Persib Bandung kembali kehilangan salah satu pemain terbaiknya. Pemain Persib era 1950-1980-an, R.E. Suhendar meninggal dunia di rumahnya Jln. Moh. Toha belakang 315, Gg. Hanafiah 205/203 Bandung, Sabtu (20/11). Almarhum dimakamkan di pemakaman umum Ciburuy M. Toha, Minggu (21/11) pukul 09.00 WIB.
Menurut istri almarhum, Mien Tarmilah, sebelum meninggal, suaminya memang pengidap penyakit infeksi paru-paru dan penyempitan pembuluh darah di otak. Hal itu diderita Suhendar sejak 6 bulan lalu.
Penyakitnya semakin parah sekitar 2 bulan lalu. Suhendar sempat beberapa kali dirawat di RS Immanuel Bandung. "Namun karena tidak betah dirawat di rumah sakit, bapak akhirnya minta dirawat di rumah," kata Tarmilah.
Di masa jayanya, Suhendar merupakan pemain sayap kiri Persib. Tendangan kaki kirinya membuat R.E. Suhendar menjadi salah satu pemain yang paling disegani saat Persib berada pada zaman keemasan Kompetisi Perserikatan tahun '60-an.
Saat itu, almarhum bermain bersama Simon Hehanusa, Hermanus, Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukma, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo, Pietje Timisela, dll.
Pada masa itu, Persib dihuni materi pemain berkualitas di semua lini sehingga berhasil menjadi juara pada Kompetisi 1961, setelah mengalahkan Persija Jakarta 3-1.
Karena kemampuannya, pria kelahiran Bandung 21 Maret 1938 ini terpilih masuk timnas Indonesia di bawah pelatih asal Yugoslavia Tony Pogacnic.
Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga putra (Wanwan Hendarman, Budhi Sunandar, dan Hj. Rulyani) serta enam cucu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar