| ||
| Putaran I Selasa,28 September 2010, Persela v PERSIB skor 1 - 1 Sabtu, 02 Oktober 2010, Deltras v PERSIB skor 4 - 1 Sabtu,16 Oktober 2010 PERSIB v Persiba skor 5 - 1 Sabtu,23 Oktober 2010 PERSIB v PSM skor 1 - 2 Sabtu,30 Oktober 2010 Persija v PERSIB skor 3 - 0 Salasa,02 November 2010 PSPS v PERSIB skor 1 - 0 Minggu, 02 Januari 2010 Sriwijaya FC vs PERSIB langsung di ANTV 15.30 Rabu,05 Januari 2011 PERSIB v Persibo langsung di ANTV 15.30 Sabtu,08 Januari 2011 PERSIB v Persijap langsung di ANTV 19.00 Minggu,16 Januari 2011 Bontang FC v PERSIB Kamis,20 Januari 2011 Persisam v PERSIB Langsung di ANTV 15.30 Minggu,23 Januari 2011 PERSIB v Arema langsung di ANTV 19.00 Rabu,26 Januari 2011 PERSIB v Persema langsung di ANTV 15.30 Minggu,30 Januari 2011 Persiwa v PERSIB Rabu,02 Februari 2010 Persipura v PERSIB Minggu,06 Februari 2010 PERSIB v Pelita langsung di ANTV 15.30 Rabu,09 Februari 2010 PERSIB v Semen pdg langsung di ANTV 15.30 Putaran II Senin,07 Maret 2011 Pelita Jaya vs PERSIB Kamis,10 Maret 2011 Semen Padang vs PERSIB Sabtu,19 Maret 2011 PERSIB vs Persiwa Rabu,23 Maret 2011 PERSIB vs Persipura Minggu,27 Maret 2011 Persema vs PERSIB Rabu,30 Maret 2011 Arema vs PERSIB Sabtu,02 April 2011 PERSIB vs Bontang FC Selasa,05 April 2011 PERSIB vs Persisam Jum’at,08 April 2011 PERSIB vs Sriwijaya FC Minggu,17 April 2011 Persibo vs PERSIB Sabtu,23 April 2011 Persijap vs PERSIB Sabtu,07 Mei 2011 PERSIBvs Persija Rabu,11 Mei 2011 PERSIB vs PSPS Rabu,01 Juni 2011 Persiba vs PERSIB Sabtu,04 Juni 2011 PSM vs PERSIB Selasa,14 Juni 2011 PERSIB vs Persela Minggu,19 Juni 2011 PERSIB vs Deltras |
Kamis, 02 Desember 2010
Jadwal Pertandingan PERSIB di ISL 2010/2011
Hilton Izin Pulang ke Brasil
Hilton Izin Pulang ke Brasil
PAJAJARAN,(GM)-
Setelah Pablo Alejandro Frances, kini giliran Hilton Mauro Moreira yang meminta izin kepada manajemen tim untuk pulang ke negaranya. Hilton meminta izin untuk menjemput istri dan anaknya di Brasil. Permohonan izin tersebut disampaikan Hilton kepada Manajer Persib, H. Umuh Muchtar dan asisten pelatih, Robby Darwis usai sesi latihan pagi di Lintasan Atletik Pajajaran, Jln. Pajajaran Bandung, Rabu (1/12).
Ketika dikonfirmasikan, Hilton membenarkannya. "Ya, saya memang meminta izin manajer untuk menjemput anak dan istri saya di Brasil. Mungkin sekitar seminggu saya meminta izin," kata Hilton yang diproyeksikan sudah bisa tampil pada saat Persib berhadapan dengan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 2 Januari mendatang.
Meski waktu keberangkatannya belum dipastikan, Hilton mengatakan dirinya akan kembali dari Brasil pada 21 Desember 2010. "Saya harap bisa berangkat sekitar tanggal 10 Desember. Saya akan pulang tepat waktu," katanya, menepis kemungkinan dirinya terlambat bergabung dengan tim seperti yang dilakukan Pablo Frances ketika menjemput keluarganya di Argentina.
Jangan lama
Manajer Persib, H. Umuh Muchtar mengatakan, ia akan mengizinkan Hilton pulang ke negaranya dengan syarat tidak terlalu lama. Pasalnya, kata Umuh, Persib sangat membutuhkan kehadiran Hilton saat menghadapi Sriwijaya FC.
"Untuk alasan menjemput keluarganya, saya bisa mengerti dan akan mengizinkan. Tapi kalau bisa Hilton sudah pulang sebelum laga amal melawan Persema (18 Desember). Hilton sendiri janji pulang tanggal 21 Desember sesuai tiket yang sudah dipesan," ujarnya.
Robby punya harapan yang sama dengan Umuh. "Yang penting, Hilton harus cepat kembali. Tong lila teuing di Brasil, karena pertandingan semakin dekat," katanya.
PAJAJARAN,(GM)-
Setelah Pablo Alejandro Frances, kini giliran Hilton Mauro Moreira yang meminta izin kepada manajemen tim untuk pulang ke negaranya. Hilton meminta izin untuk menjemput istri dan anaknya di Brasil. Permohonan izin tersebut disampaikan Hilton kepada Manajer Persib, H. Umuh Muchtar dan asisten pelatih, Robby Darwis usai sesi latihan pagi di Lintasan Atletik Pajajaran, Jln. Pajajaran Bandung, Rabu (1/12).
Ketika dikonfirmasikan, Hilton membenarkannya. "Ya, saya memang meminta izin manajer untuk menjemput anak dan istri saya di Brasil. Mungkin sekitar seminggu saya meminta izin," kata Hilton yang diproyeksikan sudah bisa tampil pada saat Persib berhadapan dengan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Palembang, 2 Januari mendatang.
Meski waktu keberangkatannya belum dipastikan, Hilton mengatakan dirinya akan kembali dari Brasil pada 21 Desember 2010. "Saya harap bisa berangkat sekitar tanggal 10 Desember. Saya akan pulang tepat waktu," katanya, menepis kemungkinan dirinya terlambat bergabung dengan tim seperti yang dilakukan Pablo Frances ketika menjemput keluarganya di Argentina.
Jangan lama
Manajer Persib, H. Umuh Muchtar mengatakan, ia akan mengizinkan Hilton pulang ke negaranya dengan syarat tidak terlalu lama. Pasalnya, kata Umuh, Persib sangat membutuhkan kehadiran Hilton saat menghadapi Sriwijaya FC.
"Untuk alasan menjemput keluarganya, saya bisa mengerti dan akan mengizinkan. Tapi kalau bisa Hilton sudah pulang sebelum laga amal melawan Persema (18 Desember). Hilton sendiri janji pulang tanggal 21 Desember sesuai tiket yang sudah dipesan," ujarnya.
Robby punya harapan yang sama dengan Umuh. "Yang penting, Hilton harus cepat kembali. Tong lila teuing di Brasil, karena pertandingan semakin dekat," katanya.
Lisensi Daniel Tak Masalah
Pelatih anyar Persib Bandung pengganti Jovo Cuckovic mengaku sudah mendapatkan garansi dari petinggi PSSI dan PT Liga Indonesia (PT LI) kalau dirinya sudah bisa menangani tim Liga Super Indonesia (LSI), meskipun grade lisensi kepelatihannya masih A Nasional. Sesuai Manual LSI, pelatih kepala tim LSI harus memiliki Lisensi A AFC.
"Sebenarnya saya tidak enak mengatakan hal ini. Karena itu, sebaiknya tanyakan langsung sama Pak (Muhammad) Zein atau langsung Ketua Umum PSSI Pak Nurdin Halid. Bisa juga ditanyakan sama Pak Joko (Driyono, CEO PT LI, red)," kata Daniel ketika dihubungi "GM", Rabu (1/12) malam.
Dikatakan pelatih yang pernah menangani Barito Putra, Pupuk Kaltim, Arema Malang, PSIS Semarang, PSS Sleman, Persik Kediri, dan Persiba Balikpapan ini, saat ini namanya sudah diajukan ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk mendapatkan rekomendasi resmi agar bisa menangani tim LSI.
Ketika "GM" mencoba mengonfirmasikan hal ini, Direktur Eksekutif PT LI, Joko Driyono belum bisa dihubungi. Namun pada akhir Agustus lalu, di sejumlah media, Joko sempat mengatakan, PT LI memberikan keringanan kepada pelatih Lisensi A Nasional. Mereka bisa menangani tim LSI dengan syarat yang bersangkutan harus punya rekomendasi kelayakan dari AFC.
Kendati Daniel tidak menyebutkan apakah dirinya sudah mengantongi rekomendasi dari AFC itu atau belum, sepertinya hal inilah yang membuat manajemen tim Persib pun mengatakan, lisensi kepelatihan Daniel tidak akan bermasalah. "Soal lisensi Daniel tidak ada masalah," kata Manajer Persib, H. Umuh Muchtar ketika mengumumkan Daniel sebagai pelatih anyar Persib, Selasa (30/11) malam.
Asisten pelatih
Sementara itu, setelah sesi latihan pagi di Lintasan Atletik Pajajaran, Jln. Pajajaran Bandung, Rabu (1/12), Umuh didampingi Wakil Manajer H. Dedy Firmansyah mengumumkan penunjukan Daniel itu kepada seluruh anggota tim Persib. Umuh pun kembali menegaskan, kehadiran Daniel diharapkan bisa membawa angin segar buat Persib.
Dalam kesempatan itu, Umuh juga mengatakan tentang kemungkinan adanya penambahan asisten pelatih. Namun usai pengarahan, ia mengatakan, penambahan asisten pelatih itu baru sebatas wacana, jika memang pelatih baru membutuhkannya.
"Daniel akan tetap dibantu Robby, Anwar, dan Pak Entang. Jovo juga akan jadi penasihat tim. Kalau dianggap masih kurang, mungkin akan ada penambahan asisten pelatih. Tapi, itu baru wacana jika diperlukan," tegasnya.
Soal kemungkinan penambahan asisten pelatih ini, Robby mengatakan, hal itu akan sangat tergantung pada kebutuhan pelatih kepala. "Kalau pelatih kepala butuh tambahan, ya harus ditambah. Mungkin nanti akan dibicarakan dulu," katanya.
"Sebenarnya saya tidak enak mengatakan hal ini. Karena itu, sebaiknya tanyakan langsung sama Pak (Muhammad) Zein atau langsung Ketua Umum PSSI Pak Nurdin Halid. Bisa juga ditanyakan sama Pak Joko (Driyono, CEO PT LI, red)," kata Daniel ketika dihubungi "GM", Rabu (1/12) malam.
Dikatakan pelatih yang pernah menangani Barito Putra, Pupuk Kaltim, Arema Malang, PSIS Semarang, PSS Sleman, Persik Kediri, dan Persiba Balikpapan ini, saat ini namanya sudah diajukan ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk mendapatkan rekomendasi resmi agar bisa menangani tim LSI.
Ketika "GM" mencoba mengonfirmasikan hal ini, Direktur Eksekutif PT LI, Joko Driyono belum bisa dihubungi. Namun pada akhir Agustus lalu, di sejumlah media, Joko sempat mengatakan, PT LI memberikan keringanan kepada pelatih Lisensi A Nasional. Mereka bisa menangani tim LSI dengan syarat yang bersangkutan harus punya rekomendasi kelayakan dari AFC.
Kendati Daniel tidak menyebutkan apakah dirinya sudah mengantongi rekomendasi dari AFC itu atau belum, sepertinya hal inilah yang membuat manajemen tim Persib pun mengatakan, lisensi kepelatihan Daniel tidak akan bermasalah. "Soal lisensi Daniel tidak ada masalah," kata Manajer Persib, H. Umuh Muchtar ketika mengumumkan Daniel sebagai pelatih anyar Persib, Selasa (30/11) malam.
Asisten pelatih
Sementara itu, setelah sesi latihan pagi di Lintasan Atletik Pajajaran, Jln. Pajajaran Bandung, Rabu (1/12), Umuh didampingi Wakil Manajer H. Dedy Firmansyah mengumumkan penunjukan Daniel itu kepada seluruh anggota tim Persib. Umuh pun kembali menegaskan, kehadiran Daniel diharapkan bisa membawa angin segar buat Persib.
Dalam kesempatan itu, Umuh juga mengatakan tentang kemungkinan adanya penambahan asisten pelatih. Namun usai pengarahan, ia mengatakan, penambahan asisten pelatih itu baru sebatas wacana, jika memang pelatih baru membutuhkannya.
"Daniel akan tetap dibantu Robby, Anwar, dan Pak Entang. Jovo juga akan jadi penasihat tim. Kalau dianggap masih kurang, mungkin akan ada penambahan asisten pelatih. Tapi, itu baru wacana jika diperlukan," tegasnya.
Soal kemungkinan penambahan asisten pelatih ini, Robby mengatakan, hal itu akan sangat tergantung pada kebutuhan pelatih kepala. "Kalau pelatih kepala butuh tambahan, ya harus ditambah. Mungkin nanti akan dibicarakan dulu," katanya.
Rabu, 01 Desember 2010
SEJARAH
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R.Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.
Prestasi Persib dari tahun 1993-2009
| Prestasi |
|
Konflik Persib Bisa Pengaruhi Kepercayaan Investor
Konflik internal yang berkepanjangan dikhawatirkan berbuntut hilangnya kepercayaan pihak swasta yang telah mau menyisihkan anggarannya untuk Persib Bandung. Buntutnya, Persib dikhawatirkan kembali kesulitan memperoleh dana di musim mendatang.
"Konflik tentu akan memengaruhi kepercayaan pihak luar untuk memberikan donasi atau investasinya ke Persib. Karena kepercayaan merupakan salah satu faktor penting bagi pihak luar terhadap Persib," ujar pengamat ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung, Prof. Rina Indiastuti kepada "GM", Minggu (28/11).
Menurut Rina, kepercayaan itu akan muncul jika Persib dianggap sebagai organisasi yang sehat dan akuntabel. Organisasi dianggap sehat salah satunya jika tujuan organisasi bisa dilaksanakan dengan baik. Selain itu, dari sisi keuangan, bisa dipertanggungjawabkan dengan akuntabel dan transparan. Dan tentunya yang tak kalah penting adalah menghindari konflik internal. "Itu harus dilakukan Persib jika ingin menjadi organisasi yang mandiri," katanya.
Rina mengatakan, dalam organisasi, konflik biasanya terjadi karena tidak adanya transparansi di tubuh organisasi. Akibatnya, setiap orang saling curiga. Dampaknya, roda organisasi tidak berjalan baik.
"Karena tidak ada rasa saling percaya maka organisasi seperti Persib sulit berkembang. Olah karenanya konflik harus segera diselesaikan. Apa pun bentuk konfliknya," tutur Guru Besar Ekonomi Unpad ini.
Saat ini, lanjut Rina, Persib sebenarnya sudah cukup baik. Terbukti banyak pihak mau mendonasikan dan mengivestasikan dananya ke Persib. Itu menunjukkan Persib bisa dipercaya pihak lain. "Tetapi jika itu tidak dijaga maka akan menyulitkan Persib sendiri," tegasnya
"Konflik tentu akan memengaruhi kepercayaan pihak luar untuk memberikan donasi atau investasinya ke Persib. Karena kepercayaan merupakan salah satu faktor penting bagi pihak luar terhadap Persib," ujar pengamat ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung, Prof. Rina Indiastuti kepada "GM", Minggu (28/11).
Menurut Rina, kepercayaan itu akan muncul jika Persib dianggap sebagai organisasi yang sehat dan akuntabel. Organisasi dianggap sehat salah satunya jika tujuan organisasi bisa dilaksanakan dengan baik. Selain itu, dari sisi keuangan, bisa dipertanggungjawabkan dengan akuntabel dan transparan. Dan tentunya yang tak kalah penting adalah menghindari konflik internal. "Itu harus dilakukan Persib jika ingin menjadi organisasi yang mandiri," katanya.
Rina mengatakan, dalam organisasi, konflik biasanya terjadi karena tidak adanya transparansi di tubuh organisasi. Akibatnya, setiap orang saling curiga. Dampaknya, roda organisasi tidak berjalan baik.
"Karena tidak ada rasa saling percaya maka organisasi seperti Persib sulit berkembang. Olah karenanya konflik harus segera diselesaikan. Apa pun bentuk konfliknya," tutur Guru Besar Ekonomi Unpad ini.
Saat ini, lanjut Rina, Persib sebenarnya sudah cukup baik. Terbukti banyak pihak mau mendonasikan dan mengivestasikan dananya ke Persib. Itu menunjukkan Persib bisa dipercaya pihak lain. "Tetapi jika itu tidak dijaga maka akan menyulitkan Persib sendiri," tegasnya
Prestasi Adalah Buah Dari Usaha Yang Panjang Penulis: A. Hasbiasidik
Baru saja publik sepakbola di dunia dihibur oleh duel panas dua klub terbaik dunia dalam laga El Clasico (30/11/10), memang kita disini hanya bisa menonton tapi dari itu harusnya kita juga bisa belajar banyak tentang pemahaman dan cara pandang tim terhadap sebuah prestasi.
Ada yang sangat menarik, dari pernyataan Pep Guardiola setelah pertandingan berakhir yang mungkin dapat dijadikan pelajaran bagi Persib. "Saya mendedikasikan kemenangan ini kepada Rexach dan Cruyff karena mereka adalah orang-orang yang mengajarkan kami bermain seperti ini. Kemenangan ini telah dirintis sejak 15 tahun lalu karena mereka percaya kepada cara kami bersepak bola," ujar Guardiola.
Dari pernyataan tersebut kita harusnya belajar bahwa tidak akan ada prestasi bagi sebuah tim tanpa ada pondasi yang kuat dan kerja keras yang dibangun secara bertahap. Rexach dan Cruyff pada masanya telah menanamkan pondasi yang sangat kuat di Barcelona namun prestasi memang tidak datang secara instant, harus melalui perjalanan panjang hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini.
Lalu sekarang jika kita lihat seteru abadi mereka, Real Madrid, cara pandang mereka terhadap prestasi selalu instant, semuanya mereka anggap bisa diraih seiring dengan datangnya para bintang ke Bernabeu, namun terbukti bahwa sepakbola bukan masalah bintang, sepakbola yang sebenarnya adalah masalah permainan kolektifitas sebelas pemain di lapangan yang kemudian dikemas lewat strategi yang diberikan oleh seorang pelatih.
Berangkat dari hal tersebut, jika kita lihat Persib saat ini, memang miris. Jika dari susunan pemainnya kita bisa ibaratkan Persib adalah miniatur Barcelona di Indonesia, terlalu jauh memang jika membandingkan kedua klub ini, tapi ada kesamaan yang dimiliki kedua klub ini, kedua klub ini adalah penyumbang pemain Tim Nasional paling banyak untuk negaranya masing-masing.
Disis lain, cara pandang Persib soal prestasi juga hampir sama dengan madrid, yang selalu ingin meraih prestasi instant. Bagaimanapun prestasi akan sangat sulit diraih jika kita tanpa perjuangan panjang. Seorang pelatih bertangan dingin seperti mourinho saja bisa manghadirkan treble winner setelah 3 musim.
Ada yang menarik jika melihat Persib di awal musim ini, seorang pelatih yang sukses melatih klub sebelumnya datang dan berkata, “Cukup aneh jika melihat, klub sebesar Persib tidak juara setelah 15 tahun”, lalu ia juga berkata, mungkin ia juga baru bisa menghadirkan prestasi setelah tiga atau empat musim ke depan. Setelah itu ia mulai menerapkan pondasi-pondasi yang sangat dibutuhkan oleh sebuah tim, salah satunya disiplin. Namun sayang karena perubahan yang ingin ia terapkan kepada para pemain untuk menanamkan pola pikir profesionalisme sebagai pemain bola yang sebenarnya, ternyata mendapat penolakan yang sangat keras.
Jika melihat dari sisi bobotoh, sangat wajar jika mengharapkan prestasi yang instant, karena memang itulah fitrahnya supporter, namun apapun yang terjadi dengan Persib, bobotoh akan terus memberikan dukungan. Itulah tugas Konsorsium, Manajemen, Pelatih dan Pemain untuk mengusahakannya. Sekarang, biarlah semua itu berlalu, segera akhiri polemik yang terjadi di tubuh tim dan percepat evaluasi dalam tim, semoga setelah ini Persib bisa menemukan pelatih yang bisa menanamkan pondasi baru bagi Persib seperti pada jaman jayanya dulu, pada saat generasi Ajat Sudrajat hingga Robby Darwis.
Ada yang sangat menarik, dari pernyataan Pep Guardiola setelah pertandingan berakhir yang mungkin dapat dijadikan pelajaran bagi Persib. "Saya mendedikasikan kemenangan ini kepada Rexach dan Cruyff karena mereka adalah orang-orang yang mengajarkan kami bermain seperti ini. Kemenangan ini telah dirintis sejak 15 tahun lalu karena mereka percaya kepada cara kami bersepak bola," ujar Guardiola.
Dari pernyataan tersebut kita harusnya belajar bahwa tidak akan ada prestasi bagi sebuah tim tanpa ada pondasi yang kuat dan kerja keras yang dibangun secara bertahap. Rexach dan Cruyff pada masanya telah menanamkan pondasi yang sangat kuat di Barcelona namun prestasi memang tidak datang secara instant, harus melalui perjalanan panjang hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini.
Lalu sekarang jika kita lihat seteru abadi mereka, Real Madrid, cara pandang mereka terhadap prestasi selalu instant, semuanya mereka anggap bisa diraih seiring dengan datangnya para bintang ke Bernabeu, namun terbukti bahwa sepakbola bukan masalah bintang, sepakbola yang sebenarnya adalah masalah permainan kolektifitas sebelas pemain di lapangan yang kemudian dikemas lewat strategi yang diberikan oleh seorang pelatih.
Berangkat dari hal tersebut, jika kita lihat Persib saat ini, memang miris. Jika dari susunan pemainnya kita bisa ibaratkan Persib adalah miniatur Barcelona di Indonesia, terlalu jauh memang jika membandingkan kedua klub ini, tapi ada kesamaan yang dimiliki kedua klub ini, kedua klub ini adalah penyumbang pemain Tim Nasional paling banyak untuk negaranya masing-masing.
Disis lain, cara pandang Persib soal prestasi juga hampir sama dengan madrid, yang selalu ingin meraih prestasi instant. Bagaimanapun prestasi akan sangat sulit diraih jika kita tanpa perjuangan panjang. Seorang pelatih bertangan dingin seperti mourinho saja bisa manghadirkan treble winner setelah 3 musim.
Ada yang menarik jika melihat Persib di awal musim ini, seorang pelatih yang sukses melatih klub sebelumnya datang dan berkata, “Cukup aneh jika melihat, klub sebesar Persib tidak juara setelah 15 tahun”, lalu ia juga berkata, mungkin ia juga baru bisa menghadirkan prestasi setelah tiga atau empat musim ke depan. Setelah itu ia mulai menerapkan pondasi-pondasi yang sangat dibutuhkan oleh sebuah tim, salah satunya disiplin. Namun sayang karena perubahan yang ingin ia terapkan kepada para pemain untuk menanamkan pola pikir profesionalisme sebagai pemain bola yang sebenarnya, ternyata mendapat penolakan yang sangat keras.
Jika melihat dari sisi bobotoh, sangat wajar jika mengharapkan prestasi yang instant, karena memang itulah fitrahnya supporter, namun apapun yang terjadi dengan Persib, bobotoh akan terus memberikan dukungan. Itulah tugas Konsorsium, Manajemen, Pelatih dan Pemain untuk mengusahakannya. Sekarang, biarlah semua itu berlalu, segera akhiri polemik yang terjadi di tubuh tim dan percepat evaluasi dalam tim, semoga setelah ini Persib bisa menemukan pelatih yang bisa menanamkan pondasi baru bagi Persib seperti pada jaman jayanya dulu, pada saat generasi Ajat Sudrajat hingga Robby Darwis.
Jovo Menghilang Lagi
Pelatih asal Serbia, Jovo Cuckovic sudah tidak tampak pada sesi latihan pagi Persib Bandung di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (29/11). Karena untuk kedua kalinya diistirahatkan oleh manajemen tim, sesi latihan pagi itu langsung dipimpin asisten pelatih Persib, Robby Darwis dibantu dua rekannya, Anwar Sanusi (pelatih kiper) dan pelatih fisik, Entang Hermanu.
Menghilangnya Jovo merupakan pengulangan dari kejadian awal pekan lalu. Ketika itu, Jovo absen memimpin latihan setelah manajemen klub mengumumkan pemberhentiannya.
Kali ini, Jovo kembali absen setelah manajemen tim mengungkapkan bakal ada keputusan menyangkut masa depannya pada Senin ini.
Berbeda dengan pekan sebelumnya, kali ini Robby mengaku tidak mengetahui keberadaan Jovo. "Saya tidak ada kontak dengan Jovo. Saya juga tidak tahu apakah sudah ada keputusan manajemen soal Jovo atau belum. Yang pasti, sebagai asisten, saya harus siap melanjutkan programnya," kata Robby, usai memimpin sesi latihan pagi itu.
Mengenai program latihan, Robby mengaku tidak terganggu oleh absennya Jovo. Sebab, pada pekan lalu, ia dan Jovo sudah menyusun program latihan selama satu bulan hingga menjelang pertandingan melawan Sriwijaya FC, 2 Januari mendatang.
"Kalau program latihan, sudah disusun selama satu bulan dengan peak performance pada saat menghadapi Sriwijaya FC. Kita juga sudah memprogramkan pertandingan uji coba di akhir pekan ini," kata Robby.
Pelita Jaya U-21 Dikatakan Robby, pertandingan uji coba kedua Persib rencananya akan dilakukan pada Sabtu (4/12). Kendati sudah memiliki calon lawan yang akan dihadapi, yaitu Pelita Jaya U-21, Robby mengatakan, kepastian pertandingan uji coba itu masih menunggu persetujuan manajemen tim.
"Pelita Jaya U-21 sudah meminta kita untuk beruji tanding pada akhir pekan ini. Tapi jadi atau tidaknya tergantung persetujuan manajemen tim. Yang pasti, Sabtu (4/12), kita harus ada game," kata Robby.
Selain Pelita Jaya U-21, sebenarnya ada calon lawan Persib yang lain, yaitu Bandung FC, kontestan Liga Primer Indonesia (LPI) asal Bandung. Namun karena belum dikomunikasikan dan tim asuhan Nandar Iskandar itu akan bertolak ke Solo mengikuti turnamen pramusim, pertandingan uji coba ini sudah bisa dipastikan tidak akan terlaksana pada pekan ini
Menghilangnya Jovo merupakan pengulangan dari kejadian awal pekan lalu. Ketika itu, Jovo absen memimpin latihan setelah manajemen klub mengumumkan pemberhentiannya.
Kali ini, Jovo kembali absen setelah manajemen tim mengungkapkan bakal ada keputusan menyangkut masa depannya pada Senin ini.
Berbeda dengan pekan sebelumnya, kali ini Robby mengaku tidak mengetahui keberadaan Jovo. "Saya tidak ada kontak dengan Jovo. Saya juga tidak tahu apakah sudah ada keputusan manajemen soal Jovo atau belum. Yang pasti, sebagai asisten, saya harus siap melanjutkan programnya," kata Robby, usai memimpin sesi latihan pagi itu.
Mengenai program latihan, Robby mengaku tidak terganggu oleh absennya Jovo. Sebab, pada pekan lalu, ia dan Jovo sudah menyusun program latihan selama satu bulan hingga menjelang pertandingan melawan Sriwijaya FC, 2 Januari mendatang.
"Kalau program latihan, sudah disusun selama satu bulan dengan peak performance pada saat menghadapi Sriwijaya FC. Kita juga sudah memprogramkan pertandingan uji coba di akhir pekan ini," kata Robby.
Pelita Jaya U-21 Dikatakan Robby, pertandingan uji coba kedua Persib rencananya akan dilakukan pada Sabtu (4/12). Kendati sudah memiliki calon lawan yang akan dihadapi, yaitu Pelita Jaya U-21, Robby mengatakan, kepastian pertandingan uji coba itu masih menunggu persetujuan manajemen tim.
"Pelita Jaya U-21 sudah meminta kita untuk beruji tanding pada akhir pekan ini. Tapi jadi atau tidaknya tergantung persetujuan manajemen tim. Yang pasti, Sabtu (4/12), kita harus ada game," kata Robby.
Selain Pelita Jaya U-21, sebenarnya ada calon lawan Persib yang lain, yaitu Bandung FC, kontestan Liga Primer Indonesia (LPI) asal Bandung. Namun karena belum dikomunikasikan dan tim asuhan Nandar Iskandar itu akan bertolak ke Solo mengikuti turnamen pramusim, pertandingan uji coba ini sudah bisa dipastikan tidak akan terlaksana pada pekan ini
Nova Langsung Berlatih di Persib
Pemain belakang Persib, Nova Arianto langsung bergabung latihan bersama skuad "Maung Bandung" pada sesi latihan Senin (29/11). Nova baru saja dipulangkan Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl karena mengalami cedera, Minggu (28/11).
Sebelumnya, gelandang Persib Hariono juga dipulangkan dengan alasan kesehatan. Kini pemain Persib yang masih bertahan memperkuat Timnas Indonesia adalah Eka Ramdani, Maman Abdurahman, Markus Haris Maulana, dan Cristian Gonzales.
Menurut penuturan dokter tim Persib, Rafi Ghani, Nova mengalami cedera abduktor paha kanan. "Jadi sulit untuk menggerakkan kaki menyamping dan menendang. Harus dilakukan terapi rutin sekitar dua minggu," katanya ketika ditemui seusai latihan sesi pagi, di Stadion Persib Bandung, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin (29/11). Dia mengatakan bahwa paling cepat cedera tersebut bisa pulih dalam waktu seminggu.
Pada latihan hari itu, pemain berpostur 183 sentimeter itu hanya melakukan jogging dan olah raga ringan di pinggir lapangan dengan dipantau dr. Rafi dan pelatih fisik Entang Hermanu. Pemain lain yang menjalani latihan terpisah bersama Nova adalah Gilang Angga. Gilang mengalami cedera lutut beberapa waktu lalu. Menurut dr. Rafi, Gilang masih dalam masa pemulihan, tetapi sudah mengalami perkembangan yang cukup baik.
Ditemui terpisah, Nova mengaku bahwa dirinya tidak masalah untuk langsung bergabung latihan bersama Persib meskipun baru saja mengalami cedera. "Kejadian cederanya memang baru Sabtu (27/11). Enggak apa-apa (langsung latihan-red.) karena saya juga hanya melakukan latihan ringan dulu. Mudah-mudahan sih bisa cepat sembuhnya minggu ini," ujar pemain yang dipastikan akan absen pada pertandingan Piala AFF itu.
Ia mengatakan bahwa meskipun kecewa tidak bisa tampil pada Piala AFF, dia mengaku senang bisa kembali fokus berlatih kembali di Persib.
Lebih lanjut, Nova mengaku terkejut dengan kondisi Persib Bandung saat ini. Hal ini menurut dia karena ketika dirinya kembali bergabung dengan tim, ternyata tim sedang kembali dibayang-bayangi masalah kepemimpinan pelatih. "Hal ini juga jadi pikiran saya sewaktu di timnas, jadi agak kurang konsentrasi juga karena kondisi Persib yang sedang seperti ini," katanya.
Dia mengatakan, dirinya hanya bisa berharap agar berbagai masalah tersebut bisa segera terselesaikan dan tim bisa segera fokus mempersiapkan diri pada waktu yang tersisa sebelum kembali menghadapi pertandingan.
Ketika ditanya mengenai rumor pelatih baru yang akan menangani Persib, Nova mengaku sempat mendengar mengenai hal tersebut. Dua nama pelatih yang kuat muncul akhir-akhir ini adalah Daniel Roekito dan Bambang Nurdiansyah.
Mengenai Daniel Roekito, Nova mengaku cukup tahu mengenai pelatih asal Jawa Tengah itu ketika dirinya memperkuat PSS Sleman pada 2001 silam. "Yang saya tahu, dia pelatih bagus. Disiplinnya juga sangat tinggi. Kalau Bambang saya tidak tahu," katanya.
Namun, dia mengatakan tidak masalah siapa pun pelatih yang akan ditunjuk manajemen nanti untuk menangani Persib. "Yang jelas bisa mengangkat motivasi pemain," ujarnya.
Sebelumnya, gelandang Persib Hariono juga dipulangkan dengan alasan kesehatan. Kini pemain Persib yang masih bertahan memperkuat Timnas Indonesia adalah Eka Ramdani, Maman Abdurahman, Markus Haris Maulana, dan Cristian Gonzales.
Menurut penuturan dokter tim Persib, Rafi Ghani, Nova mengalami cedera abduktor paha kanan. "Jadi sulit untuk menggerakkan kaki menyamping dan menendang. Harus dilakukan terapi rutin sekitar dua minggu," katanya ketika ditemui seusai latihan sesi pagi, di Stadion Persib Bandung, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin (29/11). Dia mengatakan bahwa paling cepat cedera tersebut bisa pulih dalam waktu seminggu.
Pada latihan hari itu, pemain berpostur 183 sentimeter itu hanya melakukan jogging dan olah raga ringan di pinggir lapangan dengan dipantau dr. Rafi dan pelatih fisik Entang Hermanu. Pemain lain yang menjalani latihan terpisah bersama Nova adalah Gilang Angga. Gilang mengalami cedera lutut beberapa waktu lalu. Menurut dr. Rafi, Gilang masih dalam masa pemulihan, tetapi sudah mengalami perkembangan yang cukup baik.
Ditemui terpisah, Nova mengaku bahwa dirinya tidak masalah untuk langsung bergabung latihan bersama Persib meskipun baru saja mengalami cedera. "Kejadian cederanya memang baru Sabtu (27/11). Enggak apa-apa (langsung latihan-red.) karena saya juga hanya melakukan latihan ringan dulu. Mudah-mudahan sih bisa cepat sembuhnya minggu ini," ujar pemain yang dipastikan akan absen pada pertandingan Piala AFF itu.
Ia mengatakan bahwa meskipun kecewa tidak bisa tampil pada Piala AFF, dia mengaku senang bisa kembali fokus berlatih kembali di Persib.
Lebih lanjut, Nova mengaku terkejut dengan kondisi Persib Bandung saat ini. Hal ini menurut dia karena ketika dirinya kembali bergabung dengan tim, ternyata tim sedang kembali dibayang-bayangi masalah kepemimpinan pelatih. "Hal ini juga jadi pikiran saya sewaktu di timnas, jadi agak kurang konsentrasi juga karena kondisi Persib yang sedang seperti ini," katanya.
Dia mengatakan, dirinya hanya bisa berharap agar berbagai masalah tersebut bisa segera terselesaikan dan tim bisa segera fokus mempersiapkan diri pada waktu yang tersisa sebelum kembali menghadapi pertandingan.
Ketika ditanya mengenai rumor pelatih baru yang akan menangani Persib, Nova mengaku sempat mendengar mengenai hal tersebut. Dua nama pelatih yang kuat muncul akhir-akhir ini adalah Daniel Roekito dan Bambang Nurdiansyah.
Mengenai Daniel Roekito, Nova mengaku cukup tahu mengenai pelatih asal Jawa Tengah itu ketika dirinya memperkuat PSS Sleman pada 2001 silam. "Yang saya tahu, dia pelatih bagus. Disiplinnya juga sangat tinggi. Kalau Bambang saya tidak tahu," katanya.
Namun, dia mengatakan tidak masalah siapa pun pelatih yang akan ditunjuk manajemen nanti untuk menangani Persib. "Yang jelas bisa mengangkat motivasi pemain," ujarnya.
Pelita Jaya Calon Lawan Uji Coba Persib
Program uji coba seminggu sekali akan menjadi agenda tetap skuad Persib dalam persiapannya menghadapi lanjutan Liga Indonesia. Agenda uji coba selanjutnya dilaksanakan pada akhir pekan ini melawan dua tim yang sudah mengajukan diri sebagai lawan uji tanding Persib.
"Sudah ada dua tim yang mengajukan diri menjadi lawan uji coba yaitu Saint Prima dan Pelita Jaya. Kami belum menentukan lawan siapa, tapi agenda uji coba akan dilakukan setiap akhir pekan," kata asisten pelatih, Robby Darwis, seusai latihan di Stadion Siliwangi, Selasa (30/11).
Dari kedua lawan tersebut, skuad Persib condong untuk menghadapi tim Pelita Jaya yang bermaterikan pemain Liga Super dan pemain U-21. Apalagi, kata Robby, kedua pelatihnya yang merupakan mantan pemain Persib, Jajang Nurjaman dan Heri Setiawan.
"Kemungkinan kita melawan Pelita Jaya. Kita membutuhkan uji tanding dengan tim-tim yang levelnya di bawah kita untuk mengukur program latihan yang sudah diberikan," kata Robby.
Robby berharap lawan uji coba Persib selanjutnya adalah melawan Bandung FC, yang tengah mempersiapkan diri di Liga Premier Indonesia. Namun rencana tersebut kemungkinan besar batal karena tim yang dilatih Nandar Iskandar tersebut harus mengikuti pertandingan pramusim di Solo awal Desember ini.
"Kita pun merencanakan untuk bertanding melawan Bandung FC. Mudah-mudahan saja semuanya bisa terlaksana," kata Robby. (
"Sudah ada dua tim yang mengajukan diri menjadi lawan uji coba yaitu Saint Prima dan Pelita Jaya. Kami belum menentukan lawan siapa, tapi agenda uji coba akan dilakukan setiap akhir pekan," kata asisten pelatih, Robby Darwis, seusai latihan di Stadion Siliwangi, Selasa (30/11).
Dari kedua lawan tersebut, skuad Persib condong untuk menghadapi tim Pelita Jaya yang bermaterikan pemain Liga Super dan pemain U-21. Apalagi, kata Robby, kedua pelatihnya yang merupakan mantan pemain Persib, Jajang Nurjaman dan Heri Setiawan.
"Kemungkinan kita melawan Pelita Jaya. Kita membutuhkan uji tanding dengan tim-tim yang levelnya di bawah kita untuk mengukur program latihan yang sudah diberikan," kata Robby.
Robby berharap lawan uji coba Persib selanjutnya adalah melawan Bandung FC, yang tengah mempersiapkan diri di Liga Premier Indonesia. Namun rencana tersebut kemungkinan besar batal karena tim yang dilatih Nandar Iskandar tersebut harus mengikuti pertandingan pramusim di Solo awal Desember ini.
"Kita pun merencanakan untuk bertanding melawan Bandung FC. Mudah-mudahan saja semuanya bisa terlaksana," kata Robby. (
Propil Daniel Roekito pelatih baru Persib
Padahal sebelumnya, Daniel berperan penting dalam menyelamatkan Persiba yang terperosok pada zona degradasi pada awal musim 2008/2009. Kehadirannya di tengah tim asal pulau Borneo tersebut mampu mendongkrak posisi Persiba di papan tengah hingga musim 2008-2009 berakhir. Ia pun kembali dipercaya menanggani tim pada musim selanjutnya.
Menilik prestasi Daniel bersama tim sebelumnya, mayoritas bisa bertengger pada posisi "4 besar". Hal itu dilihat dari debut menangani tim liga indonsesia (Ligina) yang pertama ketika ia menukangi Barito putra. Pada saat Persib menjadi sedangkan Barito putra menempati peringkat "4 besar" selama dua musim.
Pada musim ketiga ligina, Daniel pun memboyong PKT Bontang ke deretan "4 besar". Begitu pula ketika kembali melatih Barito Putra pada musim selanjutnya. Setelah itu, Daniel juga membawa Arema Malang, PSIS Semarang dan PSS Sleman, masuk peringkat pada peringkat 4 besar.
Pada Liga Indonesia ke -12 tahun 2006, Daniel mengantarkan Persik kediri menjadi kampiun. Kini, lelaki kelahiran Rembang, 19 Mei 1952, itu sudah meiliki lisensi A. Dia telah direkomendasikan PSSI ke AFC untuk dapat menangani tim peserta LSI.[gin]
"Saya Akan Observasi Persib"
Setelah resmi menjadi arsitek Persib menggantikan Jovo Cuckovic, Pelatih Daniel Roekito akan melakukan observasi kondisi dalam tim "Maung Bandung". "Persib memiliki materi pemain bagus, tetapi kenapa prestasinya begini? Saya akan minta waktu dua hari meneliti lebih dalam sehingga harus seperti apa jalan pemecahannya. Saya akan ke Bandung, Jumat (3/11)," ujar Daniel, ketika dihubungi, Selasa (30/11) malam.
Keputusan Daniel Roekito menangani Persib diutarakan Manajer Persib Umuh Muchtar, di salah satu rumah makan, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa (30/11) pukul 21.30 WIB. Pada kesempatan tersebut, Umuh didampingi Komisaris Utama PT PBB Zainuri Hasyim dan Asisten Manajer Dedy Firmansyah.
Daniel dihubungi manajemen Persib sejak Senin (29/11). Umuh melakukan kontak langsung kepada Daniel yang tengah berada di Semarang Jawa Tengah. Saat itu, nama calon pelatih sudah mengerucut kepada Daniel, tetapi baru diumumkan tadi malam.
Daniel mengatakan, secara sepintas dirinya sudah mengetahui gambaran kekuatan Persib melalui tayangan televisi. Namun, dia belum tahu kondisi sesungguhnya dalam tim sehingga akan meminta informasi dari asisten pelatih. "Teknik pemain sudah bagus, stamina perlu ditingkatkan. Mungkin ada taktik yang kurang pas. Tugas saya cukup berat karena harus membawa Persib lepas dari zona degradasi dan bisa naik ke papan atas," ujarnya.
Berkaitan dengan formasi pemain, Daniel mengaku akan lebih fleksibel dengan melihat kemampuan pemain menyerap instruksi pelatih. Jika pemain belum paham dengan formasi 4-4-2, tidak bisa dipaksakan. "Saya bisa mainkan 3-5-2, 4-3-3 atau 3-4-3. Semua tergantung dengan lawan yang akan dihadapi, dan kemampuan pemain menerapkan formasi itu," ujarnya.
Namun, kata Daniel, melihat materi pemain yang dimiliki Persib saat ini, dia memiliki banyak pilihan dalam menentukan formasi. "Saya juga minta dukungan dari pemain, manajemen, dan bobotoh untuk sama-sama bekerja keras mengangkat prestasi Persib. Kalau ada satu komponen tidak memiliki motivasi, ya percuma juga," ujarnya.
Daniel Roekito sebenarnya pernah akan menjadi Pelatih Persib pada musim kompetisi Liga Super Indonesia 2008-2009, sebelum akhirnya memilih Jaya Hartono. Saat itu, Daniel masih memiliki lisensi B, sedangkan di Liga Super harus lisensi A.
Pengalaman
Umuh mengatakan, sebelum memilih Daniel, pada awalnya ada dua kandidat calon Pelatih Persib, yaitu Daniel Roekito dan Bambang Nurdiansyah. "Daniel disepakati karena dia dinilai tahu karakter Persib. Selain itu, juga berpengalaman di LSI," katanya.
Umuh menjelaskan, pengambilan keputusan Daniel sebagai pelatih karena melihat kondisi Persib saat ini yang dinilai sedang dalam kondisi darurat dan harus segera mendapat pelatih baru. "Allah masih membantu Persib, pelatih yang sebelumnya menjadi kandidat pada musim 2008 lalu kini ke Persib," ucap Umuh.
Dia menuturkan bahwa Daniel juga telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi pelatih "Maung Bandung". Menurut Umuh, Daniel menyukai tantangan karena Persib dengan materi yang potensial, tetapi saat ini posisinya berada di juru kunci.
Prestasi Daniel di kancah persepakbolaan Indonesia tidak diragukan lagi. Tim-tim yang selama ini ditanganinya, mayoritas bisa bertengger pada posisi "4 Besar".
Pada Liga Super Indonesia 2009-2010, Daniel menangani Persiba Balikpapan dengan menempatkan tim berjuluk "Beruang Madu" di deretan papan atas.
"Pergantian pelatih ini adalah yang terakhir. Jangan sampai ada gugat-menggugat lagi seperti sebelumnya. Kalau terjadi seperti itu lagi, kami harus tahu siapa yang salah. Ini jalan yang terbaik," kata Umuh menegaskan.
Lebih lanjut, Umuh mengatakan bahwa tidak akan ada ultimatum yang akan diberikan kepada Daniel seperti mematok jika dalam tiga pertandingan kalah akan langsung dipecat. "Biar Daniel bekerja dengan santai dan leluasa. Kalau terjadi seperti itu, kapan Persib kerjanya. Mudah-mudahan tidak terjadi polemik lagi," katanya. Daniel akan tiba di Bandung pada Jumat (3/12), Namun, Daniel baru akan mulai efektif melatih Persib pada Senin (6/12).
Komisaris Utama PT PBB Zainuri Hasyim mengatakan, Daniel adalah pelatih yang bertangan dingin. "Dia kandidat Pelatih Persib tiga musim yang lalu, dia gurunya Jaya Hartono," katanya.
Mengenai asisten pelatih, Umuh menjelaskan bahwa tidak ada perombakan. Kursi Asisten Pelatih Persib masih dijabat legenda Persib Robby Darwis.
Sementara itu, mantan Pelatih Persib Jovo Cuckovic diproyeksikan untuk menjadi penasihat tim pelatih. Menurut Umuh, Jovo akan memantau perkembangan teknik para pemain.
"Hal ini sudah kami komunikasikan dengan Jovo. Dia sudah sepakat setelah kami melakukan pendekatan," katanya.
Keputusan Daniel Roekito menangani Persib diutarakan Manajer Persib Umuh Muchtar, di salah satu rumah makan, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa (30/11) pukul 21.30 WIB. Pada kesempatan tersebut, Umuh didampingi Komisaris Utama PT PBB Zainuri Hasyim dan Asisten Manajer Dedy Firmansyah.
Daniel dihubungi manajemen Persib sejak Senin (29/11). Umuh melakukan kontak langsung kepada Daniel yang tengah berada di Semarang Jawa Tengah. Saat itu, nama calon pelatih sudah mengerucut kepada Daniel, tetapi baru diumumkan tadi malam.
Daniel mengatakan, secara sepintas dirinya sudah mengetahui gambaran kekuatan Persib melalui tayangan televisi. Namun, dia belum tahu kondisi sesungguhnya dalam tim sehingga akan meminta informasi dari asisten pelatih. "Teknik pemain sudah bagus, stamina perlu ditingkatkan. Mungkin ada taktik yang kurang pas. Tugas saya cukup berat karena harus membawa Persib lepas dari zona degradasi dan bisa naik ke papan atas," ujarnya.
Berkaitan dengan formasi pemain, Daniel mengaku akan lebih fleksibel dengan melihat kemampuan pemain menyerap instruksi pelatih. Jika pemain belum paham dengan formasi 4-4-2, tidak bisa dipaksakan. "Saya bisa mainkan 3-5-2, 4-3-3 atau 3-4-3. Semua tergantung dengan lawan yang akan dihadapi, dan kemampuan pemain menerapkan formasi itu," ujarnya.
Namun, kata Daniel, melihat materi pemain yang dimiliki Persib saat ini, dia memiliki banyak pilihan dalam menentukan formasi. "Saya juga minta dukungan dari pemain, manajemen, dan bobotoh untuk sama-sama bekerja keras mengangkat prestasi Persib. Kalau ada satu komponen tidak memiliki motivasi, ya percuma juga," ujarnya.
Daniel Roekito sebenarnya pernah akan menjadi Pelatih Persib pada musim kompetisi Liga Super Indonesia 2008-2009, sebelum akhirnya memilih Jaya Hartono. Saat itu, Daniel masih memiliki lisensi B, sedangkan di Liga Super harus lisensi A.
Pengalaman
Umuh mengatakan, sebelum memilih Daniel, pada awalnya ada dua kandidat calon Pelatih Persib, yaitu Daniel Roekito dan Bambang Nurdiansyah. "Daniel disepakati karena dia dinilai tahu karakter Persib. Selain itu, juga berpengalaman di LSI," katanya.
Umuh menjelaskan, pengambilan keputusan Daniel sebagai pelatih karena melihat kondisi Persib saat ini yang dinilai sedang dalam kondisi darurat dan harus segera mendapat pelatih baru. "Allah masih membantu Persib, pelatih yang sebelumnya menjadi kandidat pada musim 2008 lalu kini ke Persib," ucap Umuh.
Dia menuturkan bahwa Daniel juga telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi pelatih "Maung Bandung". Menurut Umuh, Daniel menyukai tantangan karena Persib dengan materi yang potensial, tetapi saat ini posisinya berada di juru kunci.
Prestasi Daniel di kancah persepakbolaan Indonesia tidak diragukan lagi. Tim-tim yang selama ini ditanganinya, mayoritas bisa bertengger pada posisi "4 Besar".
Pada Liga Super Indonesia 2009-2010, Daniel menangani Persiba Balikpapan dengan menempatkan tim berjuluk "Beruang Madu" di deretan papan atas.
"Pergantian pelatih ini adalah yang terakhir. Jangan sampai ada gugat-menggugat lagi seperti sebelumnya. Kalau terjadi seperti itu lagi, kami harus tahu siapa yang salah. Ini jalan yang terbaik," kata Umuh menegaskan.
Lebih lanjut, Umuh mengatakan bahwa tidak akan ada ultimatum yang akan diberikan kepada Daniel seperti mematok jika dalam tiga pertandingan kalah akan langsung dipecat. "Biar Daniel bekerja dengan santai dan leluasa. Kalau terjadi seperti itu, kapan Persib kerjanya. Mudah-mudahan tidak terjadi polemik lagi," katanya. Daniel akan tiba di Bandung pada Jumat (3/12), Namun, Daniel baru akan mulai efektif melatih Persib pada Senin (6/12).
Komisaris Utama PT PBB Zainuri Hasyim mengatakan, Daniel adalah pelatih yang bertangan dingin. "Dia kandidat Pelatih Persib tiga musim yang lalu, dia gurunya Jaya Hartono," katanya.
Mengenai asisten pelatih, Umuh menjelaskan bahwa tidak ada perombakan. Kursi Asisten Pelatih Persib masih dijabat legenda Persib Robby Darwis.
Sementara itu, mantan Pelatih Persib Jovo Cuckovic diproyeksikan untuk menjadi penasihat tim pelatih. Menurut Umuh, Jovo akan memantau perkembangan teknik para pemain.
"Hal ini sudah kami komunikasikan dengan Jovo. Dia sudah sepakat setelah kami melakukan pendekatan," katanya.
Persib Belum Pikirkan Liga Primer Indonesia
Sempat tidak terdengar kelanjutannya, Liga Primer Indonesia (LPI) kembali menggeliat. Kabar terakhir dari kompetisi yang digagas bos Medco, Arifin Panigoro ini cukup untuk membuat kalangan penggemar sepak bola nasional membelalakkan mata.
Bagaimana tidak, sejumlah pemain asing dengan reputasi di atas rata-rata seperti mantan idola di Old Trafford, Nicky Butt dan legenda sepak bola Anfield, Robbie Fowler dikatakan berpeluang merumput di Indonesia. Tidak berhenti di sana, nama lainnya seperti Robert Pires pun masuk dalam pemain yang diusahakan datang ke Tanah Air.
Meski demikian, Persib Bandung melalui manajer tim H. Umuh Muchtar kepada GOAL.com Indonesia menegaskan pihaknya belum terlalu memikirkan LPI.
"Kita masih tenang-tenang saja, tidak gegabah dalam mengambil sikap," katanya.
"Saya tidak menjelekkan LPI, program yang diusung Arifin Panigoro cukup bagus, tapi belum saatnya kita berbicara panjang lebar," ujarnya.
Umuh kemudian mengutarakan soal kemungkinan mendatangkan pemain asing baru ke Bandung. "Status Gonzales yang sudah menjadi WNI membuka peluang bagi kita mendatangkan pemain asing baru. Saya akan berusaha mendatangkan seorang pemain asing untuk memperkuat lini pertahanan," tandasnya. (B.111)**
Share
Bagaimana tidak, sejumlah pemain asing dengan reputasi di atas rata-rata seperti mantan idola di Old Trafford, Nicky Butt dan legenda sepak bola Anfield, Robbie Fowler dikatakan berpeluang merumput di Indonesia. Tidak berhenti di sana, nama lainnya seperti Robert Pires pun masuk dalam pemain yang diusahakan datang ke Tanah Air.
Meski demikian, Persib Bandung melalui manajer tim H. Umuh Muchtar kepada GOAL.com Indonesia menegaskan pihaknya belum terlalu memikirkan LPI.
"Kita masih tenang-tenang saja, tidak gegabah dalam mengambil sikap," katanya.
"Saya tidak menjelekkan LPI, program yang diusung Arifin Panigoro cukup bagus, tapi belum saatnya kita berbicara panjang lebar," ujarnya.
Umuh kemudian mengutarakan soal kemungkinan mendatangkan pemain asing baru ke Bandung. "Status Gonzales yang sudah menjadi WNI membuka peluang bagi kita mendatangkan pemain asing baru. Saya akan berusaha mendatangkan seorang pemain asing untuk memperkuat lini pertahanan," tandasnya. (B.111)**
Share
Latihan Bersama Daniel Dimulai di Subang
Menurut Manajer Persib H Umuh Muhtar, Daniel Roekito akan tiba di Bandung pada Jumat (3/12). Dia akan berkenalan langsung dengan pemain Persib sembari melihat karakteristik bermain. Daniel direncanakan mulai menangani Persib saat pemusatan latihan di Subang yang baru akan digelar pada 6 Desember.
"Efektifnya dia mulai berlatih pada Senin. Pemilihan Daniel Roekito pun atas masukan dari para mantan pemain Persib dan pihak-pihak lain yang perduli kepada Persib. Mengenai lisensi kepelatihan Daniel, tidak bermasalah dia sudah memenuhi regulasi dari PT Liga Indonesia," kata Umuh dalam jumpa pers mengumumkan pelatih baru Persib, di Rumah Makan Sederhana di Jalan LLRE Martadinata, Selasa (30/11).
Bergabungnya Daniel menjadi sebuah reuni dengan beberapa pemain, di antaranya Cristian Gonzalez saat juara bersama Persik musim 2006 serta Nova Arianto saat jadi juara keempat bersama PSS Sleman musim 2001.
Daniel Roekito mengaku optimistis bisa mengangkat keterpurukan Persib pada kompetisi Liga Super kali ini. Menurut Daniel, materi pemain Persib adalah yang terbaik di Indonesia. Daniel mengnngkapkan itu saat berkomunikasi dengan manajer Persib H Umuh Muhtar.
"Saat berbicara dengan Daniel, Dia menilai bahwa Persib tim yang kuat. Jadi dia optimistis bisa mengangkat prestasi Persib," ujar Umuh Muhtar dalam jumpa pers mengumumkan pelatih baru Persib, di Rumah Makan Sederhana di Jalan LLRE Martadinata, Selasa (30/11).
Umuh mengatakan bahwa Daniel diberikan keleluasaan untuk memoles Persib hingga akhir kompetisi. "Percayakan saja tim kepada dia. Kami juga tidak ingin terus menerus dipusingkan dengan bongkar pasang pelatih," kata Umuh.
Sebelum menangani Persib, Daniel Roekito pernah membawa Persik menjadi juara pada Liga Indonesia 2006. Pada musim lalu, Daniel melatih Persiba dan berhasil membawa tim Beruang Madu merangsek ke papan atas. Kemudian mundur karena Daniel merasa tidak cocok lagi dengan manajeman Persiba.
"Efektifnya dia mulai berlatih pada Senin. Pemilihan Daniel Roekito pun atas masukan dari para mantan pemain Persib dan pihak-pihak lain yang perduli kepada Persib. Mengenai lisensi kepelatihan Daniel, tidak bermasalah dia sudah memenuhi regulasi dari PT Liga Indonesia," kata Umuh dalam jumpa pers mengumumkan pelatih baru Persib, di Rumah Makan Sederhana di Jalan LLRE Martadinata, Selasa (30/11).
Bergabungnya Daniel menjadi sebuah reuni dengan beberapa pemain, di antaranya Cristian Gonzalez saat juara bersama Persik musim 2006 serta Nova Arianto saat jadi juara keempat bersama PSS Sleman musim 2001.
Daniel Roekito mengaku optimistis bisa mengangkat keterpurukan Persib pada kompetisi Liga Super kali ini. Menurut Daniel, materi pemain Persib adalah yang terbaik di Indonesia. Daniel mengnngkapkan itu saat berkomunikasi dengan manajer Persib H Umuh Muhtar.
"Saat berbicara dengan Daniel, Dia menilai bahwa Persib tim yang kuat. Jadi dia optimistis bisa mengangkat prestasi Persib," ujar Umuh Muhtar dalam jumpa pers mengumumkan pelatih baru Persib, di Rumah Makan Sederhana di Jalan LLRE Martadinata, Selasa (30/11).
Umuh mengatakan bahwa Daniel diberikan keleluasaan untuk memoles Persib hingga akhir kompetisi. "Percayakan saja tim kepada dia. Kami juga tidak ingin terus menerus dipusingkan dengan bongkar pasang pelatih," kata Umuh.
Sebelum menangani Persib, Daniel Roekito pernah membawa Persik menjadi juara pada Liga Indonesia 2006. Pada musim lalu, Daniel melatih Persiba dan berhasil membawa tim Beruang Madu merangsek ke papan atas. Kemudian mundur karena Daniel merasa tidak cocok lagi dengan manajeman Persiba.
Langganan:
Postingan (Atom)

