Diharapkan bisa menghasilkan solusi terbaik, sejumlah keputusan yang dihasilkan pada pertemuan pemegang saham mayoritas, jajaran komisaris dan dewan direksi PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), justru memunculkan masalah baru.
Dua keputusan penting yang bisa berdampak buruk terhadap tim itu menyangkut status pelatih Jovo Cuckovic yang tidak jelas dan pergantian Direktur Utama PT PBB dari H. Umuh Muchtar kepada Glen Sugito.
Menurut mantan pemain dan pelatih Persib, Bambang Sukowiyono, kedua keputusan yang belakang menimbulkan kisruh tersebut berdampak besar terhadap tim.
"Persoalan utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut sebenarnya cuma soal pelatih. Tapi ternyata pertemuan bukan hanya memutuskan soal pelatih, tapi juga direktur utama. Ini yang dampaknya sangat besar buat tim," kata Suko ketika dihubungi "GM", Rabu (24/11).
Selain menggantungnya posisi Jovo setelah diputuskan diberhentikan, pemberhentian Umuh sebagai Dirut PT PBB dinilainya paling berdampak besar terhadap tim.
"Pak Umuh itu orang yang sangat berpengaruh di Persib. Kalau diganti, dampaknya pasti sangat besar. Jika ada keputusan seperti itu, mestinya sebelumnya harus diperhitungkan dulu secara matang," kata Suko.
Karena itu, demi menyelamatkan Persib secara keseluruhan, Suko menyarankan agar para petinggi Persib segera melakukan konsolidasi secara internal untuk menciptakan suasana yang sekondusif mungkin. "Kalau itu tidak bisa dilakukan, saya tidak yakin akan ada perbaikan dari keputusan-keputusan yang sudah diambil itu," kata Suko.
Tetapkan Pelatih
Meski tidak secara langsung mengakui besarnya pengaruh keputusan rapat terhadap tim, asisten pelatih Persib, Robby Darwis sempat mengungkapkan harapannya agar manajemen klub segera menetapkan pelatih pengganti Jovo. Soal calonnya, Robby tak terlalu mempermasalahkan.
"Yang terpenting buat saya manajemen bisa segera menunjuk pelatih pengganti. Siapa pun dia, yang penting program tim bisa berjalan dengan baik," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar