunakan stadion seterusnya. Tapi sebaliknya, jika ada kerusuhan atau perusakan fasilitas stadion oleh oknum bobotoh, kami akan tinjau ulang lagi izin untuk pertandingan berikutnya," tegasnya.
Polisi Minta Jaminan Panpel
Pihak kepolisian meminta jaminan Panpel Persib yang ingin menggelar pertandingan kandang putaran II Liga Super Indonesia (LSI) "Maung Bandung" di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung.
"Apakah panpel bisa menjamin tidak terjadi peristiwa seperti yang sudah-sudah?" ujar Kapolres Bandung, AKBP Hendro Pandowo saat ditemui "GM" di Graha Bhayangkara, Jln. Cicendo, Senin (7/3).
Pihaknya bisa memberi izin pertandingan jika panpel mampu meyakinkan polisi dan menjamin tak akan ada kerusuhan penonton. "Kalau dijamin tidak akan ada kerusuhan bisa saja diizinkan," katanya.
Tidak hanya kepada panpel, kepolisian juga meminta masing-masing bobotoh atau kelompok suporter melalui koordinatornya untuk berkomitmen tidak akan melakukan kerusuhan, apalagi perusakan. "Panpel 'kan pasti tahu koordinator tiap kelompok," katanya.
Hendro Pandowo mengimbau bobotoh untuk bersikap sportif atas hasil pertandingan yang dijalani Persib. "Apa pun hasilnya, bobotoh harus siap menang dan siap kalah. Intinya junjung tinggi nilai sportivitas," imbaunya.
Hendro menambahkan, jika terjadi kerusuhan atau perusakan fasilitas umum oleh oknum bobotoh, jelas akan ada pihak yang dirugikan. "Yang rugi pasti masyarakat," tandasnya.
Panpel Persib Bandung memang telah mendapatkan izin dari pemerintah setempat selaku pemilik Stadion Si Jalak Harupat. Namun untuk menggelar sebuah pertandingan, panpel juga harus memiliki izin keamanan dari pihak kepolisian.
Hendro mengaku akan berkoordinasi dengan pihak lain, seperti Pemkab Bandung. Jika memang Pemkab Bandung telah mengizinkan dan panpel serta bobotoh memberikan jaminan, izin untuk menggelar pertandingan bisa saja dikeluarkan.
Kendati demikian, Hendro mengaku siap jika nantinya Persib menggunakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai tempat pertandingan kandang. "Kita sih siap kalau pertandingannya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Namun tentu semuanya berjalan tertib, tidak ada tindakan yang merugikan masyarakat," tegasnya.
"Apakah panpel bisa menjamin tidak terjadi peristiwa seperti yang sudah-sudah?" ujar Kapolres Bandung, AKBP Hendro Pandowo saat ditemui "GM" di Graha Bhayangkara, Jln. Cicendo, Senin (7/3).
Pihaknya bisa memberi izin pertandingan jika panpel mampu meyakinkan polisi dan menjamin tak akan ada kerusuhan penonton. "Kalau dijamin tidak akan ada kerusuhan bisa saja diizinkan," katanya.
Tidak hanya kepada panpel, kepolisian juga meminta masing-masing bobotoh atau kelompok suporter melalui koordinatornya untuk berkomitmen tidak akan melakukan kerusuhan, apalagi perusakan. "Panpel 'kan pasti tahu koordinator tiap kelompok," katanya.
Hendro Pandowo mengimbau bobotoh untuk bersikap sportif atas hasil pertandingan yang dijalani Persib. "Apa pun hasilnya, bobotoh harus siap menang dan siap kalah. Intinya junjung tinggi nilai sportivitas," imbaunya.
Hendro menambahkan, jika terjadi kerusuhan atau perusakan fasilitas umum oleh oknum bobotoh, jelas akan ada pihak yang dirugikan. "Yang rugi pasti masyarakat," tandasnya.
Panpel Persib Bandung memang telah mendapatkan izin dari pemerintah setempat selaku pemilik Stadion Si Jalak Harupat. Namun untuk menggelar sebuah pertandingan, panpel juga harus memiliki izin keamanan dari pihak kepolisian.
Hendro mengaku akan berkoordinasi dengan pihak lain, seperti Pemkab Bandung. Jika memang Pemkab Bandung telah mengizinkan dan panpel serta bobotoh memberikan jaminan, izin untuk menggelar pertandingan bisa saja dikeluarkan.
Kendati demikian, Hendro mengaku siap jika nantinya Persib menggunakan Stadion Si Jalak Harupat sebagai tempat pertandingan kandang. "Kita sih siap kalau pertandingannya digelar di Stadion Si Jalak Harupat. Namun tentu semuanya berjalan tertib, tidak ada tindakan yang merugikan masyarakat," tegasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)