Senin, 29 November 2010

Profil Atep




Persib Bandung

Pada musim 2008/2009, Persib Bandung akhirnya berhasil mengontrak Atep, setelah gagal mendapatkannya di musim sebelumnya. Walaupun kedatangan nya disambut begitu positif oleh para bobotoh, Ia tidak mendapat begitu banyak kesempatan untuk bermain di awal-awal musim sehingga banyak yang memperkirakan bahwa ia akan hengkang pada musim transfer di jeda kompetisi. Namun ia bertahan dan akhir nya mulai mendapatkan kesempatan bermain walaupun hanya sebagai pemain cadangan. Pada tanggal 6 Mei 2009 ketika Persib kalah 2-1 melawan Pelita Jaya, ia masuk dalam skuad utama dan Atep mencetak satu-satu nya gol yang dicetak oleh Persib dan juga merupakan gol pertamanya di Liga Super bersama Persib Bandung.
Pada Musim keduanya (2009/2010) bersama Persib Bandung. Ia masuk Skuad Utama Persib setelah menggantikan Siswanto yang hengkang ke Persisam. Pada Musim ini, pemain sayap yang memiliki nama Lengkap Atep Ahmad Rizal ini semakin bersinar bersama Persib walau gagal membawa Persib Juara.


Karier Timnas

  • 2003 PSSI U-20
  • 2005 AFF Tiger Cup
  • 2006 Merdeka Games
  • 2007 AFF Tiger Cup & Piala Asia


Prestasi

  • Persib Jr. Juara Piala Suratin
  • PSSI U-20 Runner Up Piala Gubernur Kal-Tim
  • 2004 Peringkat III Divisi Utama Liga Indonesia * 2004
  • 2005 Runner Up Divisi Utama Liga Indonesia, Runner Up Copa Indonesia * 2005
  • 2007/08 Semifinal Liga Indonesia

Pelatih Baru Harus Bisa Perbaiki Mental

Meskipun pemain sudah berusaha untuk tidak terpengaruh oleh penurunan posisi di klasemen, tetap saja para pemain tidak bisa menutup mata bahwa kondisi Persib sebenarnya adalah tengah berada dalam titik terendah prestasi.

Karena itu, bek sayap kanan Persib, Gilang Angga Kusuma, berharap manajemen bisa mencari dan mendapatkan sosok pelatih yang bisa menggantikan Jovo dipilih berdasarkan kepentingan untuk meningkatkan moril dan mental bermain para pemain Persib sehingga dalam waktu dekat bisa mengembalikan kondisi psikologis pemain menjadi jauh lebih baik.

"Yang paling utama adalah pelatih tersebut bisa mendongkrak mental dan moril bermain para pemain. Saat ini moril kita sedang down, maka dari itu pelatih terpilih harus bisa mengembalikan moril kita," kata Gilang.

Gilang berharap dengan adanya pergantian pelatih ini, apa yang dialami Persib hingga berada di posisi buncit bisa teratasi. "Saya berharap pergantian Jovo bisa meningkatkan prestasi Persib di pertandingan-pertandingan selanjutnya," katanya.
Wildansyah Tak Khawatir Kehilangan Posisi Inti

Pemain muda Persib, Wildansyah, tidak takut dan tidak khawatir posisinya sebagai pemain inti di skuad Persib akan tergusur pascapergantian pelatih Persib, Jovo Cuckovic. Pemain bernomor punggung 4 ini memang menjadi pilihan utama Jovo dalam 6 laga yang sudah diselesaikan Persib. Wildan selalu dimainkan sejak menit pertama di posisi bek sayap, baik itu di sebelah kiri atau pun kanan.

Posisi Wildan di tim utama memang bisa saja tergeser oleh pemain lain, pasalnya pelatih baru yang akan ditetapkan manajemen nanti sudah tentu akan merombak komposisi pemain inti menyesuaikan dengan strategi dan karakteristik permainan yang akan diterapkannya nanti.

Menyikapi terancamnya posisi inti, Wildan berusaha berpikir realistis saja. Dirinya tidak takut jika nantinya pelatih baru tidak menempatkannya lagi sebagai starting elven Persib di laga-laga selanjutnya.

"Buat apa saya takut, pelatih tentu akan bersikap objektif untuk menilai kualitas pemainnya. Jadi saya hanya akan berusaha sebaik mungkin dalam latihan, pelatih pasti akan memilih pemain sesuai dengan keseriusan pemain tersebut dalam berlatih," kata Wildan.
**Dulur dulur bobotoh sadayana, disuhunkeun ka dulur - dulur nu masihan komentar di situs BOTN, ngangge kecap anu raos ka nu manah. Hayu urang ngabobotohan persib meh langkung sae kapayun na.

Syarat Calon Pelatih Persib Pengganti Jovo

Sejumlah nama meramaikan bursa pelatih Persib Bandung usai lengsernya Jovo Cuckovic dari kursi pelatih kepala. Ada dua nama pelatih asing yang bisa dikatakan jadi kandidat terkuat untuk duduk sebagai pelatih, yakni Peter White dan Fandi Ahmad.

Mantan pelatih timnas Indonesia, Peter White, kabarnya memiliki peluang lebih besar dibandingkan Fandi untuk mendapatkan kepercayaan mengarsiteki Persib, setelah bidikan utama Persib yakni pelatih timnas Thailand U-23 asal Inggris, Stephen Steve Darby, menolak keinginan Maung Bandung.

Selain dinilai memiliki catatan cukup baik dan mengenal kultur sepak bola di Indonesia. Sama halnya dengan White, Fandi juga dinilai memiliki pengalaman yang panjang dengan sepak bola Indonesia. Pada rentang 2007-2009, Fandi tercatat sebagai pelatih kepala Pelita Jaya FC.

Selain tiga nama tersebut, belakangan muncul isu sosok pelatih asal Australia berdarah Serbia, Milorad Ulukaro dikabarkan namanya disodorkan salah satu agen kepada pengurus.

Ulukaro adalah mantan pelatih klub Malaysia, Johor FC yang dibawanya meraih double winner pada musim 1991/1992. Catatan terakhir, Ulukaro melatih klub Liga Australia, Inter Lions.

Dari barisan pelatih lokal, sosok Daniel Roekito disebut-sebut jadi calon terkuat. Track record Daniel yang pernah membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006, jadi nilai tambah pelatih yang musim lalu menangani Persiba Balikpapan ini.

Selain Daniel, mantan pelatih PSMS Medan dan Persebaya Surabaya, Fredi Mulli juga masuk daftar calon pelatih. Kandidat lainnya adalah Bambang Nurdiansyah dan Benny Dollo.

Juru bicara PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono mengungkapkan, faktor pengalaman melatih klub di Indonesia merupakan syarat utama yang bakal digunakan pengurus sebelum menentukan pilihannya. "Paling utama berpengalaman melatih di Indonesia, dan sehingga tidak perlu susah payah beradaptasi lagi," terang Kuswara.

Sosok pelatih baru ini, dikatakan Kuswara diharapkan sudah diperoleh Maung Bandung paling cepat bulan ini. "Sebelum kembali menjalani kompetisi kita harapkan sudah ada pelatih baru," tandasnya.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar dihubungi VIVAnews.com enggan berkomentar tentang siapa calon pengganti Jovo yang layak menjadi pelatih. "Kita masih menggodok sejumlah nama untuk melatih Persib. Keputusannya dari pusat," ujar Umuh. "Soal siapa-siapa saja namanya nanti saja yah, biar pusat yang umumkan,"

Pelatih Bidikan Persib Setelah Steve Darby


Peter Withe
Peter Withe, pelatih berkebangsaan Inggris yang namanya sudah tidak asing lagi di kancah sepak bola nasional. Lahir di Liverpool 30 Agustus 1951, mengawali karir sebagai pemain di Southport FC pada tahun 1971 dan berakhir di Huddersfield Town pada tahun 1990. Selama menjadi pemain, White tergolong pemain yang sukses, dengan torehan 177 gol sepanjang karir, termasuk saat membuat gol ke gawang Bayern Munich di final Piala Champions untuk membawa klubnya Aston Villa menjuarai kompetisi paling elit di dataran Eropa tersebut. White juga tercatat sebagai anggota tim nasional Inggris Piala Dunia 1982 di Spanyol.

Karir kepelatihannya dimulai sesaat setelah dia menyatakan pensiun sebagai pemain. Tahun 1991, White melatih klub liga Inggris Wimbledon FC, namun di awal karirnya sebagai pelatih ini, dia belum menemukan kesuksesannya, White melatih Wimbledon tidak lebih dari 105 hari dan akhirnya dipecat.

Pada tahun 1998 White mulai menginjakkan kakinya di kawasan Asia Tenggara, tim nasional Thailand adalah tim pertama yang merasakan sentuhan pelatih yang dikenal disiplin ini. empat tahun menukangi tim nasional Thailand, White berhasil mempersembahkan dua kali gelar Piala Tiger (sekarang Piala AFF), yaitu pada tahun 2000 dan 2002. Di tahun 2004, White mulai melatih tim nasional Indonesia, namun kesuksesannya di negeri gajah putih tidak berhasil diulangi di negeri garuda ini, tim nasional Indonesia hanya mampu finish di posisi runner-up dibawah Singapura pada Piala AFF 2004, dan karena kegagalannya membawa Indonesia melaju ke semi final Piala AFF 2007, kontrak White bersama tim nasional Indonesia tidak diperpanjang. Selain gagal di Piala AFF, Withe juga gagal membawa Indonesia berprestasi di kejuaraan lain, misalnya Merdeka games 2006 dan BV Cup.

Namun dibalik kegagalannya mempersembahkan gelar bagi Indonesia, White berhasil mengorbitkan beberapa pemain muda saat itu, diantaranya 2 pemain Persib, yaitu Atep dan Eka Ramdani serta striker Persipura, Boaz Salossa.

Profil Singkat :

Nama: Peter Withe
Tempat Lahir: Liverpool, Inggris
Tanggal Lahir: 30 August 1951

Karir Pemain:
1971 Southport
1971–1972 Barrow
1972–1973 Port Elizabeth City
1973 Arcadia Shepherds
1973–1975 Wolverhampton Wanderers (3 Gol)
1975 Portland Timbers (17 Gol)
1975–1976 Birmingham City (9 Gol)
1976–1978 Nottingham Forest (28 Gol)
1978–1980 Newcastle United (25 Gol)
1980–1985 Aston Villa (74 Gol)
1985–1989 Sheffield United (18 Gol)
1987 Birmingham City (loan) (2 Gol)
1989–1990 Huddersfield Town (1 Gol)

Tim nasional Inggris
1981–1985 dengan 11 Caps (1 Gol)

Karir Pelatih:
1991 Wimbledon
1998–2002 Thailand
2004–2007 Indonesia

Kelebihan:

* Menggemari karakter permainan cepat dari sayap.
* Punya nama besar karena prestasinya sewaktu menjadi pemain dan pelatih.
* Punya pengalaman menangani timnas Indonesia.
* mengenal banyak pemain Indonesia.
* Memiliki pengetahuan sepakbola yang sangat luas.
* Mempunyai kemampuan membentuk karakter pemainan tim.
* Punya respektabilitas yang tinggi dihadapan pemain.
* Memiliki staff sendiri.
* Disiplin.

Kekurangan:

* Tidak pernah mau berbahasa Indonesia.
* Terkadang bertindak tempramental.
* Harga mahal.
* Tidak punya pengalaman menangani klub di Indonesia.
* Belum tentu mau menangani tim selevel klub Indonesia.
Penulis : Kru BoTN

Jovo Mendadak Pimpin Latihan Persib

Pelatih Jovo Cuckovic mendadak memimpin kembali sesi latihan sore skuad Maung Bandung di Lapangan Brigif Cimahi, Selasa (23/11/2010) sore. Padahal Jovo sudah dinyatakan dicoret dalam rapat bersama para pemegang saham dan dewan direksi PT PBB, Sabtu (20/11/2010).

Namun lantaran pencoretan namanya sebagai pelatih kepala Persib belum dinyatakan resmi, ia masih memimpin latihan bersama ketiga asistennya Robby Darwis, Anwar Sanusi dan Entang Hermanu. Padahal pada hari sebelumnya, dua kali sesi latihan Jovo tak hadir. Begitu juga saat latihan Selasa (23/11/2010) pagi tadi di Batununggal.

Jovo terlihat seperti biasanya, tampak ceria meski statusnya sudah bukan pelatih Persib. Bahkan pelatih berlisensi A UEFA ini, beberapa kali terlihat memberikan pengarahan kepada anak asuhannya. Dalam latihan sore ini ia memberikan menu latihan tendangan jarak jauh dan crossing.

Meski lapangan brigif diguyur hujan lebat, Jovo masih tetap bersemangat memberikan pengarahan-pengarahan saat pemain melakukan game kecil, sekaligus sebagai penutup menu latihan.

Saat akan ditanya perihal kehadiran Jovo dalam sesi latihan sore ini, manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, tidak mau menjawab teleponnya.
Jovo: Saya Hanya Diminta Melatih Lagi

Kehadiran Jovo Cuckovic di tengah para pemain Persib Bandung, dalam latihan sore di Lapangan Brigif Kota Cimahi, Selasa (23/11/2010) menimbulkan pertanyaan.

Pasalnya, sehari sebelumnya, Manajer Persib Bandung H Umuh Muchtar sempat berucap, untuk sementara Jovo dirumahkan dulu sambil menunggu kehadiran pelatih baru. Pertemuan selanjutnya bersama dewan direksi dan para pemegang saham PT PBB, waktunya hingga kini belum ditentukan.

Mendadak Jovo muncul memimpin latihan bersama ketiga asistennya Robby Darwis, Anwar Sanusi dan Entang Hermanu. Saat ditanya wartawan usai latihan, Jovo mengaku tidak tahu. Ia hanya diminta memimpin latihan lagi.

Kejadian itu setidaknya cukup merunyamkan tubuh Maung Bandung sendiri. Namun ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Jovo mengaku tidak tahu menahu soal siapa yang memintanya untuk melatih kembali Persib.

"Saya dijemput Yudiana (sekertaris tim Persib) enggak tahu intruksi dari siapa, saya disuruh datang latihan," kata Jovo, terburu-buru masuk ke dalam mobil karena hujan lebat.

Dalam Mobil Jovo mengulangi perkataannya, jika ia hanya diminta manajemen melatih lagi. "Saya hanya menjalankan intruksi manajemen, disuruh diam di rumah ya saya di rumah, disuruh melatih ya melatih, "ungkap Jovo menutup pembicaraan karena hujan semakin lebat.

Sekretaris tim Persib Yudiana mengaku, kehadiran Jovo di lapangan Brigif kali ini diminta langsung manajer Persib H Umuh Muchtar. Soal alasan lainnya ia tidak mengetahuinya. "Ya sama memang di suruh pak manajer untuk menjemput Jovo,"katanya.

Sementara Manajer Persib Umuh Muchtar ketika dihubungi via sms hanya menjawab singkat sedang berada di Surabaya. "Saya lagi di Surabaya," begitu pesan singkat yang disampaikan Umuh Muchtar.

Calon Pelatih Mengerucut Jadi 4 Nama

Beberapa nama calon pelatih Persib untuk menggantikan Jovo mulai bermunculan. Berita tentang kebutuhan Persib akan pelatih rupanya sudah sampai di telinga agen pelatih di Indonesia. Mereka pun langsung menyodorkan beberapa nama pelatih kepada manajemen Persib.

Untuk pelatih asing menyeruak 4 nama yaitu Fandi Ahmad (Singapura), Peter Withe (mantan pelatih timnas Indonesia), Stephen David Darby (Inggris) dan Milorad Ulukaro (Australia). Fandi Ahmad merupakan pelatih berpengalaman di Liga Indonesia dia bersinar bersama Pelita Jaya.

Peter Withe pernah mengarsiteki timnas Indonesia di SEA Games dan Piala AFF 2007, David Darby merupakan asisten pelatih timnas Thailand dan pernah membawa dua tim menjuarai Liga Malaysia. Nama baru yang muncul adalah Milorad Ulukaro yang membawa Johor FA menjuarai double winner di Liga Malaysia.

Sedangkan untuk pelatih lokal muncul nama Daniel Roekito (mantan pelatih Persik), Fredy Mulli (mantan pelatih Persebaya), Benny Dollo (mantan pelatih Persija) dan Bambang Nurdiansyah (mantan pelatih Arema).

Dari sekian nama tersebut calon pelatih Persib mengerucut menjadi 4 nama saja yaitu Bambang Nurdiansyah, Daniel Roekito, Peter Withe dan Fandi Ahmad. Alasannya hasil rapat pemegang saham mensyaratkan pelatih baru Persib harus pelatih yang berpengalaman memegang tim di Indonesia. Selain alasan tersebut, beberapa pelatih bidikan sudah menolak untuk melatih Persib, seperti David Darby yang condong ingin fokus melatih timnas Thailand U-23.

Mengenai calon pelatih Persib, manajer Persib, Umuh Muhtar, menyatakan sampai saat ini pihaknya masih belum memutuskan siapa calon pengganti Jovo. "Manajemen masih menunggu rapat pemegang saham selanjutnya untuk memutuskan masalah ini," kata Umuh.

Maka dari itu, pihaknya tidak bisa gegabah untuk memutuskan siapa calon pelatih Persib selanjutnya. Umuh pun tidak bisa menentukan batas akhir perekrutan pelatih Persib akan dilakukan.

"Kami sendiri tidak tahu kapan rapat tersebut akan kembali dilakukan. Yang jelas kami sudah meminta agar rapat secepatnya dilakukan sehingga tim bisa kembali fokus di Liga Indonesia," kata Umuh.

Kepengurusan Mantan Persib Segera Dibentuk

Mantan Persib Bandung akan mengukuhkan kepengurusan organisasinya. Pembentukan pengurus baru tersebut merupakan langkah awal Mantan Persib dalam mengaktifkan kembali kegiatan yang selama ini dinilai vakum. Bahkan ke depan, Mantan Persib akan membantu dan memberi masukan secara teknis bagi perkembangan Persib, baik Persib profesional maupun amatir.

Rencana pengukuhan pengurus Mantan Persib dilontarkan mantan pemain dan asisten pelatih Persib, Yusuf Bachtiar di Sekretariat Pengcab PSSI Kota Bandung, Jln. Gurame, Sabtu (20/11).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri mantan pemain lainnya, Adjat Sudrajat, Encas Tonif, Dadang Kurnia, Max Timisela, dan Dedi Sutendi tersebut, dirumuskan pengukuhan pengurus Mantan Persib akan melibatkan semua mantan pemain dari setiap angkatan.

"Pada dasarnya pembentukan pengurus ini adalah agar silaturahmi mantan pemain bisa lebih lancar. Tapi ke depannya, kita akan kembangkan lagi pada kegiatan lebih riil. Kita ingin mengembalikan nama besar Persib. Jika saja saat masih menjadi pemain angkatan kita, Persib terkenal dengan kekompakannya. Namun setelah menjadi mantan, kesannya kekompakan itu tidak ada. Dengan pengurus baru, kita ingin menjawab kalau Mantan Persib tetap kompak," tutur Yusuf yang diamini semua mantan pemain yang hadir.

Untuk lebih memantapkan rencana pengukuhan pengurus, pertemuan yang melibatkan seluruh mantan pemain akan dilakukan di Stadion Siliwangi dalam latihan bersama. "Jumat (26/11), mantan pemain biasanya latihan rutin. Dan, kita harap semua pemain bisa hadir dari setiap angkatan. Kita akan musyawarahkan dengan seluruh mantan," ujar Yusuf.

Agenda kegiatan

Bahkan sebelum pengukuhan pengurus Mantan Persib resmi dihelat, agenda kegiatan sudah disiapkan. "Langkah awal yang kita susun menggelar turnamen antarmantan. Bisa saja turnamen tersebut digelar mengatasnamakan bekas pengurus yang pernah membesarkan Persib. Beberapa tim atau organisasi mantan pemain sudah dihubungi, seperti Mantan Persebaya, Mantan PSMS, Mantan Persija hingga Mantan Timnas Indonesia. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar," terang Encas.

Mantan kapten tim Persib awal '80-an ini sangat mengharapkan semua mantan pemain Persib datang dan memberi masukan pada pertemuan di Stadion Siliwangi, Jumat (26/11) nanti. "Ini sangat penting, karena ke depan akan ada agenda lebih penting lainnya," tegas Encas

Persib Bandung Tantang 'Maung

Seperti dijanjikan sebelumnya, skuad Persib Bandung bakal segera melakoni laga uji coba pertama melawan tim juniornya, Persib Bandung U-21, Jumat (26/11/2010) di Stadion Siliwangi Bandung.

Kepastian tersebut disampaikan langsung asisten pelatih Persib Robby Darwis. Tujuan uji coba pertama ini, kata mantan kapten tim Persib ini, adalah untuk melihat sejauh mana perkembangan para pemainnya, setelah lebih dari satu pekan digembleng latihan fisik, taktik dan strategi.

Tim Persib U-21 yang ditukangi Asep Somantri (eks pemain Persib era 90-an) ini juga sudah menyatakan kesiapannya untuk meladeni laga uji coba dari seniornya.

"Rencananya pertandingan uji coba dengan Persib U-21 akan dilangsungkan hari Jumat (26/11/2010) nanti di Stadion Siliwangi, entah pagi atau sore lihat situasi nanti saja, apalagi cuaca kan tidak menentu," jelas Robby, di Mes Persib Jalan Ahmad Yani Bandung, Rabu (24/11/2010).

Pelatih Persib U-21, Asep Sumantri mengatakan, awalnya program uji coba tim asuhannya akan dilaksanakan hari Sabtu (27/11/2010). Namun uji coba dimajukan sehari karena Markus Haris Maulana berencana melangsungkan pernikahan dengan artis cantik Kiki Amelia.

"Tadinya sih uji coba itu Sabtu, tapi dimajukan sehari karena ada acara pernikahan Markus. Kalau kita sih siap-siap saja uji coba kapanpun, tidak masalah," kata Asep. 

Buntut Kisruh Petinggi Persib, Tim Bisa Jadi Korban

Diharapkan bisa menghasilkan solusi terbaik, sejumlah keputusan yang dihasilkan pada pertemuan pemegang saham mayoritas, jajaran komisaris dan dewan direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), justru memunculkan masalah baru.

Dua keputusan penting yang bisa berdampak buruk terhadap tim itu menyangkut status pelatih Jovo Cuckovic yang tidak jelas dan pergantian Direktur Utama PT PBB dari H. Umuh Muchtar kepada Glen Sugito.

Menurut mantan pemain dan pelatih Persib, Bambang Sukowiyono, kedua keputusan yang belakang menimbulkan kisruh tersebut berdampak besar terhadap tim.

"Persoalan utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut sebenarnya cuma soal pelatih. Tapi ternyata pertemuan bukan hanya memutuskan soal pelatih, tapi juga direktur utama. Ini yang dampaknya sangat besar buat tim," kata Suko ketika dihubungi "GM", Rabu (24/11).

Selain menggantungnya posisi Jovo setelah diputuskan diberhentikan, pemberhentian Umuh sebagai Dirut PT PBB dinilainya paling berdampak besar terhadap tim.

"Pak Umuh itu orang yang sangat berpengaruh di Persib. Kalau diganti, dampaknya pasti sangat besar. Jika ada keputusan seperti itu, mestinya sebelumnya harus diperhitungkan dulu secara matang," kata Suko.

Karena itu, demi menyelamatkan Persib secara keseluruhan, Suko menyarankan agar para petinggi Persib segera melakukan konsolidasi secara internal untuk menciptakan suasana yang sekondusif mungkin. "Kalau itu tidak bisa dilakukan, saya tidak yakin akan ada perbaikan dari keputusan-keputusan yang sudah diambil itu," kata Suko.
Tetapkan Pelatih

Meski tidak secara langsung mengakui besarnya pengaruh keputusan rapat terhadap tim, asisten pelatih Persib, Robby Darwis sempat mengungkapkan harapannya agar manajemen klub segera menetapkan pelatih pengganti Jovo. Soal calonnya, Robby tak terlalu mempermasalahkan.

"Yang terpenting buat saya manajemen bisa segera menunjuk pelatih pengganti. Siapa pun dia, yang penting program tim bisa berjalan dengan baik," katanya.

Jovo Sudah Setengah Hati

Kendati Jovo sempat menyatakan akan tetap bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya setelah diminta kembali menangani tim, keputusan manajemen klub Persib Bandung yang memberhentikannya tetap saja ada pengaruhnya. Buktinya, pada sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (24), Jovo sudah kelihatan setengah hati dalam menangani Atep dan kawan-kawan.

Berdasarkan pengamatan "GM", pada sesi latihan pagi kemarin, Jovo memang berada di tengah lapangan untuk memimpin sesi latihan. Tapi, banyak hal-hal yang di luar kebiasaan dilakukan oleh pelatih asal Serbia tersebut. Salah satu yang paling mencolok adalah ketika ia menenteng tas kecilnya di hampir sepanjang sesi latihan. Tanpa banyak memberikan instruksi, Jovo hanya memperhatikan dan sesekali berdialog dengan asistennya, Robby Darwis.

Dalam beberapa kesempatan, Jovo pun berulang kali berjalan meninggalkan Robby Darwis tanpa arah yang jelas. Sepanjang game, praktis tak ada teriakan khas Jovo jika ada pemainnya yang melakukan kesalahan.

Hal menarik lain yang tertangkap "GM" adalah menghilangnya gantungan kertas yang berisi program latihan harian dari lehernya. Bahkan, di tengah-tengah latihan, Jovo sempat terlihat membuka telepon selulernya, meski hanya sesaat. Usai latihan, Jovo pun lebih banyak terdiam di antara kerumunan para pemainnya yang tengah rehat di sisi lapangan.

Belum komunikasi

Usai latihan, ketika "keanehan-keanehan" itu ditanyakan kepadanya, termasuk raibnya gantungan kertas program latihan dari lehernya, Jovo hanya menjawab dengan senyum. "Program saya sekarang ada di dalam tas," kata Jovo, sambil menunjuk tas yang dijinjingnya.

Mengenai ketidakjelasan statusnya di Persib, Jovo mengatakan, sejauh ini ia belum juga diajak bicara oleh manajemen klub. "Saya hanya bicara di dalam lapangan saja," kata Jovo.

Hilton Siap, Tapi Tergantung Pelatih

Penyerang asal Brasil, Hilton Moreira saat ditanya wartawan mengaku siap untuk bermain pada laga uji coba Jumat (26/11) sore. Namun, keputusan untuk bermain atau tidak, diserahkannya kepada pelatih. "Saya siap. Tapi tergantung pelatih," katanya.

Musim lalu Hilton didera cedera cukup parah. Di awal putaran kedua saat melawan Persema Malang di Stadion Si Jalak Harupat, Hilton terkapar ketika mencoba mengamankan bola yang akan direbut oleh pemain lawan di akhir babak pertama.

Meski tak ada kontak fisik yang keras, Hilton langsung tak bisa meneruskan pertandingan. Alhasil, saat jeda pertandingan Hilton langsung dibawa ke rumah sakit untuk didiagnosa. Kemudian Hilton diputuskan tak bisa bermain bola untuk sementara waktu.

Pemain yang mengenakan nomor punggung 10 ini pun lalu pulang ke Brasil untuk mendapat pengobatan. Awal musim ini ia kembali ke Bandung. Namun ia belum bisa diturunkan karena menurut rekomendasi dokter di Brasil ia harus istirahat hingga akhir tahun.

Jumat sore,Persib ujicoba vs Persib u21

Bagi tim pelatih Persib Bandung, pertandingan uji coba melawan Persib U-21 yang akan digelar di Stadion Siliwangi, Jumat (26/11), mulai pukul 15.00 WIB merupakan ajang untuk melihat performa dan mencoba komposisi tim tanpa pemain tim nasional.

Hal ini perlu dilakukan karena bukan tidak mungkin, tujuh pemain Persib yang memperkuat timnas Indonesia dan Singapura bakal menghadapi kendala kelelahan pada saat tim kebanggaan bobotoh ini memainkan laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 2 Januari mendatang.

Asisten pelatih Persib, Robby Darwis tidak menepis kemungkinan itu. "Dalam pertandingan uji coba besok (hari ini, red) sore, kita akan memainkan semua pemain. Kita ingin melihat bagaimana kemampuan para pemain setelah berlatih dua minggu. Komposisi pemain pasti ada perubahan. Kita akan melihat kekompakan pemain yang ada," papar Robby, usai sesi latihan pagi di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (25/11).

Salah satu sektor yang paling ingin dilihat Robby adalah lini depan. Dikatakannya, pada pertandingan uji coba melawan Persib U-21 ini, duet Hilton Mauro Moreira dan Rachmat Afandi kemungkinan besar bakal dicobanya. Duet Hilton-Rachmat ini bakal dijadikan pasangan alternatif di lini depan selain Cristian Gonzales-Pablo Alejandro Frances.

"Untuk lini depan, saya ingin melihat kemampuan Hilton setelah beristirahat panjang karena pemulihan cedera. Hilton mungkin akan kita duetkan dengan Fandi," kata Robby.

Cari pengalaman

Sementara itu, pelatih Persib U-21, Asep Sumantri lebih menjadikan pertandingan uji coba melawan Persib ini sebagai ajang pembelajaran dan pengalaman bagi seluruh pemainnya. Selain itu, ia juga ingin melihat hasil latihan awal yang baru dilakukan sekitar empat hari.

"Sasaran utama kita sebenarnya ingin memberikan pengalaman kepada pemain saat menghadapi seniornya. Dari pertandingan ini, para pemain diharapkan bisa belajar untuk perbaikan performa mereka," kata mantan gelandang bertahan Persib era 1990-an ini. 

Persib Ditantang Bandung FC

Subang - Tim Bandung FC (BFC) yang kini tengah melakukan persiapan untuk mewakili Kota Bandung di ajang Liga Primer Indonesia (LPI) edisi Perdana menyatakan kesiapannya untuk menjadi lawan sparing partner Persib Maung Bandung yang kerepotan mencari lawan uji coba.

Kesiapan BFC menjadi lawan uji coba bagi Persib tersebut dikatakan langsung pelatihnya Nandar Iskandar kepada wartawan, usai timnya menekuk Persikas Kabupaten Subang 7-0 dalam laga uji coba keempatnya di Stadion Persikas, Subang, Kamis (25/11/2010).

Namun, Nandar meyerahkan sepenuhnya tawaran tersebut kepada Persib mengingat minimnya laga uji coba yang diperoleh Maung Bandung di masa persiapan Liga Super Indonesia musim ini.

"Kebetulan Bandung FC juga memiliki program uji coba, jadi kenapa tidak kita lakukan uji coba," kata Nandar.

Sejak Bandung FC melakukan seleksi para pemainnya di awal bulan ini, tim yang digagas M Kusnaeni ini sudah melakoni empat kali uji coba. Sementara Persib baru akan melakukan uji coba melawan Persib U-21, Jumat (26/11/2011).

Nandar yang merupakan mantan pelatih Persib tentu saja merasa prihatin bekas tim besutannya kini berada di dasar klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Nandar memandang, Persib harus bisa memanfaatkan waktu libur selama dua bulan ini dengan banyak melakukan uji coba.

"Persib terlalu lama beristirahat, mereka harus segera melakukan uji coba. Sebab tim-tim pesaing lainnya sudah lebih dulu in, sedangkan Persib masih berada di bawah," jelas Nandar.

Sebelumnya, Asisten pelatih Robby Darwis memang sempat menyatakan keinginannya untuk melakukan uji coba dengan tim LPI yang sama-sama tengah melakukan persiapan.

Keinginan itu disampaikan Robby, mengingat sulitnya Persib mencari lawan uji coba yang sepadan karena kompetisi tim dari divisi utama sudah berjalan. Sementara mencari lawan uji coba dengan tim LSI tidak memungkinkan.

Pengumuman Pelatih Baru Tertunda Lagi

Persib Bandung hampir dipastikan belum akan memiliki pelatih baru di awal pekan ini. Pasalnya hingga Minggu (28/11), manajemen belum menentukan arsitek baru pengganti Jovo Cukcovic.

"Kita belum akan mengumumkan pelatih besok," kata Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar kepada "GM", Minggu (28/11).

Umuh mengaku, hal itu dikarenakan Persib masih memilih dan memilah pelatih yang pantas untuk menangani Eka Ramdani cs. "Kita masih mencari yang terbaik untuk Persib," singkatnya.

Hingga kemarin, sejumlah nama pelatih cukup kuat diisukan akan menggantikan Jovo Cukcovic. Bahkan sejumlah mantan pemain Persib secara tegas telah merekomendasikan Daniel Roekito dan Bambang Nurdiansyah. Umuh pun mengaku masih mempertimbangkan rekomendasi yang diberikan para mantan pemain Persib tersebut.

Namun di luar itu, pelatih asal Serbia, Darko Janackovic yang dipecat Persib tiba-tiba muncul di Kota Bandung. Darko terlihat berjalan dengan seorang wanita cantik di Bandung Indah Plaza, Minggu (28/11). Meski telah dipecat, Darko memang masih menjadi buah bibir di lingkungan Persib. Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Muhammad Farhan bahkan menyatakan, secara tegas Darko merupakan pelatih yang cukup berkualitas. Darko datang ke Persib dengan membawa rencana jangka panjangnya.

Kendati demikian, belum ada pernyataan resmi tentang kehadiran Darko di Kota Bandung tersebut

Konflik Persib Bisa Pengaruhi Kepercayaan Investor

Konflik internal yang berkepanjangan dikhawatirkan berbuntut hilangnya kepercayaan pihak swasta yang telah mau menyisihkan anggarannya untuk Persib Bandung. Buntutnya, Persib dikhawatirkan kembali kesulitan memperoleh dana di musim mendatang.

"Konflik tentu akan memengaruhi kepercayaan pihak luar untuk memberikan donasi atau investasinya ke Persib. Karena kepercayaan merupakan salah satu faktor penting bagi pihak luar terhadap Persib," ujar pengamat ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung, Prof. Rina Indiastuti kepada "GM", Minggu (28/11).

Menurut Rina, kepercayaan itu akan muncul jika Persib dianggap sebagai organisasi yang sehat dan akuntabel. Organisasi dianggap sehat salah satunya jika tujuan organisasi bisa dilaksanakan dengan baik. Selain itu, dari sisi keuangan, bisa dipertanggungjawabkan dengan akuntabel dan transparan. Dan tentunya yang tak kalah penting adalah menghindari konflik internal. "Itu harus dilakukan Persib jika ingin menjadi organisasi yang mandiri," katanya.

Rina mengatakan, dalam organisasi, konflik biasanya terjadi karena tidak adanya transparansi di tubuh organisasi. Akibatnya, setiap orang saling curiga. Dampaknya, roda organisasi tidak berjalan baik.

"Karena tidak ada rasa saling percaya maka organisasi seperti Persib sulit berkembang. Olah karenanya konflik harus segera diselesaikan. Apa pun bentuk konfliknya," tutur Guru Besar Ekonomi Unpad ini.

Saat ini, lanjut Rina, Persib sebenarnya sudah cukup baik. Terbukti banyak pihak mau mendonasikan dan mengivestasikan dananya ke Persib. Itu menunjukkan Persib bisa dipercaya pihak lain. "Tetapi jika itu tidak dijaga maka akan menyulitkan Persib sendiri," tegasnya

Senin, 22 November 2010

Persib Beruji Coba Sabtu Depan

Pergantian pelatih rupanya tak membuat program latihan yang telah ditetapkan oleh jajaran pelatih terganggu. Buktinya, Persib masih tetap berencana menggelar pertandingan uji coba mulai Sabtu depan.

Menurut asisten pelatih Persib, Robby Darwis, uji coba bertujuan untuk mengukur kekuatan anak asuhannya setelah digembleng latihan fisik, taktik, dan strategi.

"Minggu depan kita akan lakukan uji coba, melawan tim yang levelnya jauh di bawah Persib," kata Robby di Mes Persib, Minggu (21/11).

Karena skuadnya tengah dalam masa program peningkatan kondisi fisik, tim pelatih sengaja mencari lawan yang kualitasnya berada jauh di bawah Persib, sebab dalam uji coba pertama tersebut, tim pelatih hanya ingin melihat perkembangan kondisi pemainnya saja.

"Dalam masa persiapan ini kita mengagendakan 7 hingga 8 kali uji coba. Jadi lawan yang akan dihadapi Persib perlahan levelnya akan terus meningkat hingga terakhir melawan tim yan levelnya sejajar," kata Robby.

Menyangkut program training centre (pemusatan latihan) yang diagendakan di Subang, Robby mengatakan, TC akan berjalan kurang maksimal karena pemain tidak dalam kondisi full team setelah delapan pemain harus menjalani pelatnas timnas.

"Saya rasa untuk TC tidak akan maksimal dilakukan karena pemain tidak utuh. Makanya kita memilih untuk fokus saja mengunakan lapangan yang ada untuk menggodok para pemain dalam menerapkan taktik dan strategi. Tapi masih banyak kemungkinan lainnya. Kita lihat saja nanti," ujarnya.

Segera Tentukan Pelatih

Persib Bandung harus segera mencari pelatih anyar sebagai pengganti Jovo Cuckovic yang telah dicopot manajemen pada Sabtu (20/11) lalu. Pasalnya, waktu libur harus dimanfaatkan pelatih anyar untuk meracik tim agar mampu membawa Persib naik ke papan atas.

"Pelatih memang harus ditunjuk secepatnya. Karena banyak persoalan yang harus diperbaiki. Sedangkan waktu libur hanya menyisakan satu bulan lagi. Itu waktu yang sangat singkat bagi pelatih baru untuk mengangani tim baru. Tetapi segera bukan berarti terburu-buru," kata mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono kepada "GM", Minggu (21/11).

Menurut Sukowiyono, meski ada asisten pelatih, penunjukan pelatih kepala memang harus dilakukan dengan segera. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, jika hanya ditangani oleh asisten pelatih, kinerja Persib ternyata semakin buruk.

Bagi Sukowiyono, pelatih anyar Persib harus mampu mengatasi persoalan yang tengah dihadapi Persib. Terutama masalah motivasi, kepatuhan, dan sisiplin pemain.

"Militansi pemain Persib harus dibangkitkan kembali. Militansi bisa kembali muncul jika motivasi, kepatuhan, dan disiplin bisa dilahirkan di tubuh Persib," kata Sukowiyono.

Namun saat disinggung soal pelatih yang cocok untuk Persib, Sukowiyono enggan menyebutknnya. Ia hanya mensyaratkan, pelatih anyar Persib harus berpengalaman.

"Tetapi selain pelatih, Persib sudah saatnya memiliki direktur teknik. Direktur teknik ini bertugas memberikan masukan yang tepat untuk setiap masalah yang dihadapi Persib. Posisi ini diisi oleh orang yang memiliki daya analisa dan identifikasi masalah yang tajam. Sehingga masukannya bisa membantu pelatih," terang Sukowiyono.

Hal serupa diungkapkan Ketua Viking Persib Club, Heru Joko. "Persib harus segera mencari pelatih. Karena Persib harus segera bangkit dari keterpurukan. Untuk membawa Persib menjadi juara memang berat. Tetapi minimal pelatih baru harus mampu membawa Persib kembali ke papan atas atau tengah," katanya.

*
Dulur dulur bobotoh sadayana, disuhunkeun ka dulur - dulur nu masihan komentar di situs BOTN, ngangge kecap anu raos ka nu manah. Hayu urang ngabobotohan persib meh langkung sae kapayun na.

R.E. Suhendar Wafat di Usia 78 Tahun

Persib Bandung kembali kehilangan salah satu pemain terbaiknya. Pemain Persib era 1950-1980-an, R.E. Suhendar meninggal dunia di rumahnya Jln. Moh. Toha belakang 315, Gg. Hanafiah 205/203 Bandung, Sabtu (20/11). Almarhum dimakamkan di pemakaman umum Ciburuy M. Toha, Minggu (21/11) pukul 09.00 WIB.

Menurut istri almarhum, Mien Tarmilah, sebelum meninggal, suaminya memang pengidap penyakit infeksi paru-paru dan penyempitan pembuluh darah di otak. Hal itu diderita Suhendar sejak 6 bulan lalu.

Penyakitnya semakin parah sekitar 2 bulan lalu. Suhendar sempat beberapa kali dirawat di RS Immanuel Bandung. "Namun karena tidak betah dirawat di rumah sakit, bapak akhirnya minta dirawat di rumah," kata Tarmilah.

Di masa jayanya, Suhendar merupakan pemain sayap kiri Persib. Tendangan kaki kirinya membuat R.E. Suhendar menjadi salah satu pemain yang paling disegani saat Persib berada pada zaman keemasan Kompetisi Perserikatan tahun '60-an.

Saat itu, almarhum bermain bersama Simon Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo, Pietje Timisela, dll.

Pada masa itu, Persib dihuni materi pemain berkualitas di semua lini sehingga berhasil menjadi juara pada Kompetisi 1961, setelah mengalahkan Persija Jakarta 3-1.

Karena kemampuannya, pria kelahiran Bandung 21 Maret 1938 ini terpilih masuk timnas Indonesia di bawah pelatih asal Yugoslavia Tony Pogacnic.

Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga putra (Wanwan Hendarman, Budhi Sunandar, dan Hj. Rulyani) serta enam cucu.