Sabtu, 22 Januari 2011

"Saya Tidak Menghina"

PERTANDINGAN Persisam Putra melawan Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (20/1), memasuki menit ke-76. Skor masih imbang 0-0. Di layar ANTV, sebuah adegan yang sangat mengejutkan terjadi. Striker Persib, Cristian Gonzales tertegun menatap wasit Suharto, yang mengacungkan kartu merah ke arahnya.

Apa yang terjadi? Puluhan bobotoh yang hadir di acara nonton bareng Viking Persib Club di pelataran parkir Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, kebanyakan menggelengkan kepala.

Sebab di layar kaca sama sekali tak tertangkap adegan pelanggaran yang dilakukan Gonzales hingga membuatnya harus diganjar kartu merah.

"Kita juga bingung dan tidak tahu, kenapa wasit menghukum Gonzales dengan kartu merah," ujar asisten pelatih Persib, Robby Darwis ketika ditanya "GM" tentang penyebab keluarnya kartu merah dari saku Suharto untuk Gonzales.

Belakangan, situs simamaung.com melaporkan, striker berjuluk "El Loco" ini diganjar kartu merah langsung karena dianggap melontarkan kata-kata yang menghina asisten wasit.

Dugaan itu, tentu saja dibantah striker timnas Indonesia itu. Gonzales bahkan mengaku bingung dengan keputusan sang pengadil.

"Terus terang, saya tidak tahu kenapa wasit seperti itu. Kenapa mereka selalu berbuat tidak benar kepada Persib? Padahal saya tidak bilang apa-apa kepada wasit atau hakim garis. Ini benar-benar aneh," ujarnya.

Gonzales menuturkan, kartu merah langsung yang diterimanya dari Suharto tersebut, merupakan kejadian pertama sepanjang kariernya di Indonesia sejak tahun 2003. Akibat kartu merah itu, Gonzales dipastikan bakal absen pada saat Persib menjamu Arema Indonesia di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (23/1)

Gonzales Diusir Wasit Gara-gara Umpatan Monyet?

Bomber andalan Persib Cristian Gonzales dituduh melontarkan kata kasar pada asisten wasit, sehingga diusir dari lapangan saat Persib bertanding versus Persisam kemarin.

Gonzales dituduh mengucapkan kata Monyet kepada asisten wasit. Namun pemain bernomor punggung 99 ini langsung membantahnya. "Itu bola di belakang," kata Gonzales mengulang kata-katanya.

Sayangnya, kata Gonzales, wasit mengartikan lain. "Tapi mungkin wasit mengartikannya lain, saya tidak mengerti. Ya inilah wajah sepakbola Indonesia," pungkasnya.

Ia menambahkan, selama 9 tahun berkarir sebagai pemain sepak bola di Indonesia, belum pernah sekali pun mendapatkan kartu merah langsung tanpa dikenai kartu kuning sebelumnya.

Namun ia mengaku hanya bisa pasrah dan tak dapat berbuat apa-apa dengan keputusan aneh wasit tersebut. Untuk selanjutnya ia menyerahkan segalanya kepada manajemen Persib jika nantinya akan mengajukan protes lewat banding ke PT Liga Indonesia.

"Saya harus lebih konsentrasi lagi, ini pelajaran buat saya. Dipertandingan nanti melawan Arema FC (Minggu 23 Januari 2011) saya tidak bisa main, saya akan suport di luar lapangan saja. Mudah-mudahan Persib bisa meraih poin," terangnya.

Pengakuan Gonzales juga dibenarkan kapten tim Persib Eka Ramdani yang saat itu posisinya tak jauh dari pemain berjuluk El Loco itu.

"Gonzales memang tak mengeluarkan kata kasar, dia hanya bilang itu bola dibelakang, tapi kenapa dia malah dikasih kartu merah, saya tidak mengerti," ucapnya.

Di menit 75, sebelum diusir dari lapangan, Gonzales memang sempat berbincang dengan pelatih Persib Daniel Roekito saat disaat pertandingan terhenti karena Baihakki Bin Khaizan mendapatkan pertolongan usai dihajar pemain depan Persisam.

Setelah itu, ia terlihat mengeluarkan kata-kata kepada hakim garis sambil berjalan menuju lapangan. Diusirnya Gonzales memang menjadi puncak kekesalan kubu Persib.

Sebelumnya, banyak sekali keputusan wasit yang begitu merugikan Maung Bandung. Misalnya saja, setiap kali menyerang, hakim garis atau asisten wasit selalu saja mengangkat bendera tanda offside. Padahal, beberapa kali pemain Persib lolos dari perangkap offside

Persib Meralat Ancaman Mundur dari LSI

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku siap melayangkan protes ke PSSI terkait diusirnya Cristian Gonzales oleh wasit Suharto pada laga Persib vs Persisam kemarin.

"Soal kekalahan saya rasa itu tidak bisa diganggu gugat kalau pun mengajukan protes akan sia-sia. Tapi untuk kartu merah Gonzales, kita akan lihat dan akan kami bahas, jika memungkinkan untuk dilakukan banding kami akan lakukan," ucap Umuh, Jumat (21/1/2011).

Umuh juga meralat soal ancaman mundur dari Liga Super Indonesia (LSI). Usai pertandingan itu, Umuh hanya membandingkan soal wasit LSI dan Liga Primer Indonesia (LPI), yang dianggapnya lebih profesional.

“Jadi bukannya kami akan mundur, tolong jangan diterjemahkan seperti itu. Secepatnya kami akan bahas kejadian ini, dan mudah-mudahan menghasilkan rekomendasi positif buat perkembangan sepakbola nasional," terangnya.

Soal kekecewaan pemain, manajemen dan bobotoh, Umuh memakluminya. Sebab Persib memang jelas-jelas dicurangi wasit. Namun ia mengajak seluruh elemen di tubuh Persib menyikapinya dengan positif, demi kemajuan sepakbola nasional.

"Kami paham dengan kekecewaan yang dirasakan bobotoh. Tapi kita ambil sisi positifnya saja, mudah-mudahan kejadi di Samarinda ini jadi bahan koreksi untuk PSSI agar kedepannya lebih baik lagi,” ucapnya.

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mulai melirik kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Hal tersebut dilakukannya setelah persib kembali dirugikan wasit pada pertandingan tandang melawan Persisam Putra Samarinda, Kamis (20/1/2011).

Sejak Perserikatan, Wasit Selalu Rugikan Persib

Mantan Pemain Persib Bandung Dede Iskandar menganggap biasa soal keberpihakan wasit terhadap tuan rumah saat Persib Bandung bertanding.

Meski demkian, ia menyayangkan tragedi yang melanda bekas timnya itu saat ditaklukan Persisam Putra Samarinda 1-0 di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (20/1/2011) sore.

"Wasit di LSI (Liga Super Indonesia) memang seperti itu, selalu menguntungkan tuan rumah. Setiap wasit, pasti akan mendapat jamuan dari tuan rumah sebelum pertandingan. Dan itu sepertinya sudah menjadi tradisi sejak zaman perserikatan," kata Dede saat dihubungi Jumat (21/1/2011).

Dede mengakui permainan Persib pada pertandingan tersebut jauh lebih baik dibanding lawannya. Namun karena wasit merusak pertandingan dengan mengusir Cristian Gonzales tanpa alasan jelas, mental pemain Persib langsung turun.

"Kalau mental pemain sudah drop otomatis konsentrasi mereka juga ikut buyar. Jangankan satu menit, setengah menit juga bisa kebobolan kalau konsentrasi pemain sudah buyar," tandasnya.

Bermain di kandang lawan, menurut Dede, apapun bisa saja terjadi. Dede pun mempunyai pengalaman pahit dikerjai oleh wasit semasa dirinya masih berkostum biru-biru dan berposisi sebagai bek kiri Maung Bandung.

"Saat itu, saya pernah menjegal pemain lawan di luar kotak penalti, tapi wasit malah memberikan penalti. Bahkan ada yang lebih parah, ada pemain yang tidak disentuh tiba-tiba jatuh sendiri, kita malah dikasih penalti," cerita Dede.

Karena kecurangan wasit ini sudah menahun, menurut Dede, menjadi percuma klub memiliki pemain berkualitas. "Wasit harus segera dibenahi, sebab persoalan utama kompetisi kita ini adalah wasit, sehingga wajar saja kalau timnas kita terus terpuruk karena kompetisinya memang seperti ini," tegasnya.

Daniel Roekito Keluhkan Jadwal yang Sangat Padat

Persib Bandung tidak akan tampil full team pada laga kandang menjamu Arema Indonesia pada Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011 di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (23/1).

Absennya ujung tombak Cristian Gonzales yang mendapat kartu merah dari Wasit Suharto pada laga kontra Persisam Putra Samarinda Kamis (20/1) membuat kekuatan lini depan Persib berkurang. Di sisi lain, para pemain Persib juga tengah diliputi kelelahan fisik dan psikologis seusai melakoni tiga laga tandang luar pulau Jawa dalam tempo sembilan hari.

"Besok (Sabtu ini-red.) para pemain akan menjalani pemulihan fisik. Kita hanya latihan kebugaran. Lawan Arema kekuatan tim secara keseluruhan minimal harus bisa 80 persen," kata Pelatih Persib, Daniel Rukito yang ditemui sesaat setelah tiba di Stadion Persib, Jln. Achmad Yani Kota Bandung, Jumat (21/1), seusai melakoni tiga laga tandang di luar Jawa.

Mantan Pelatih Persiba Balikpapan dan Persik Kediri itu juga mengeluhkan ketatnya jadwal pertandingan LSI yang membuat Persib harus melakoni empat laga termasuk tiga laga tandang di luar Jawa dalam sebelas hari.

"Gila memang. Sebelas hari kita harus main empat kali. Dengan jadwal superketat seperti itu kondisi fisik pemain tentu tidak akan bisa maksimal," ucapnya.

Daniel berharap, pada pertandingan berikutnya ada perubahan jadwal. Seperti diketahui, dalam sembilan belas hari ke depan "Maung Bandung" juga harus melakoni tiga laga kandang dan dua partai tandang di Papua.

Meski begitu Daniel sendiri memang mewanti-wanti para pemainnya untuk tetap kerja keras dan konsentrasi penuh dalam setiap pertandingan. Meski pihaknya masih menyimpan kekecewaannya terhadap kinerja wasit Suharto yang dinilainya dapat mengacaukan kondisi psikologis para pemain, ia tetap meminta para pemainnya tampil penuh motivasi di kandang sendiri.

"Bagaimanapun kita harus menang jika main di kandang. Bandung rumah kita, kita harus bisa tunjukkan permainan yang terbaik dengan motivasi yang tinggi," ujar Daniel.

Sementara itu, mengenai hasil dari tiga laga tandang dengan satu kemenangan, Daniel mengatakan, hasil tersebut sudah maksimal. Daniel juga menjadikan tiga partai tersebut sebagai ujian bagi kualitas mental tim yang hampir dua bulan terakhir ditanganinya.

Dari sisi permainan, Daniel melihat Persib sudah mulai menunjukkan grafik menanjak. "Kita terapkan rotasi pemain dan itu berefek bagus bagi kinerja tim. Pemain muda juga cukup bagus dan potensial bagi tim," katanya.

Raih Kemenangan dengan Sportif

Persib Bandung ingin meraih kemenangan atas Arema Indonesia dengan cara sportif pada Djarum Liga Super Indonesia (DLSI) 2010-2011, Minggu (23/1) malam ini di Stadion Siliwangi Bandung. Persib ingin membuktikan, mereka bisa menang tanpa ada faktor nonteknis sebagai tuan rumah.

Pelatih Persib Daniel Roekito menuturkan hal itu setelah uji coba lapangan di Stadion Siliwangi, Sabtu (22/1). "Enggak ada yang istimewa pada pertandingan nanti. Yang jelas, ini rumah kita. Persib harus memenangi pertandingan ini. Namun, saya enggak mau dengan cara yang tidak sportif. Kemenangan harus diraih dengan kerja keras dan disiplin, jangan kasih lawan kesempatan untuk menyerang kita," tuturnya.

Menurut Daniel, bermain di kandang bukan berarti kemenangan akan dibantu dengan faktor lain. Dia tidak ingin memikirkan hal nonteknis tersebut. Daniel hanya fokus membenahi tim agar segera pulih dari kekalahan lalu, untuk menghadapi Arema.

"Saya enggak mikir soal wasit. Saya sejak dulu enggak pernah protes, yang penting saya tahu pemain saya benar. Mengenai wasit, saya punya pengurus, biarkan mereka mengurusnya," ucap pelatih yang menangani Persib sejak Desember itu.

Mantan pelatih Persiba Balikpapan itu mengatakan, pihaknya saat ini memulihkan kelelahan pemainnya setelah menjalani tur Sumatra dan Kalimantan.

Seperti pada pertandingan sebelumnya, pada laga hari ini, Daniel kembali akan memberikan kejutan dengan rotasi pemain dari lini depan hingga lini belakang. "Rotasi pasti ada. Kita kecapaian setelah dalam 11 hari kita main 4 kali dengan perjalanan yang cukup jauh. Ini sudah enggak normal. Oleh karena itu, pinter-pinter bagaimana saya menjaga kondisi pemain dengan rotasi," ujarnya.

Menurut dia, semua pemain dipersiapkan dari setiap lini, begitu pula dengan pengganti Gonzales. Daniel mengatakan, Persib memiliki stok pemain berlimpah yang bisa mengganti peran Gonzales seperti Rachmat Afandi, Hilton Moreira, dan Pablo Frances. Sementara itu, Johan Yoga tidak bisa diturunkan karena sudah terdaftar di skuad Persib U-21.

Mengenai absennya Gonzales, menurut Daniel, tentu memberikan keuntungan bagi lawan. Namun, bagi Persib, hengkangnya kapten tim Arema Piere Njanka pun menjadi keuntungan. "Persib dan Arema memiliki keuntungan. Namun, saya tekankan bahwa Persib jangan tertumpu pada satu orang, yang penting kekompakan dan kemauan tim," katanya.

Daniel mengakui, dia tidak menyiapkan taktik khusus. Di mata Daniel, bagaimanapun kondisi Arema saat ini dengan pelatih baru Miroslave Janu, tidak ada yang berbeda. Ia sudah mengenal karakter juara kompetisi musim lalu itu. "Arema bagus, kemarin mereka bisa menekuk Persiba 3-0. Selama ini mereka tampil ngotot. Jadi, Persib harus lebih ngotot," ujarnya.

Daniel juga menambahkan, tidak ada pemain Arema yang perlu pengawalan ketat. Menurut Daniel, semua pemain "Singo Edan" harus diwaspadai.

Sementara itu, pelatih Arema Miroslav Janu bertekad tidak akan pulang dengan tangan hampa. Menurut dia, Persib merupakan tim yang tidak boleh disepelekan meskipun baru mengantongi 7 poin dari 8 pertandingan dan menempati posisi ke-14. "Saya lihat permainan Persib terakhir cukup bagus," tutur Janu yang ditemui seusai uji coba lapangan di Stadion Siliwangi.

Menurut Janu, absennya Gonzales memang menguntungkan Arema, tetapi Arema pun kehilangan pemain belakang Zulkifli Syukur yang sama-sama pemain Timnas. 

Energi Bobotoh

Energi Bobotoh

KEMBALI tampil di Stadion Siliwangi menjadi beban yang sangat berat bagi Hilton Mauro Moreira. Tentu bobotoh sangat berharap Persib bisa memetik kemenangan setelah "Maung Bandung" mengalami kekalahan pahit saat melawan Persisam Putra Samarinda, Kamis (20/1).

Bagi Hilton, laga melawan Arema Indonesia, Minggu (23/1) ini merupakan kali pertama ia beraksi di Stadion Siliwangi setelah absen pada enam pertandingan sehabis pemulihan cedera robek ligamen pada April 2010 lalu.

Hilton mengakui ada atmosfer yang berbeda dengan adanya nyanyian dukungan yang datang dari tribun penonton. Dukungan bobotoh menjadi suntikan energi positif bagi penampilan keempatnya bersama Persib pada musim ini.

Saat melawan "Singo Edan", Hilton juga akan kehilangan partnernya, Cristian Gonzales, yang diganjar hukuman kartu merah ketika lawan Persisam. Dalam dua musim ini, Hilton dan Gonzales merupakan duet penyerang Persib yang cukup diperhitungkan lawan. Lelaki asal Brasil kelahiran 27 Februari 1981 ini dikenal sebagai penyuplai umpan-umpan akurat kepada kaki kiri Gonzales.

"Enggak ada Gonzales memang ada perbedaan. Dia memiliki naluri mencetak gol yang luar bisa. Tetapi hal itu jangan dijadikan masalah. Ada atau tidak ada Gonzales sama saja. Masih ada penyerang lain yang sama bagusnya seperti Fandi (Rachmat Afandi), Pablo Frances. Namun, saya tidak tahu siapa yang akan diturunkan nanti," tutur ayah satu anak itu.

Mengenai kekuatan lini depan Persib, mantan pemain Deltras Sidoarjo itu mengakui, ketika ia kembali membela Persib terdapat perbedaan. Ketika di bawah Jaya Hartono, Persib selalu menerapkan dua striker. Kini, Daniel Roekito menempatkan tiga striker.

"Kalau ingin menyerang, kita gunakan tiga striker dengan formasi 4-3-3. Kalau ingin sedikit bertahan hanya dengan dua penyerang seperti dalam skema 3-5-2. Saya enggak masalah, pelatih sudah tahu bagaimana meracik timnya. Yang penting kita bisa main bagus," ujar pemain asal Sao Paulo Brasil itu.

Hilton mengakui, dia masih memiliki kekurangan setelah mengalami cedera. Menurut dia, fisiknya secara umum sudah kuat, rasa sakit sehabis cedera sudah hilang. "Namun, memang saya sedikit kaku di lapangan, saya masih kurang cepat. Butuh lima kali pertandingan untuk mengembalikan performa saya seperti sebelumnya. Saya harus terus konsentrasi dan mencari solusi," kata pemilik nomor punggung 10 itu.

Menghadapi Arema, Hilton tidak ingin terlalu memikirkan kekuatan lawan meskipun Arema merupakan tim yang kuat. Bagi Hilton, sebagai tuan rumah Persib harus lebih kuat apalagi dengan hadirnya bobotoh. "Yang penting tim kita saja dulu. Saya enggak mau memikirkan lawan seperti apa karena yang terpenting kita yang harus tanggung jawab atas tim ini," ujarnya.