Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku siap melayangkan protes ke PSSI terkait diusirnya Cristian Gonzales oleh wasit Suharto pada laga Persib vs Persisam kemarin.
"Soal kekalahan saya rasa itu tidak bisa diganggu gugat kalau pun mengajukan protes akan sia-sia. Tapi untuk kartu merah Gonzales, kita akan lihat dan akan kami bahas, jika memungkinkan untuk dilakukan banding kami akan lakukan," ucap Umuh, Jumat (21/1/2011).
Umuh juga meralat soal ancaman mundur dari Liga Super Indonesia (LSI). Usai pertandingan itu, Umuh hanya membandingkan soal wasit LSI dan Liga Primer Indonesia (LPI), yang dianggapnya lebih profesional.
“Jadi bukannya kami akan mundur, tolong jangan diterjemahkan seperti itu. Secepatnya kami akan bahas kejadian ini, dan mudah-mudahan menghasilkan rekomendasi positif buat perkembangan sepakbola nasional," terangnya.
Soal kekecewaan pemain, manajemen dan bobotoh, Umuh memakluminya. Sebab Persib memang jelas-jelas dicurangi wasit. Namun ia mengajak seluruh elemen di tubuh Persib menyikapinya dengan positif, demi kemajuan sepakbola nasional.
"Kami paham dengan kekecewaan yang dirasakan bobotoh. Tapi kita ambil sisi positifnya saja, mudah-mudahan kejadi di Samarinda ini jadi bahan koreksi untuk PSSI agar kedepannya lebih baik lagi,” ucapnya.
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mulai melirik kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Hal tersebut dilakukannya setelah persib kembali dirugikan wasit pada pertandingan tandang melawan Persisam Putra Samarinda, Kamis (20/1/2011).
Sejak Perserikatan, Wasit Selalu Rugikan Persib
Mantan Pemain Persib Bandung Dede Iskandar menganggap biasa soal keberpihakan wasit terhadap tuan rumah saat Persib Bandung bertanding.
Meski demkian, ia menyayangkan tragedi yang melanda bekas timnya itu saat ditaklukan Persisam Putra Samarinda 1-0 di Stadion Segiri Samarinda, Kamis (20/1/2011) sore.
"Wasit di LSI (Liga Super Indonesia) memang seperti itu, selalu menguntungkan tuan rumah. Setiap wasit, pasti akan mendapat jamuan dari tuan rumah sebelum pertandingan. Dan itu sepertinya sudah menjadi tradisi sejak zaman perserikatan," kata Dede saat dihubungi Jumat (21/1/2011).
Dede mengakui permainan Persib pada pertandingan tersebut jauh lebih baik dibanding lawannya. Namun karena wasit merusak pertandingan dengan mengusir Cristian Gonzales tanpa alasan jelas, mental pemain Persib langsung turun.
"Kalau mental pemain sudah drop otomatis konsentrasi mereka juga ikut buyar. Jangankan satu menit, setengah menit juga bisa kebobolan kalau konsentrasi pemain sudah buyar," tandasnya.
Bermain di kandang lawan, menurut Dede, apapun bisa saja terjadi. Dede pun mempunyai pengalaman pahit dikerjai oleh wasit semasa dirinya masih berkostum biru-biru dan berposisi sebagai bek kiri Maung Bandung.
"Saat itu, saya pernah menjegal pemain lawan di luar kotak penalti, tapi wasit malah memberikan penalti. Bahkan ada yang lebih parah, ada pemain yang tidak disentuh tiba-tiba jatuh sendiri, kita malah dikasih penalti," cerita Dede.
Karena kecurangan wasit ini sudah menahun, menurut Dede, menjadi percuma klub memiliki pemain berkualitas. "Wasit harus segera dibenahi, sebab persoalan utama kompetisi kita ini adalah wasit, sehingga wajar saja kalau timnas kita terus terpuruk karena kompetisinya memang seperti ini," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar